Monopoli Emas: Edukasi Investasi Anak untuk Membangun Indonesia yang Lebih Makmur

Posted on

Membayangkan mengajarkan anak-anak tentang uang dan emas, rasanya pasti berat dan tidak mudah. Tapi anak-anak kan tetap bisa belajar sambil bermain ya. Anak-anak selalu punya cara unik dalam belajar. Mereka dengan cepat menangkap hal baru jika disampaikan dengan cara bermain. Jadi, bagaimana jika konsep investasi yang rumit dan “serius” kita bungkus dalam permainan yang akrab di telinga mereka: monopoli?

Kebetulan saya suka desain. Jadinya saya tertarik untuk menghadirkan ide permainan monopoli emas. Nantinya permainan ini bukan sekedar memindahkan pion, melempar dadu, lalu membeli rumah atau hotel seperti pada monopoli biasa. Tapi dalam permainan Monopoli Emas ini nantinya saya akan mengajak anak-anak lebih mengenal tentang uang, tabungan, dan emas sebagai bentuk investasi yang aman dan berharga.

Selama ini kan anak-anak tahunya emas itu hanya perhiasan, bukannya aset yang nilainya bisa bertahan ketika disimpan lama, bahkan bisa semakin meningkat seiring waktu. Apalagi sekarang, untuk mendapatkan emas dalam wujud tabungan sudah sangat mudah banget. Pernah dengar Pegadaian Tabungan Emas? Salah satu keuntungannya yang bisa bikin anak-anak kita aware adalah nominal setorannya yang minim banget, cuma Rp.10.000 (0.01 gram emas) setara jajanan anak-anak kita sekarang. Layanannya juga sudah digital, anak-anak sekarang pasti suka dengan kemudahan itu. Jadi permainan monopoli akan pas banget dengan rencana kita untuk mengajarkan anak-anak memiliki tabungan emas yang nyata, bukan sekedar simulasi doang.

Momennya pun pas, karena Pegadaian sedang gencar-gencarnya mengorbitkan Program Pegadaian mengEMASkan Indonesia. Ini menjadi momentum perkenalan anak-anak dengan Tabungan Emas yang lebih nyata, tapi juga realistis. Mungkin anak-anak bisa ikut berkontribusi menjadi nasabahnya dengan didampingi orang tuanya. Bukankah ini sangat menarik?

Jadi permainan ini mengajarkannya sesuatu yang beda banget!

Mengapa Kenalkan Emas untuk Anak?

Bagi para orang tua kita, mungkin banyak yang sudah mengenal emas sebagai investasi yang stabil. Dari sejak jaman Dinar Emas, nilainya cenderung naik, tahan inflasi, dan mudah dijual kembali. Apalagi kalau emas perhiasan, hadeuh! Tapi apakah anak-anak punya pemahaman yang sama?

Apa yang dibayangkan anak-anak ketika kita menyebut “emas”. Apakah hanya berupa cincin atau kalung dan gelang emas milik ibunya? Padahal, emas juga bisa diperkenalkan sejak kecil sebagai aset berharga. Hanya saja caranya yang harus lebih mudah, agar bisa dicerna oleh mereka.

Saya ingat ketika buku Rich Dad, Poor Dad Robert Kiyosaki yang isinya memberontak dari sistem tabungan konvensional, banyak orang yang ribut dan tidak sepakat. Tapi kini hal itu sudah lama berlalu, jika anak-anak hanya diajarkan menabung uang, mereka mungkin tidak memahami bahwa uang kertas bisa tergerus nilainya karena inflasi dalam wujud harga barang naik. Di sinilah kita bisa hadirkan cara menabung lain yang lebih cerdas, Tabungan Emas yang nyata sebagai bentuk simpanan lain yang lebih kokoh.

Lalu dengan permainan Monopoli Emas itu apa yang mau saya ajarkan? Bahwa jika anak-anak menabung pilihannya bukan cuma menyimpan dalam bentuk uang saja, tapi juga ada pilihan bentuk simpanan lain. Apa jenisnya? Emas!, bisa kita tawarkan jadi pilihan yang lebih kuat dibanding hanya jika anak-anak menabung uang. Apakah berisiko? Bicara risiko, semua ada risiko, tapi Investasi haruslah dilakukan dengan bijak, bukan sekadar menghabiskan uang untuk konsumsi.

Apa Itu Monopoli Emas?

Sebenarnya pengalaman membuat gagasan ini juga karena semasa kecil saya suka permainan ini. Saya menyimpan beberapa koleksinya sampai sekarang. Ada yang versi Spiderman, Marvel, dan lainnya. Sayangnya sudah saya simpan di kardus di loteng karena sudah lama tidak saya mainkan.

Tapi sederhananya bisa saya jelaskan begini. Monopoli Emas sebenarnya versi modifikasi dari permainan monopoli klasik seperti koleksi saya itu. Jika dalam permainan monopoli biasa kita berlomba membeli properti dan membangun rumah, dalam permainan monopoli emas nantinya, pemain justru berlomba mengumpulkan emas, menabung di tabungan emas, dan mengelola uang agar tidak habis begitu saja. Membayangkan wujudnya nanti saya merasa begitu antusias sekali. Tapi nanti pasti akan saya buat, setelah deadline kerjaan kantor saya selesai.

Saya mendesainnya memang untuk mengajarkan literasi keuangan kepada anak-anak sejak dini biar mereka punya tambahan pemahaman soal emas. Dan cara ini saya kira bisa menjadi jalan mengenalkan konsep menabung emas dengan cara sederhana. Dan harapannya tentu saja agar nantinya membiasakan anak berpikir tentang masa depan, bukan cuma kesenangan bermain saja. Maksud saya belajar sambil bermain, karena permainan ini pasti seru sekali.

Perlengkapan Permainan

Untuk memainkan Monopoli Emas, sebenarnya kita butuh perlengkapan yang hampir sama dengan monopoli biasa, tapi papannya saya modifikasi supaya nanti sesuai dengan konsep tabungan emas.

  • Papan Permainan; Papan permainan yang berisi kotak-kotak nantinya akan diganti dengan kotak dengan gambar atau keterangan, “Tabungan Emas”, “Mini Market”, “Sekolah”, “Perpustakaan”, “Lapangan Bermain”, “Toko Gadget”, dan gambar lain menyesuaikan dengan kebutuhan. Dalam kotak nantinya kita sediakan beberapa kotak khusus yang berisi “Harga Emas Naik” atau “Harga Emas Turun”. Ini untuk membedakan dengan permainan monopoli biasa. Dan kotak penjara saya ganti dengan “Borong Mainan”, kenapa ini dipilih?, ini menjadi cara pembelajaran semacam jebakan konsumtif yang bikin uang cepat habis. Jika pemain memborong mainan, uangnya akan cepat habis sia-sia. Dan seperti biasa nanti saya lengkapi dengan kartu tambahan “Kartu Emas dan Tabungan”. Dan kartu yang tersedia, berisi pecahan emas (misalnya 0,1 gram, 0,25 gram, 0,5 gram). Kartu tabungan emas, yang bisa diisi setiap kali anak memilih menabung emas kita sediakan di kotak tertentu.

  • Uang Mainan; Sama seperti monopoli biasa, tetapi dengan nominal yang lebih realistis untuk anak. Misalnya pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, dan Rp20.000.

  • Kartu Kesempatan dan Dana Umum; Menyesuaikan dengan permainan, diganti dengan “Kartu Kejutan” yang berisi hal-hal seperti misalnya; “Kakek menghadiahkanmu 0,1 gram emas”. “Harga emas naik, nilai tabunganmu bertambah Rp10.000”. “Uang jajan habis untuk mainan, keluar Rp20.000”. “Menang lomba menabung, dapat hadiah Rp5.000”.

  • Pion; Supaya lebih seru, nantinya pionnya berbentuk miniatur emas batangan, atau perhiasan kecil agar sesuai dengan tematik monopoli emas.

Cara Bermainnya

Cara mainnya bagaimana?, karena permainan ini telah dimodifikasi jadi alurnya pun saya modifikasi: jadi tujuan utama bukan lagi menguasai properti, tapi justru mengumpulkan tabungan emas terbanyak hingga permainan selesai.

Di awal permainan, setiap anak akan mendapat bagian uang modal sebesar Rp100.000. Pilihannya tidak ada lagi properti, tapi pilihan untuk menabung emas di kotak tertentu.

Bagaimana memulainya?. Secara bergiliran pemain yang dipilih, pertama akan melempar dadu, dan seperti biasa akan berjalan di dalam kotak sesuai angka yang muncul di dadu.

Jika ia nanti berhenti di kotak “Tabungan Emas”, maka pemain tersebut bisa memilih untuk membeli emas sesuai harga yang tercantum. Misalnya, 0,1 gram seharga Rp100.000. Jika belum cukup, ia bisa menabung setengahnya dulu dan sisanya nanti.

Tapi jika berhenti di “Mini Market” atau “Toko Gadget”, ia harus membayar sejumlah uang sebagai “pengeluaran konsumtif”. Ini fungsinya sebagai jebakan untuk “menghabiskan” cadangan modalnya jika pemain tidak hati-hati.

Jika pemain mendapat Kartu Kejutan, saat mengambil kartu, pemain nanti bisa untung atau rugi. Misalnya: harga emas naik, maka nilai emas miliknya ikut bertambah, atau uangnya harus keluar karena jajan berlebihan.

Nantinya ada kotak tertentu berisi, Harga Emas Naik atau Turun. Pemain bisa mengalami naik atau turun (fluktuasi) harga emas. Jadi nilai tabungan emas mereka bisa naik atau turun, jadi pemain harus belajar bahwa investasi juga punya risiko.

Bagaimana akhir permainan monopoli emas ini?. Nantinya permainan akan berakhir setelah semua pemain sudah melewati start sebanyak 5 kali, atau setelah 1 jam permainan. Waktunya bisa diatur sesuai kesepakatan sih biar fleksibel.

Nantinya yang menang adalah yang punya tabungan emas terbanyak, dihitung jumlah gramnya, dan saldo uang yang masih tersisa.

Nilai Edukatif Bagi Anak

Secara tidak langsung dari permainan sederhana ini, anak-anak akan belajar; Mengelola Uang Jajan karena mereka bisa belajar, kalau terlalu banyak belanja uang bisa cepat habis.

Anak juga bisa belajar membedakan mana yang perlu untuk makan dan mana yang harus disimpan untuk investasi. Mereka akan belajar ada perbedaan besar antara membeli mainan dan membeli emas. Mereka akan semakin paham ketika mulai terbiasa memainkannya.

Bahkan yang menarik adalah anak juga akan belajar mengenal fluktuasi harga. Dalam permainan akan ada harga emas bisa naik-turun, tetapi mereka juga akan belajar itu berlangsung tidak dalam waktu yang cepat, artinya dalam jangka panjang nilai emas tetap menguntungkan.

Anak jadi membiasakan menabung, karena ketika masuk ke kotak tabungan emas, anak akan terbiasa berpikir untuk menyisihkan, bukan menghabiskan uang mereka.

Seperti biasa namanya juga permainan, anak-anak akan belajar bersaing secara sehat. Tujuannya bukan cuma mengalahkan lawan, tapi menyiapkan masa depan dengan tabungan emas yang konsisten.

Dan orang tua bisa terlibat sebagai pembimbing atau pendamping anak-anak. Permainan Monopoli Emas sebenarnya bukan hanya untuk anak, tapi orang tua bisa ikut terlibat biar suasananya tambah hangat. Bahkan, orang tua bisa menambahkan sentuhan nyata, misalnya kalau anak memenangkan permainan, orang tua bisa menghadiahkan tabungan emas digital sungguhan di Pegadaian Tabungan Emas milik anak-anak, misalnya 0,05 gram di aplikasi resmi milik Pegadaian. Wah bakalan nagih nantinya untuk main Monopoli Emas-nya.

Bahkan orang tua bisa menjelaskan sambil bermain, “Kalau kamu beli gadget, nilainya turun, tapi kalau emas, nilainya bisa naik.”

Banyak cara mengajarkan anak soal keuangan, harus diakui butuh proses dan tidak bisa instan. Cara kreatif, ringan, dan menyenangkan dengan Monopoli Emas ini salah satu contohnya. Dengan membalut tabungan atau investasi emas dalam permainan papan monopoli yang seru, anak-anak bisa belajar sambil bermain, sesuai kebiasaan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *