Naskah Khutbah Jumat 14 November 2025: Tanda-Tanda Iman Melemah

Posted on

Hari Jumat, Hari yang Penuh Keberkahan bagi Umat Islam

Hari Jumat memiliki makna istimewa dalam agama Islam. Dikenal sebagai hari yang penuh keberkahan dan dianggap sebagai “Sayyidul Ayyam” (Penghulunya Hari), Jumat merupakan hari yang khusus bagi umat Muslim. Di hari ini, salat Zuhur digantikan dengan salat Jumat yang wajib dilaksanakan oleh kaum lelaki Muslim yang sudah balig, sehat, dan berakal.

Salat Jumat memiliki syarat dan rukun tertentu, salah satunya adalah khutbah yang disampaikan oleh khatib. Khutbah Jumat menjadi bagian penting dari pelaksanaan salat Jumat, yang harus diperdengarkan dan didengarkan oleh jamaah sholat Jumat. Dalam khutbah tersebut, khatib bebas menerangkan tentang ketaatan kepada Allah Subhana Wata Alaa.

Di antara berbagai topik khutbah Jumat, kali ini akan dibahas mengenai tanda melemahnya iman seorang Muslimin. Berikut adalah beberapa tanda-tanda yang bisa menjadi bahan evaluasi diri untuk menjaga keimanan kita.

Tanda Lemahnya Iman Seorang Muslimin

  1. Malas melaksanakan amal ketaatan dan cenderung meremehkannya

    Tanda lemahnya iman yang paling mudah dikenali adalah tumbuhnya rasa malas untuk melaksanakan amal ketaatan. Tanda yang lebih serius adalah meremehkan amal ketaatan, terutama yang sifatnya tambahan atau nafilah. Dalam QS. An-Nisa’: 142, Allah berfirman:

    “Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas.”

    Tanda ini sangat bertolak belakang dengan apa yang difirmankan Allah dalam QS. Al-Anbiya: 90, yang menyebutkan bahwa orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan kebaikan dan berdoa kepada Allah dengan harap dan cemas.

  2. Melakukan kedurhakaan dan dosa

    Jika diri kita mulai merasa ringan melakukan kedurhakaan, perbuatan dosa, dan perbuatan maksiat, bisa jadi iman kita sedang melemah. Terlalu sering melakukan kedurhakaan bisa berubah menjadi kebiasaan. Jika telah menjadi kebiasaan, otomatis ia akan merasa berat untuk meninggalkannya.

  3. Tidak marah jika menyaksikan pelanggaran syariat

    Tanda yang sering kita saksikan selanjutnya adalah tidak adanya rasa marah jika menyaksikan pelanggaran syariat. Hal ini menunjukkan bahwa ghirah dalam hatinya telah padam, sehingga anggota tubuhnya tidak mampu lagi mengingkari pelanggaran-pelanggaran syariat tersebut.

  4. Menilai sesuatu dengan standar dosa atau tidak dosa, mengabaikan standar hukum makruh

    Menilai sesuatu hanya dari sisi terjadinya dosa atau tidak, serta tidak mau melihat dari sisi perbuatan yang makruh, merupakan tanda lemahnya iman. Contohnya, seseorang ketika hendak melakukan suatu pekerjaan, hanya bertanya apakah pekerjaan itu menjurus kepada dosa atau tidak, tanpa mempertimbangkan hal-hal yang makruh.

  5. Dada terasa sesak, perilaku mulai memburuk

    Jika dada kita mulai sering terasa sesak, mudah gelisah karena urusan remeh, diikuti dengan perubahan perilaku yang semakin buruk, maka kita perlu waspada. Ini adalah salah satu tanda lemahnya iman.

  6. Jarang membaca al-Quran dan zikir

    Lalaian kita dari membaca al-Quran adalah tanda lemahnya iman. Orang yang imannya kuat adalah orang yang selalu mengingat Allah, baik di mana pun dan kapan pun. Sebaliknya, orang yang lemah imannya jarang membaca al-Quran dan berzikir.

  7. Gila hormat, jabatan, dan ketenaran

    Jika diri kita mulai merasa nyaman dan sangat menikmati pujian orang lain, sangat menikmati ketenaran, sangat menikmati gelar dan jabatan, tanpa diiringi ketakwaan kepada Allah, maka kita patut untuk waspada. Fenomena seperti ini telah diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

  8. Tidak peduli dengan urusan kaum muslimin

    Tidak peduli dengan kondisi kaum muslimin dan hanya mementingkan urusan pribadi adalah salah satu tanda lemahnya iman. Sikap ini terwujud dalam banyak hal, seperti tidak mau menolong saudara muslim yang tertimpa musibah.

  9. Tidak tergugah untuk beramal bagi kepentingan Islam dan kaum muslimin

    Tanda lemahnya iman seseorang yang berikutnya adalah tidak tergugah hatinya untuk beramal untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin. Bekerja hanya bertujuan mencari harta untuk kepentingan pribadi.

  10. Berlebihan dalam urusan duniawi

    Berlebihan dalam urusan duniawi, seperti makan dan minum di tempat mewah, memakai pakaian mahal, dan kendaraan yang mewah, merupakan tanda lemahnya iman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berpesan agar jauh dari hidup mewah.

Kesimpulan

Itulah sepuluh tanda lemahnya iman yang sangat perlu untuk kita ingat selalu. Semoga Allah senantiasa menjaga diri kita dari berbagai hal yang dapat melemahkan iman kita kepada-Nya. Kita juga perlu terus memperbaiki diri dan menjaga keimanan kita dengan berpegang teguh pada ajaran-ajaran agama Islam.