Mengubah Rusunawa Marunda Jadi Desa Wisata, Mulai dari Green House hingga Rumah Mangrove

Posted on

Pengembangan Rusunawa Marunda sebagai Desa Wisata

Rusunawa Marunda di Cilincing, Jakarta Utara, sedang dalam proses pengembangan menjadi desa wisata. Hal ini dilakukan untuk memberdayakan masyarakat yang tinggal di sana dan mengubahnya dari sekadar hunian biasa menjadi destinasi yang menarik.

Bahrudin, Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) II Marunda, menjelaskan bahwa Rusunawa Marunda telah ditetapkan sebagai rintisan destinasi desa wisata sejak November 2024. Proses pengembangan terus berlangsung hingga saat ini. Dengan konsep ini, kegiatan pemberdayaan warga diharapkan bisa berkembang lebih jauh, sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan.

Pengembangan desa wisata ini juga bertujuan untuk memperluas pasar produk-produk hasil pemberdayaan masyarakat. Dengan banyaknya wisatawan yang datang, produk-produk tersebut bisa dipasarkan, sehingga meningkatkan perekonomian warga.

Green House: Edukasi Wisata Pertanian

Salah satu proyek yang sedang dikembangkan adalah green house seluas 800 meter persegi. Di tempat ini, warga Rusunawa Marunda bercocok tanam berbagai jenis sayuran seperti pakcoy, selada, kangkung, dan lainnya. Program ini terintegrasi dengan Ruang Bersama Indonesia untuk memberdayakan perempuan agar dapat membantu perekonomian keluarga.

Perempuan-perempuan di Rusunawa Marunda diberdayakan untuk mengelola pertanian di green house dan memasarkan hasil panennya melalui kerja sama dengan sebuah perusahaan. Dalam kerja sama tersebut, green house diminta menghasilkan sekitar 50 kilogram sayuran setiap hari. Dengan harga Rp 20.000 per kilogram, pendapatan bulanan mereka mencapai sekitar Rp 30 juta.

Green House juga mendapat apresiasi dari kementerian, sehingga akan dibentuk Koperasi Merah Putih. Koperasi ini akan bersinergi dengan green house dalam kegiatan produksi sekaligus menjadi daya tarik wisata edukatif bagi pengunjung yang ingin belajar bercocok tanam bersama warga.

Rumah Mangrove: Pemulihan Lingkungan

Selain green house, pengelola Rusunawa Marunda juga mendirikan rumah mangrove sebagai bagian dari program desa wisata. Rumah mangrove dibangun untuk memperbaiki lingkungan yang sering mengalami rob dan polusi batu bara. Di tempat ini, warga membudidayakan berbagai jenis bibit mangrove untuk dijual kepada wisatawan.

Pengunjung juga bisa belajar menanam mangrove dan memahami manfaatnya bagi pesisir Jakarta. Pembangunan rumah mangrove sejalan dengan program Gubernur Jakarta Pramono Anung yang mendorong penghijauan pesisir. Saat ini, sejumlah instansi pemerintah dan swasta sudah mulai datang ke Marunda untuk melakukan penanaman mangrove.

Taman dan Wisata Kuliner

Pengelola juga membangun dua taman untuk mendukung Rusunawa Marunda menjadi desa wisata. Taman Marhamma dan Taman Lansia telah dibangun. Di Taman Lansia, warga yang sudah tua diajarkan membuat kerajinan tangan berupa pot bunga dari barang bekas.

Wisata kuliner juga akan dikembangkan berbasis kreativitas warga. Misalnya, hasil dari mangrove bisa dijadikan dodol, kue, atau kopi. Nantinya, akan dibangun coffee shop di rooftop salah satu klaster Rusunawa dengan pemandangan langsung ke laut.

Wisata Permainan Tradisional dan Batik

Untuk menarik wisatawan keluarga, akan dibuat wisata permainan tradisional yang sudah sulit ditemukan. Wisata ini tidak hanya bernostalgia tetapi juga menjadi edukasi bagi anak-anak tentang budaya lama.

Selain itu, kegiatan membatik yang ada di Rusunawa Marunda juga akan dikembangkan menjadi wisata edukatif. Wisatawan bisa belajar mencanting batik, dengan dua jenis batik yang tersedia, yaitu Batik Marunda dan Batik Maliha.

Galeri Produk dan Rumah Produksi

Bahrudin juga berniat membangun galeri produk pada tahun ini untuk mempromosikan produk yang dihasilkan warga. Di galeri ini, wisatawan bisa melihat berbagai produk kreatif dan membelinya. Selain itu, akan dibangun rumah kreatif untuk para wisatawan.

Di rumah produksi, wisatawan bisa melihat proses produksi yang dilakukan warga, seperti pembuatan bakso. Konsep ini diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata yang unik.

Wisata Olahraga dan Infrastruktur

Wisata olahraga juga akan dikembangkan di Rusunawa Marunda. Anak muda Marunda diharapkan bisa berkarya dan kreasi dengan mengadakan event-turnamen futsal atau menjadi tuan rumah sendiri. Beberapa anak muda di Rusunawa Marunda sudah mengikuti kompetisi nasional U-19.

Namun, pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah mengingatkan bahwa pengembangan desa wisata membutuhkan persiapan matang, termasuk infrastruktur jalan menuju Rusunawa Marunda. Akses jalan yang baik sangat penting karena kawasan ini dekat dengan depo kontainer dan rawan kemacetan. Tanpa akses jalan yang memadai, program desa wisata dikhawatirkan tidak optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *