Tanggul Beton di Pesisir Cilincing Jadi Sorotan
Tanggul beton yang terletak di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, khususnya para nelayan setempat. Struktur sepanjang 2 hingga 3 kilometer ini viral di media sosial karena dianggap mengganggu aktivitas para nelayan dalam melaut.
Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @cilincinginfo pada 7 September 2025 menunjukkan tanggul tersebut. Dalam video tersebut, seorang warga menyampaikan keluhan tentang dampak yang dirasakan oleh nelayan. Ia menyebut bahwa sebelum adanya tanggul, nelayan bisa melintasi area tersebut dengan mudah, namun kini harus memutar jauh untuk mencapai tujuan mereka.
Pemprov DKI Jakarta mengklaim bahwa pembangunan tanggul ini bukan termasuk dalam kewenangan mereka. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan tanggung jawab pemerintah pusat yang dikerjakan oleh swasta, yaitu PT Karya Citra Nusantara (KCN).
“Ini merupakan kewenangan Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada swasta PT KCN,” ujar Pramono saat berbicara kepada awak media. Ia juga menyatakan bahwa isu ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama nelayan yang merasa penghasilannya terganggu. Ia meminta KCN segera memberikan penjelasan lebih lanjut dan memastikan akses bagi para nelayan tetap terjaga.
Penjelasan dari Direktur KCN
Direktur Utama PT KCN, Widodo Setiadi, akhirnya memberikan pernyataan terkait polemik ini. Ia mengklaim bahwa struktur beton yang viral bukanlah pembatas laut, melainkan bagian dari proyek pembangunan pelabuhan. Menurut Widodo, proyek ini tidak bertujuan untuk menjual pulau atau membuat perumahan, melainkan membangun pelabuhan yang akan menjadi aset negara.
“Kami bukan bikin pulau lalu dijual atau bikin perumahan. Kami membangun pelabuhan. Ini bukan milik kami, tapi milik pemerintah,” katanya dalam konferensi pers. Ia menjelaskan bahwa proyek ini dilakukan dalam kerja sama antara pemerintah dan swasta, tanpa menggunakan dana APBN atau APBD. Semua infrastruktur yang dibangun akan menjadi aset negara di bawah Kementerian Perhubungan.
Progres Pembangunan Pelabuhan
Saat ini, progres pembangunan pelabuhan KCN telah mencapai 70 persen. Pier 1 sudah selesai, sedangkan Pier 2 ditargetkan selesai tahun depan. Adapun Pier 3, yang menjadi sorotan utama karena struktur betonnya, masih dalam proses pengerjaan.
Widodo menyatakan bahwa pihaknya tidak mengabaikan keberadaan nelayan. KCN telah melakukan pendataan terhadap 700 nelayan dan lebih dari 1.000 kapal kecil di wilayah Cilincing. Ia menjelaskan bahwa dalam rencana pembangunan, sudah disediakan jalur sepanjang 800 meter dari Pelindo untuk akses nelayan.
Selain itu, KCN sedang berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyediakan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan fasilitas terpadu bagi masyarakat pesisir. Mereka juga memiliki program penanaman bakau serta solusi untuk jarak pemancingan yang semakin jauh.
“Memang jarak melaut bertambah. Kami sedang mencari formula agar penghasilan nelayan tidak turun. Minimal ada bantuan agar kehidupan sehari-hari tetap terjaga,” tambah Widodo.


