Kepsek Dini Tampar Siswa Merokok Dipecat, 634 Siswa Mogok, Guru Ungkap Kebiasaan Buruk

Posted on

Kasus Kepala Sekolah yang Menampar Siswa di SMAN 1 Cimarga, Banten

Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak, Banten, Dini Fitria, dicopot dari jabatannya setelah menampar seorang siswa yang ketahuan merokok. Kejadian ini memicu reaksi keras dari para siswa dan orang tua, serta berujung pada tindakan hukum.

Penyebab Pemecatan

Dinas Pendidikan telah mengeluarkan kebijakan pencopotan Dini sebagai kepala sekolah. Orangtua ILP (siswa yang ditampar) melaporkan Dini atas kasus kekerasan. Selain itu, 634 murid kompak tidak masuk sekolah pada Selasa (14/10/2025), karena merasa kesal dengan tindakan Dini yang sering berbuat kasar selama 3 tahun menjabat sebagai kepala sekolah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, menyatakan bahwa langkah ini diambil agar situasi di sekolah kembali kondusif. “Supaya nanti clear, karena dari murid-murid sekolah SMA 1 Cimarga itu kan akhirnya jadi pada gak masuk sekolah karena kejadian itu,” ujar Deden kepada wartawan.

Peristiwa Tamparan

ILP, siswa kelas XII, ditampar oleh kepala sekolah lantaran kedapatan merokok. Dari pengakuannya, kejadian bermula saat dirinya merokok di belakang warung yang berada di sekitar sekolah. Saat itu ia bertemu dengan kepala sekolah yang langsung menegurnya. “Saya kaget waktu ketemu kepsek. Rokok langsung saya buang, tapi disuruh nyari lagi sama kepala sekolah. Enggak ketemu-ketemu, lalu kepsek bilang saya bohong,” jelasnya.

Tidak hanya ditegur, ILP juga mengaku mendapat sejumlah kekerasan dari kepala sekolah. “Terus beliau marah, nendang saya di bagian punggung, terus nampol saya di pipi kanan.” Ia juga menceritakan bahwa kepala sekolah memberinya makian dan kata-kata kasar.

Akui Tindakan yang Dilakukan

Aksi kekerasan fisik itu diakui Dini Fitria. Dalam sebuah video yang diterima TribunBanten.com, Senin (13/10/2025), Dini menjelaskan peristiwa terjadi pada Jumat saat pelaksanaan program Jumat bersih. Saat dia berkeliling, ia melihat siswa tengah merokok di dekat warung kecil yang berada di luar pagar sekolah.

“Jumat bersih itu bagian dari rangkaian kegiatan pembentukan karakter para siswa. Saya lihat dari jarak sekitar 20-30 meter, ada asap rokok di tangan anak itu. Saya panggil dengan suara agak keras, karena jaraknya cukup jauh. Anak itu langsung lari.”

Menurut Dini, saat dimintai keterangan, siswa itu tidak mengakui perbuatannya. Hal itulah yang membuatnya emosi lantaran merasa dibohongi. Dini juga mengakui telah menampar siswa tersebut, akan tetapi menurutnya tidak begitu keras.

Tabiat Kepala Sekolah yang Marah-Marah

Guru SMAN 1 Cimarga mengungkapkan bahwa Dini Fitria memiliki tabiat yang suka marah-marah dan bikin resah. Para guru mengatakan Kepsek Dini sering marah-marah kepada guru dan orangtua murid.

“Memang kita akui, karakter Kepsek itu agak sering marah, emosinya sering meluap-luap,” ujar salah satu guru. Mereka menyebut, emosi Kepsek tidak hanya kepada para siswa, melainkan juga kepada dewan guru-guru.

Kepala Sekolah Baru Tiga Tahun

Kepsek Dini Fitria disebut baru tiga tahun menjabat sebagai Kepsek SMAN 1 Cimarga. Terlebih, tambah dia, banyak para siswa yang kecewa dengan sikap dan perilaku Kepsek tersebut.

“Baru tiga tahun baru jadi Kepsek di sini. Emang Ibu Kepsek kalau marah suka meluap-luap, cuma kalau main tangan baru sekarang,” katanya.

Reaksi Siswa dan Guru

Kejadian mogok sekolah buntut kejadian pada Jumat 10 Oktober 2025, menurut guru. “Kejadian itu akumulatif dari kejadian kemarin ketika anak-anak ditegur di depan siswa yang lain.”

Para siswa merasa tidak nyaman dengan cara peneguran yang dilakukan oleh kepala sekolah. “Saya juga kalau jadi orangtua siswa, kalau diperlakukan seperti anak saya, saya tidak terima dengan perkataannya.”