Nadya Almira Bantah Lakukan Tabrak Lari dan Jelaskan Tanggung Jawabnya
Nadya Almira akhirnya muncul dan memberikan pernyataan terkait tudingan tabrak lari yang ia alami. Dengan tegas, mantan artis FTV ini membantah bahwa dirinya melakukan tabrak lari. Menurut Nadya, ia telah bertanggung jawab kepada korban dan keluarganya sejak kejadian berlangsung.
Kasus ini menurutnya telah diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, adik korban, Hanny, kembali memviralkan peristiwa kecelakaan yang terjadi pada 2013 silam. Hal tersebut membuat Nadya Almira akhirnya muncul dan menyampaikan klarifikasi.
Pada 13 Oktober 2013, Nadya Almira menabrak seorang pria bernama Adnan Syuhada Abdullah. Saat itu, ia sedang mengemudikan mobil setelah pulang dari syuting. Sementara itu, Adnan mengendarai motor setelah pulang bekerja. Adnan mengalami luka cukup parah akibat kecelakaan tersebut, termasuk di bagian kepala. Ia dalam kondisi kritis selama 4 hari, bahkan dokter menyatakan kemungkinan hidupnya hanya 4 persen.
Hal tersebut membuat orangtua dan keluarganya down. Mereka hanya bisa berdoa dan pasrah. Namun ternyata mukjizat pun datang. Adnan berhasil bertahan meski harus berkali-kali masuk ruang ICU. Adnan pun berangsur-angsur pulih. Ia bahkan sempat mencoba kembali bekerja. Akan tetapi baru 3 hari bekerja, Adnan mengalami kejang. Ia terkena meningitis buntut insiden kecelakaan. Hal itulah yang akhirnya membuat Adnan menderita hingga kini.
Meningitis adalah peradangan atau pembengkakan pada selaput (meningen) yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini merupakan kondisi serius yang dapat menyebabkan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala parah, leher kaku, kebingungan, dan mual, serta memerlukan penanganan medis segera karena dapat mengakibatkan kecacatan permanen atau kematian.
Beberapa waktu lalu, Hanny, adik Adnan memviralkan kisah sang kakak di media sosial. Ia kecewa karena Nadya Almira tak merespons saat diminta menengok Adnan. Nadya seolah-olah lari dari tanggung jawab moral. Kini, Nadya dan Hanny dipertemukan dalam podcast YouTube Denny Sumargo. Keduanya sama-sama menceritakan momen kecelakaan yang terjadi 12 tahun silam.
Nadya membantah tidak bertanggung jawab kepada Adnan. Ia menegaskan selalu membayar biaya pengobatan Adnan kala itu. Hingga akhirnya Nadya kehabisan uang untuk membantu Adnan dan kebingungan harus mencari dana ke mana lagi. Nadya kemudian meminta bantuan polisi untuk mencarikan solusi yang tepat bagi kedua belah pihak.
Pada akhirnya Nadya dan pihak Adnan sepakat untuk berdamai soal uang. Nadya lantas mempersiapkan uang terakhir untuk Adnan. Uang tersebut diperolehnya dari hasil menjual tanah warisan. “Total dari awal Nadya kasih sekitar Rp175 juta sampai Rp185 juta,” kata Nadya dikutip dari YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.
Saat disinggung mengenai permintaan, Hanny menegaskan hanya ingin Nadya menengok Adnan. “Datang aja dulu ke rumah, lihat kondisinya (Adnan) sekarang, karena selama ini keluarga udah mulai keberatan dengan biaya-biaya di luar kemampuan kami,” beber Hanny.
Mengenai hal tersebut, Nadya belum memberikan jawaban yang pasti. Ia masih menyayangkan sikap Hanny yang memviralkannya, sebab hal itu membuat Nadya menerima banyak hujatan bahkan ancaman. “Dari awal kan Nadya udah mau ke rumah (Adnan) cuma karena beliau (Hanny) memviralkan itu (akhirnya batal).”
[NIMAGE-0]
Nadya juga membantah dirinya melakukan tabrak lari. Ia lantas menceritakan sejumlah tindakan yang telah dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada Adnan. “Dari keluarga Adnan selalu (memberi) informasi hampir setiap hari ‘rumah sakit ada biaya segini nih Nad’ oh ya udah akhirnya ditransfer.” “Selalu setelah itu ada keluarga Nadya yang datang ke rumah sakit. Nad bayarlah sesuai yang dibutuhkan di rumah sakit,” kenang Nadya.
Nadya memastikan dirinya sering menjenguk Adnan. Ia juga selalu hadir ketika ada panggilan BAP dari pihak kepolisian. Pada akhirnya tiba suatu masa di mana Nadya merasa kehabisan uang. Ia kemudian meminta tolong kepada polisi agar bisa memberikan solusi bagi kedua belah pihak. “Nadya kan enggak punya uang banyak juga saat itu, kehabisan uang, udah bingung banget mau nyari dana dari mana lagi ya.”
[NIMAGE-1]
Setoran hampir tiap hari, sepuluh juta, sepuluh juta, sepuluh juta. Terus ngomonglah ke polisi “Pak saya enggak sanggup lagi soal uang, saya bingung mau cari kemana lagi, gimana ya pak”. Polisi pasti punya pertimbangan “Gini ya Mbak Nadya, kami coba ngobrol ke keluarganya Adnan, kami coba tawarkan damai, Mbak Nadya berdoa aja dan siapkan segala kemungkinan”. Akhirnya diobrolin ke keluarga Adnan, dikasih waktu mereka berpikir dan berunding,” papar Nadya.
Keluarga Adnan akhirnya bersedia untuk berdamai dengan Nadya soal uang. Nadya kemudian mempersiapkan uang terakhir untuk Adnan. Uang tersebut didapat dari hasil menjual tanah warisan. “Saya dapat kabar ‘Mbak Nadya, keluarga beliau bersedia untuk damai, Mbak Nadya masih ada uang enggak yang bisa diusahain untuk kasih yang terakhir’.” “Kami cari uang lagi sampai saat itu ada tanah warisan yang bapak angkat Nadya bersedia jual.” “Enggak banyak (hasilnya) soalnya itu di kampung, karena itu warisan jadi dibagi beberapa orang.” “Dari beberapa orang itu memberikan sebagian (uang) mereka, akhirnya terkumpulah Rp40 juta itu.” “Akhirnya kami kasih ke mereka (pihak Adnan) segitu,” kata Nadya.
Nadya turut membeberkan total uang yang telah ia berikan kepada Adnan dari awal hingga akhir. Uang tersebut mencapai Rp175 juta hingga 185 juta. “Total dari awal Nadya kasih sekitar Rp175 juta sampai Rp185 juta,” imbuhnya.
