Kesadaran Masyarakat akan Investasi Emas Meningkat
PasarModern.com, PEKANBARU — Dalam beberapa waktu terakhir, fluktuasi harga emas di pasar dunia telah memicu kesadaran masyarakat tentang pentingnya investasi yang bisa bertahan dalam berbagai situasi. Hal ini juga menarik perhatian Wilna Sari, seorang warga Pekanbaru, yang mulai mencari tahu produk investasi yang cocok untuk persiapan masa depan keuangan diri dan keluarganya.
Wilna mengingat kembali pengalaman pada 2016 silam setelah menikah, ketika ia dan suaminya menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung. Setelah mencari informasi dari teman-temannya, akhirnya ia menemukan bahwa emas batangan bisa menjadi salah satu pilihan investasi yang mudah didapatkan dan disimpan.
“Saat itu, harga emas masih di kisaran Rp500.000 hingga Rp600.000 per gram,” ujarnya. Dari informasi tersebut, ia kemudian mencari tempat pembelian emas batangan dan menemukan bahwa Pegadaian menawarkan program cicilan emas yang membuat masyarakat lebih mudah memiliki emas dengan biaya yang terjangkau.
Untuk membeli emas dengan berat 10 gram, hanya diperlukan sekitar Rp5 jutaan. Uang muka bisa berkisar antara 10% hingga 20%, dan angsuran bisa dilakukan dalam waktu 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, atau maksimal 36 bulan.
Wilna mengatakan bahwa program Cicil Emas Pegadaian sangat membantu masyarakat yang ingin memiliki emas dalam jumlah besar tanpa harus membayar tunai sekaligus. Ia juga menyebutkan bahwa harga emas terus meningkat, sehingga menunda pembelian bisa berdampak negatif.
“Dengan program cicil emas ini, saya bisa mendapatkan harga awal saat memulai cicilan, dan tidak terpengaruh oleh kenaikan harga di bulan-bulan berikutnya. Jadi setiap kali harga emas naik, rasanya saya yang untung,” katanya.
Bagi Wilna, emas bukan hanya sebagai perhiasan atau barang berharga yang disimpan di rumah. Menurutnya, emas adalah bentuk perencanaan masa depan. Setelah mengenal Pegadaian sejak 2016, ia semakin dekat dengan perusahaan tersebut setelah memiliki rekening Tabungan Emas pada 2020 lalu.
Menurutnya, produk ini merupakan jalan termudah bagi siapa pun yang ingin mulai berinvestasi, bahkan dengan modal kecil serta tanpa harus datang ke kantor di saat pembatasan aktivitas fisik diberlakukan.
“Tabungan Emas Pegadaian ini luar biasa praktis. Cukup dengan Rp10.000, saya sudah bisa menambah saldo emas saya. Semua transaksinya bisa dilakukan lewat aplikasi Pegadaian Digital Service, kapan pun dan di mana pun termasuk di rumah sudah bisa buka rekening emas Pegadaian. Kalau mau bukti fisiknya, tinggal datang ke cabang, bisa dicetak buku tabungan emasnya,” ujarnya.
Ibu dua anak ini juga menyoroti kemudahan pencairan atau likuiditas produk Tabungan Emas Pegadaian. Menurutnya, bila ada kebutuhan mendesak, misalnya anak sakit atau ada pengeluaran mendadak, dirinya bisa langsung menjual emas lewat aplikasi, dan uangnya otomatis masuk ke rekening pribadinya. Tidak perlu antre, tidak perlu menunggu lama dan prosesnya dinilai cepat, aman, dan transparan.
Yang paling menarik menurutnya adalah fleksibilitas dalam menentukan tujuan keuangan. Emas fisik dia jadikan tabungan jangka panjang untuk tujuan besar seperti biaya sekolah dan kuliah anak, rencana naik haji dan umrah, serta persiapan pensiun keluarganya kelak. Sementara Tabungan Emas Pegadaian Digital digunakan untuk menabung rutin dengan nominal kecil, yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk kebutuhan menengah atau darurat.
“Dulu saya berpikir investasi itu sulit dan butuh modal besar. Tapi ternyata lewat Pegadaian, semua bisa dimulai dari langkah kecil. Sekarang saya malah merasa lebih tenang karena punya pegangan untuk masa depan,” ujarnya.
Dia pun berharap agar generasi muda bisa lebih melek terhadap literasi keuangan, terutama dalam hal investasi. “Banyak anak muda yang lebih dulu beli barang konsumtif dibanding menabung. Padahal kalau mulai dari usia muda, manfaatnya bisa luar biasa besar. Menabung emas itu bukan hanya tentang punya harta, tapi juga membangun masa depan. Yuk, mulai menabung emas dan cicil emas di Pegadaian terdekat,” ungkapnya.
Kisah Wilna ini hanyalah satu dari puluhan juta cerita nasabah Pegadaian di seluruh Indonesia yang telah merasakan manfaat investasi emas. Perseroan mencatat di 2025 jumlah nasabahnya mencapai 28 juta orang, dimana 4 juta diantaranya adalah nasabah Bank Emas Pegadaian.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil Pekanbaru Eko Supriyanto mengatakan dengan banyaknya kisah keberhasilan investasi emas di masyarakat ini, menjadi bukti nyata bahwa literasi keuangan tidak hanya bisa membentuk perilaku menabung yang sehat, tetapi juga membantu warga menjadi lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan ekonomi ke depan yang semakin tidak pasti.
Eko menyatakan pihaknya terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan investasi emas yang inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat. “Pegadaian ingin menjadi bagian dari perjalanan finansial masyarakat Indonesia, bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra perencanaan keuangan yang aman dan terpercaya,” ujarnya.
Eko mengatakan minat masyarakat Riau dalam berinvestasi emas memang terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Dari data kami, secara tahunan atau year on year, sampai Oktober 2025 ini nilai pembiayaan emas yang kami salurkan mengalami pertumbuhan sebesar 142,26%,” ujar Eko.
Secara nominal, hingga pekan kedua Oktober 2025, nilai pembiayaan emas yang telah disalurkan Pegadaian Kanwil Pekanbaru mencapai Rp494,38 miliar. Angka ini mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan akhir 2024 yang masih berada di posisi Rp221,99 miliar.
Eko menambahkan, program Cicil Emas dan Tabungan Emas dari Pegadaian telah menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin berinvestasi tanpa tekanan berupa keharusan menyiapkan uang dalam jumlah besar di awal. “Kami memahami bahwa tidak semua orang bisa langsung membeli emas secara tunai dan nominal besar. Karena itu, Pegadaian memberikan alternatif investasi bertahap yang bisa disesuaikan dengan kemampuan. Prinsipnya sederhana yaitu dimulai dari nominal kecil, tapi konsisten,” katanya.
Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa emas masih menjadi pilihan investasi yang paling stabil dan menguntungkan dalam jangka panjang. Selain nilainya yang cenderung naik setiap tahun, emas juga bisa menjadi pelindung nilai atau hedging terhadap inflasi. “Pegadaian ingin menumbuhkan kesadaran bahwa emas bukan hanya barang mewah, melainkan aset yang melindungi masa depan. Dan kami ingin agar generasi muda menjadi bagian dari gerakan menabung emas ini,” jelasnya.
Dengan berbagai inovasi digital, seperti aplikasi Pegadaian Digital Service yang kini telah menjadi Tring! by Pegadaian, Eko berharap semakin banyak masyarakat, terutama kaum muda dan pekerja produktif, yang tergerak untuk menabung emas sejak dini. “Investasi emas adalah cara sederhana untuk melatih disiplin finansial. Mulai dari langkah kecil hari ini, manfaatnya bisa dirasakan bertahun-tahun ke depan,” pungkasnya.
