Mewujudkan Masa Depan Papua Tengah, Nawipa-Geley Hadirkan Pendidikan Gratis dan SSH

Posted on

Evaluasi Kinerja Pemprov Papua Tengah dalam Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wagub Deinas Geley

Talkshow yang diselenggarakan oleh Biro Umum Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menjadi ajang evaluasi kinerja pemerintahan selama satu tahun kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur (Wagub) Deinas Geley. Acara ini berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Morgo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, pada Jumat (20/2/2026) pagi pukul 09.00 WIT.

Forum ini dikemas dalam bentuk talkshow strategis yang menjadi panggung untuk membedah kinerja Pemprov Papua Tengah sejak dilantik pada 20 Februari 2025 hingga saat ini. Acara dipandu oleh jurnalis senior sekaligus mantan wartawan Harian Tempo dan mantan Pemimpin Redaksi Metro TV, Andy Froles Noya. Dalam sesi tersebut, topik-topik seperti pendidikan dan kesehatan, ekonomi, bisnis dan investasi, serta pembangunan infrastruktur daerah dibahas secara mendalam.

Pendidikan sebagai Kunci Pembangunan

Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam mencapai pembangunan bangsa. Ia memberikan bukti nyata dengan menggratiskan biaya pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bagi seluruh warga di Papua Tengah tanpa memandang unsur suku, ras, agama, dan antar golongan.

“Ini mungkin satu-satunya provinsi di Indonesia yang menyediakan pendidikan dan kesehatan gratis bagi semua warga, baik itu orang Papua maupun non-Papua,” ujar Meki.

Untuk mengatasi kendala keamanan dan akses di wilayah konflik, pemerintah membangun boarding school di Ibu Kota Provinsi Papua Tengah, Nabire. Filosofi sekolah ini adalah membina anak-anak yang dianggap tertinggal melalui pendekatan ketat mulai dari dini hari pukul 04.00 WIT.

Peran SDM dalam Pembangunan Daerah

Wagub Deinas Geley menekankan pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam proses kemajuan daerah. Menurutnya, pendidikan adalah daya tarik utama bagi suatu daerah untuk berkembang.

“Ibaratnya, di mana pendidikan belum ada, di situ belum ada daya pikat. Tapi kalau di tengah masyarakat pendidikan sudah ada, di situ muncul daya pikat luar biasa,” ujarnya.

Ia juga memuji komitmen Gubernur Meki Nawipa yang konsisten antara ucapan dan tindakan. “Apa yang kita bicarakan sebelumnya, kini sudah ditanam di juklak dan juknis,” katanya.

Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH)

Salah satu program prioritas yang dibahas adalah Sekolah Sepanjang Hari (SSH). Konsep ini melengkapi program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik pemerintah pusat dengan pendekatan kearifan lokal.

Menurut Gubernur Meki Nawipa, SSH menyediakan segalanya untuk siswa, termasuk sanitasi dan kebersihan. Siswa diberikan handuk dan sabun untuk mandi di sekolah guna memastikan mereka bersih dan sehat. Selain itu, SSH juga menyediakan makan tiga kali sehari dan aktivitas hingga sore hari untuk melindungi siswa dari pengaruh negatif jalanan.

Program ini juga memberdayakan mama-mama Papua sebagai penyedia konsumsi, menciptakan lapangan kerja di tingkat akar rumput.

Penyempurnaan Pendidikan dengan Guru Pendamping

Pakar pendidikan Profesor Agus Sumule menjelaskan bahwa SSH tidak membebani guru reguler karena pemerintah menyiapkan Guru Pendamping khusus untuk literasi, numerasi, dan pendidikan karakter di sore hari.

“Program ini telah menunjukkan hasil nyata di beberapa titik seperti Sorong Selatan dan kini mulai meluas di wilayah Papua Tengah,” pungkasnya.

Optimisme di Tengah Tantangan

Meski tantangan geografis dan keamanan di wilayah Puncak dan Intan Jaya masih membayangi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Nurhaidah Meki Nawipa, mengungkapkan optimisme tinggi. IPM naik 0,2 poin secara signifikan dalam satu tahun ini.

Keberhasilan program SSH ini dikonfirmasi langsung oleh Fince Florentina Revasy, atau akrab disapa Ibu Guru Flo, seorang guru pendamping yang bertugas di wilayah pesisir. Dalam sesi tanya jawab, ia mematahkan kekhawatiran bahwa program ini membebani tenaga pendidik.

“Kami sebagai guru pendamping melanjutkan kegiatan setelah jam reguler selesai. Jadi, tidak mengganggu tugas guru pagi,” jelas Flo.

Ia mengungkapkan bahwa fokus utama mereka adalah memperkuat kemampuan literasi dan numerasi anak-anak Papua yang selama ini memiliki waktu belajar terbatas di rumah.

Dampak nyata dari penyediaan makan tiga kali sehari dan fasilitas sekolah ATK hingga Alkitab ternyata sangat luar biasa. “Anak-anak punya semangat untuk belajar. Dan terima kasih juga karena anak-anak diberikan makan tiga kali sehari, itu mendukung mereka untuk setiap hari datang ke sekolah,” tambahnya.

Evaluasi Kinerja dan Langkah Strategis

Talkshow ini mengupas tuntas capaian pemerintahan selama setahun pertama dengan fokus pada realisasi program-program prioritas. Pembahasan mencakup arah kebijakan strategis hingga tahun 2029, termasuk hambatan birokrasi yang masih mengganjal di lapangan.

Forum ini berupaya memastikan bahwa langkah percepatan pembangunan di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) tetap berada pada jalur yang benar. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIT ini mempertemukan para pengambil kebijakan dengan berbagai pemangku kepentingan secara langsung.

Seluruh bupati dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah hadir untuk mensinkronkan program daerah dengan visi besar gubernur. Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kepala instansi teknis turut memberikan laporan akuntabilitas kinerja mereka.

Kehadiran unsur Forkopimda dan Sekretaris Daerah memperkuat legitimasi forum ini sebagai rujukan evaluasi tahunan pemerintah provinsi. Perspektif dalam talkshow ini semakin tajam dengan kehadiran para pengamat, akademisi, dan ahli di bidang pembangunan wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *