Penjelasan Mengenai Surat Al-Muthaffifin
Surat Al-Muthaffifin adalah salah satu surat dalam Al-Qur’an yang mengandalkan peringatan keras terhadap tindakan tidak jujur, khususnya dalam hal menakar dan menimbang. Ayat pertama dari surat ini berbunyi:
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ
Artinya: “Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang).”
Ayat ini menjadi awal dari sebuah peringatan yang sangat berat dari Allah SWT terhadap mereka yang melakukan kecurangan dalam transaksi atau pengukuran. Dalam konteks ini, “muthaffifin” merujuk pada orang-orang yang mengurangi takaran atau timbangan saat menjual barang kepada orang lain, meskipun hanya sedikit.
Makna Ayat 1-3 Surat Al-Muthaffifin
Berikut penjelasan lengkap mengenai ayat-ayat tersebut:
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ
“Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang).”
الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ
“(Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dicukupkan.”
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ
“Dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi.”
Dari ayat-ayat ini, kita dapat memahami bahwa Allah melarang segala bentuk kecurangan dalam transaksi. Tidak peduli seberapa kecil pengurangan itu, jika dilakukan secara sengaja, maka akan mendapat ancaman dari-Nya.
Pendapat Ulama Tentang Kata “Wailul”
Kata وَيْلٌ memiliki dua pendapat di kalangan para ahli tafsir. Pendapat pertama menyebutkan bahwa kata ini adalah nama sebuah lembah di neraka jahannam. Namun, pendapat kedua lebih kuat karena mengembalikan makna kata tersebut ke dalam uslub bahasa Arab, yaitu “kecelakaan dan kebinasaan”. Pendapat ini lebih sesuai dengan konteks ayat yang memberi peringatan keras terhadap pelaku kecurangan.
Peristiwa Kaum Madyan
Allah SWT pernah menurunkan azab kepada umat Madyan karena mereka tidak mematuhi perintah-Nya untuk tidak mengurangi takaran dan timbangan. Nabi Syu’aib a.s. telah memperingatkan mereka, tetapi mereka tetap bersikeras. Akhirnya, azab datang dan mereka binasa.
Peringatan untuk Seluruh Umat
Ayat-ayat ini bukan hanya berlaku untuk pengurangan takaran dan timbangan, tetapi juga bisa diqiyaskan kepada berbagai bentuk kecurangan lainnya. Misalnya, ketika seseorang hanya menilai orang lain dengan keburukan tanpa mempertimbangkan kebaikan, atau ketika seseorang hanya ingin haknya dipenuhi tetapi tidak memperhatikan hak orang lain.
Kebiasaan Buruk dan Balasan
Orang-orang yang suka berbohong dan berbuat curang akan menerima balasan yang sangat pedih. Dalam beberapa hadis, disebutkan bahwa di alam kubur, mulut mereka akan dirobek hingga hari Kiamat. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya dosa yang dilakukan.
Bacaan Lengkap Surat Al-Muthaffifin
Berikut bacaan lengkap Surat Al-Muthaffifin ayat 1-36:
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ
Celakalah orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!
الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ
(Mereka adalah) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi.
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ
(Sebaliknya,) apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi.
اَلَا يَظُنُّ اُولٰۤىِٕكَ اَنَّهُمْ مَّبْعُوْثُوْنَ
Tidakkah mereka mengira (bahwa) sesungguhnya mereka akan dibangkitkan…
لِيَوْمٍ عَظِيْمٍ
pada suatu hari yang besar (Kiamat)?
يَّوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
(yaitu) hari (ketika) manusia bangkit menghadap Tuhan seluruh alam?
كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْفُجَّارِ لَفِيْ سِجِّيْنٍ
Jangan sekali-kali begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar (tersimpan) dalam Sijjīn.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سِجِّيْنٌ
Tahukah engkau apakah Sijjīn itu?
كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌ
(Ia adalah) kitab yang berisi catatan (amal).
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
Celakalah pada hari itu bagi para pendusta,
الَّذِيْنَ يُكَذِّبُوْنَ بِيَوْمِ الدِّيْنِ
yaitu orang-orang yang mendustakan hari Pembalasan.
وَمَا يُكَذِّبُ بِهٖٓ اِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍ
Tidak ada yang mendustakannya, kecuali setiap orang yang melampaui batas lagi sangat berdosa.
اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ
Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “(Itu adalah) dongeng orang-orang dahulu.”
كَلَّا بَلْࣝ رَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Sekali-kali tidak! Bahkan, apa yang selalu mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.
كَلَّآ اِنَّهُمْ عَنْ رَّبِّهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّمَحْجُوْبُوْنَ
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (rahmat) Tuhannya.
ثُمَّ اِنَّهُمْ لَصَالُوا الْجَحِيْمِ
Sesungguhnya mereka kemudian benar-benar masuk (neraka) Jahim.
ثُمَّ يُقَالُ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَ
Lalu dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang selalu kamu dustakan.”
كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْاَبْرَارِ لَفِيْ عِلِّيِّيْنَ
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam ‘Illiyyīn.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا عِلِّيُّوْنَ
Tahukah engkau apakah ‘Illiyyīn itu?
كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌ
(Itulah) kitab yang berisi catatan (amal)
يَّشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُوْنَ
yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah).
اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍ
Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.
عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ يَنْظُرُوْنَ
Mereka (duduk) di atas dipan-dipan (sambil) melepas pandangan.
تَعْرِفُ فِيْ وُجُوْهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيْمِ
Engkau dapat mengetahui pada wajah mereka gemerlapnya kenikmatan.
يُسْقَوْنَ مِنْ رَّحِيْقٍ مَّخْتُوْمٍ
Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih diberi lak (sebagai jaminan keasliannya).
خِتٰمُهٗ مِسْكٌ
Laknya terbuat dari kasturi.
وَفِيْ ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنٰفِسُوْنَ
Untuk (mendapatkan) yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.
وَمِزَاجُهٗ مِنْ تَسْنِيْمٍ
Campurannya terbuat dari tasnīm,
عَيْنًا يَّشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُوْنَ
(yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang didekatkan (kepada Allah).
اِنَّ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَضْحَكُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu selalu mentertawakan orang-orang yang beriman.
وَاِذَا مَرُّوْا بِهِمْ يَتَغَامَزُوْنَ
Apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.
وَاِذَا انْقَلَبُوْٓا اِلٰٓى اَهْلِهِمُ انْقَلَبُوْا فَكِهِيْنَ
Apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria (dan sombong).
وَاِذَا رَاَوْهُمْ قَالُوْٓا اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَضَاۤلُّوْنَ
Apabila melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,”
وَمَآ اُرْسِلُوْا عَلَيْهِمْ حٰفِظِيْنَ
padahal mereka (orang-orang yang berdosa itu) tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin).
فَالْيَوْمَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُوْنَ
Pada hari ini (hari Kiamat), orang-orang yang berimanlah yang menertawakan orang-orang kafir.
عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ يَنْظُرُوْنَ
Mereka (duduk) di atas dipan-dipan (sambil) melepas pandangan.
هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ
Apakah orang-orang kafir itu telah diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang selalu mereka perbuat?