Pentingnya Dzikir Pagi dan Petang dalam Kehidupan Seorang Muslim
Setiap hari yang kita jalani adalah anugerah dari Allah SWT. Oleh karena itu, waktu pagi dan petang menjadi momen istimewa bagi seorang muslim untuk mengisi hati dengan rasa syukur, doa, dan ingatan kepada-Nya. Dzikir pagi dan petang merupakan amalan yang sangat dianjurkan, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW, untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan meraih keberkahan dalam hidup.
Dzikir tidak hanya sekedar lantunan lisan, melainkan bentuk pengakuan hati yang penuh kesadaran akan kebesaran Allah SWT. Dengan berdzikir, seseorang akan merasakan ketenangan, perlindungan, dan kekuatan batin dalam menghadapi tantangan sehari-hari.
Pengertian Dzikir Pagi dan Petang
Secara bahasa, dzikir berarti mengingat. Sedangkan dalam konteks ibadah, dzikir berarti menyebut dan mengingat Allah SWT dengan hati dan lisan melalui bacaan-bacaan tertentu. Dzikir pagi dilakukan saat terbit fajar hingga matahari meninggi, sedangkan dzikir petang dianjurkan dilakukan setelah Ashar hingga matahari terbenam.
Waktu-waktu tersebut dipilih karena merupakan saat pergantian siang dan malam, di mana manusia disunnahkan untuk memperbarui keimanan dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang
Melindungi dari Segala Gangguan dan Keburukan
Dzikir pagi dan petang dapat diibaratkan sebagai pelindung spiritual bagi seorang muslim. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa barang siapa membaca dzikir tertentu pada pagi dan sore hari, maka Allah akan melindunginya dari segala keburukan hingga waktu berikutnya.
Dzikir seperti membaca Ayat Kursi atau Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas berfungsi sebagai pelindung dari gangguan jin, sihir, serta energi negatif di sekitar.
Menenangkan Hati dan Pikiran
Dzikir memiliki kekuatan untuk menenangkan jiwa dan membawa ketenangan. Dengan rutin berdzikir di pagi dan sore hari, pikiran menjadi lebih jernih, emosi lebih terkendali, dan hati lebih damai, sehingga seseorang dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan bijak.
Menambah Pahala dan Menghapus Dosa
Setiap kali kita menyebut nama Allah, dosa-dosa kecil kita akan terhapus. Dzikir seperti istighfar dan tasbih menjadi cara untuk membersihkan jiwa. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang mengucapkan Subhanallah wa bihamdih seratus kali sehari, dosanya akan diampuni, meski seperti buih di lautan yang tak terhitung banyaknya.
Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT
Melakukan dzikir di pagi hari dapat meningkatkan fokus, memberikan rasa tenang, dan bersemangat dalam menjalani aktivitas.
Membuka Pintu Rezeki
Dzikir juga digunakan sebagai bentuk komunikasi langsung dengan Allah SWT. Semakin sering seseorang berdzikir, semakin dekat hatinya kepada-Nya.
Anjuran Bacaan Dzikir Pagi dan Petang
Taawudz (Pagi dan Petang, 1x)
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Latin: A‘ūdzu billāhi minas-syayṭānir-rajīm
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) (Pagi dan Petang 1x)
Dibaca sebagai perlindungan diri dari gangguan setan.
Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (Pagi dan Petang, masing-masing 3x)
Doa-Doa
Doa Pertama (Pagi, 1x)
أصْبَحْنا وَأَصْبَحَ المُلكُ لله وَالحَمدُ لله، لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك ولهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قدير. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرٌ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا تَعْدَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ سَر مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أعُوذُ بك من الكسل وسوء الكبر، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ في النَّارِ وَعَذَابٍ في القبر
Latin: Asbaḥnā wa asbaḥal-mulku lillāh, wal-ḥamdu lillāh, lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku walahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Rabbi as’aluka khaira mā fī hādzal-yaumi wa khaira mā ba‘dahu, wa a‘ūdzu bika min syarri mā fī hādzal-yaumi wa syarri mā ba‘dahu. Rabbi a‘ūdzu bika minal-kasali wa sū’il-kibar, rabbi a‘ūdzu bika min ‘adzābin fin-nāri wa ‘adzābin fil-qabr.
Artinya: Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.
Doa Pertama (Petang, 1x)
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا.
رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.
Latin: Amsainā wa amsal-mulku lillāh, wal-ḥamdu lillāh, lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku walahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Rabbi as’aluka khaira mā fī hādzihil-lailati wa khaira mā ba‘dahā, wa a‘ūdzu bika min syarri mā fī hādzihil-lailati wa syarri mā ba‘dahā. Rabbi a‘ūdzu bika minal-kasali wa sū’il-kibar, rabbi a‘ūdzu bika min ‘adzābin fin-nāri wa ‘adzābin fil-qabr.
Artinya: Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.
Doa Kedua (Pagi, 1x)
اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّسُورُ
Latin: Allāhumma bika aṣbaḥnā, wa bika amsainā, wa bika naḥyā, wa bika namūtu, wa ilaika n-nusyūr.
Artinya: Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).
Doa Kedua (Petang, 1x)
اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Latin: Allāhumma bika amsainā, wa bika aṣbaḥnā, wa bika naḥyā, wa bika namūtu, wa ilaikal-maṣīr.
Artinya: Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).
Sayyidul Istighfar (Pagi dan Petang, 1x)
Dibaca untuk menghapus dosa.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Latin: Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mā staṭa‘t, a‘ūdzu bika min syarri mā ṣana‘t, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u bidzanbī, faghfir lī, fa innahu lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.
Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berpegang pada janji dan perjanjian-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui segala nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.
Doa Memohon Keselamatan Allah (Pagi dan Petang, 3x)
اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
Latin: Allaahumma ‘aafinii fii badanii, Allaahumma ‘aafinii fii sam’ii, Allaahumma ‘aafinii fii bashorii, laa ilaaha illaa Anta. Allaahumma innii a’uudzu bika minal kufri wal faqr, wa a’uudzu bika min ‘adzaabil qabr, laa ilaaha illaa Anta.
Artinya: Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.
Doa Memohon Keselamatan Dunia dan Akhirat (Pagi dan Petang, 1x)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Latin: Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid-dunyaa wal-aakhirah. Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allaahumastur ‘awraatii wa aamin rau‘aatii. Allaahummahfazhnii mim bayni yadayya wa min khalfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii, wa a‘uudzu bi ‘azhomatika an ughtaala min tahtii.
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).
Doa Memohon Perlindungan Allah (Petang, 1x)
اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
Latin: Allaahumma bika amsaynaa wa bika ashbahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashīr.
Artinya: Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).
Dzikir Pertama (Pagi dan Petang, 1x)
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Latin: Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim
Artinya: Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang Muslim.
Dzikir Kedua (Pagi dan Petang, 1x)
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
Artinya: Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Dzikir Ketiga (Pagi dan Petang, 1x)
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Latin: Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.
Artinya: ku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).
Dzikir Keempat (Pagi dan Petang, 1x)
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
Latin: Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
Artinya: Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).
Dzikir Kelima (Pagi, 1x)
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Latin: Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin.
Artinya: Di waktu pagi kami berada di atas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dan agama Lyah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, Muslim dan tidak tergolong orang orang musyrik.
Dzikir Kelima (Petang, 1x)
أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ، وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Latin: Amsainaa ‘alaa fithrotil islaam, wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa muhammadin shollallaahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiinaa ibroohiim, haniifan musliman wa maa kaana minal musyrikiin.
Artinya: Di waktu sore kami berada di atas fitrah islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, Mustim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.
Dzikir Ketujuh (Pagi, 3x)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Latin: Subhaanallaahi wa bihamdihi ‘adada kholqih, wa ridhoo nafsih, wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimatih.
Artinya: Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sesuai keridhaan-Nya, seberat timbangan arasy-Nya dan sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.
Dzikir Kedelapan (Pagi, 1x)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Latin: Allahumma innii as-aluka ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
Artinya: Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal, dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).
Dzikir Kesembilan (Pagi dan Petang, 10x)
اَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir
Artinya: Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.
Dzikir Kesepuluh (Pagi dan Petang, 100x)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhaanallaahi wa bihamdih.
Artinya: Maha Suci Allah, aku memuji-Nya.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullah wa atuubu ilaih.
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.


