Naskah Khutbah Jumat 14 November 2025: Peran Nabi Muhammad SAW Memuliakan Wanita

Posted on

Khutbah Jumat dengan Tema “Nabi Muhammad SAW Mengangkat Derajat Perempuan”

Pada hari Jumat, 14 November 2025, khutbah yang disampaikan mengangkat tema penting tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW telah memberikan penghormatan dan kemuliaan kepada perempuan. Khutbah ini dirancang sebagai bahan renungan bagi para khatib dan jamaah untuk memperdalam pemahaman tentang hak dan kedudukan perempuan dalam Islam.

Perubahan Besar yang Dibawa Islam

Dalam khutbah pertama, disampaikan bahwa Islam membawa perubahan besar terhadap kedudukan perempuan. Sebelum datangnya Islam, perempuan sering kali diperlakukan secara tidak manusiawi dan tidak memiliki hak-hak dasar dalam masyarakat. Di masa jahiliyah, perempuan dianggap beban dan sering diperlakukan tidak adil, bahkan hingga pada praktik kejam mengubur bayi perempuan hidup-hidup. Namun, kedatangan Nabi Muhammad saw membawa perubahan besar. Allah Swt berfirman dalam surah An-Nahl ayat 58-59:

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padam) mukanya dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak karena berita buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan atau menguburkannya ke dalam tanah? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu”.

Khutbah ini juga mengingatkan bahwa meskipun masa kejahiliahan telah berlalu setelah kehadiran Islam, perilaku jahiliah tetap tumbuh subur hingga saat ini. Fenomena ini terlihat dalam berbagai aspek kehidupan modern, di mana masyarakat sering kali menjauh dari nilai-nilai ilahiah meskipun merasa sebagai bagian dari kemajuan zaman.

Hak dan Kewajiban yang Sama

Allah Swt berfirman dalam surah An-Nisa’ ayat 1:

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.

Ayat ini menegaskan bahwa seluruh manusia berasal dari sumber yang sama, sehingga seharusnya saling menghormati dan menjaga hubungan baik antar sesama. Islam juga menekankan pentingnya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam hal keimanan dan ketakwaan. Keduanya memiliki hak dan kewajiban yang setara di hadapan Allah, meskipun terdapat perbedaan dalam peran dan tanggung jawab sosial.

Penghargaan terhadap Perempuan

Dalam Islam, perempuan diberikan hak yang sama dengan laki-laki dalam hal ibadah, pendidikan, dan hak kepemilikan. Bahkan, Islam memuliakan perempuan sebagai ibu, dengan kedudukan yang sangat tinggi. Rasulullah saw bersabda ketika ditanya siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik: “Ibumu.” Lalu ditanya lagi: “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Ditanya lagi: “Lalu siapa?” Beliau kembali menjawab: “Ibumu.” Baru pada pertanyaan keempat beliau menjawab: “Ayahmu.”

Selain itu, Allah Swt juga memberikan balasan bagi orang-orang yang bertakwa, termasuk dalam bentuk keberadaan bidadari di surga. Dalam Al-Qur’an surah Ar-Rahman ayat 70:

“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik”.

Nasihat-Nasihat Penting

Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah mengajak umat Islam untuk memahami ayat-ayat Al-Qur’an dengan pendekatan yang mempertimbangkan keadilan gender. Ia menekankan bahwa interpretasi teks suci secara kontekstual tidak diskriminatif terhadap perempuan. Selanjutnya, Imam Al-Ghazali menyampaikan nasihat-nasihat tentang wanita, khususnya wanita beriman, ini dapat ditemukan dalam beberapa karyanya seperti Ihya’ Ulumuddin, Minhaj Al-‘Abidin, Ayyuhal Walad, dan Bidayatul Hidayah. Nasihat-nasihat ini menekankan pentingnya akhlak mulia dan peribadatan bagi wanita muslimah, serta memberikan panduan tentang bagaimana menjadi wanita yang beriman.

Khutbah Kedua

Khutbah kedua mengingatkan bahwa semua umat manusia harus bertakwa kepada Allah. Takwa adalah wasiat dari Tuhan bagi seluruh makhluk. Allah berfirman dalam kitab-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benarnya takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim.”

Selain itu, Allah juga memerintahkan umat Muslim untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepada Nabi dan ucapkanlah salam sejahtera kepada-Nya.”

Khutbah ini juga menekankan pentingnya untuk mengingat dan mensyukuri nikmat Allah. Dengan mengingat dan bersyukur kepada Allah, kita akan semakin dekat dengan-Nya dan mendapatkan rahmat-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *