Insiden Ledakan Misterius di Tangerang Selatan Masih Menyisakan Pertanyaan
Insiden ledakan misterius yang terjadi di Jalan Talas II, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan masih menjadi perhatian publik. Warga setempat telah memberikan kesaksian mengenai kronologi kejadian tersebut, sementara pihak berwajib menemukan dugaan penyebab ledakan berdasarkan hasil penyelidikan.
Pengalaman Warga Sebelum Ledakan Terjadi
Menurut keterangan Nafsiah (48), sebelum ledakan terjadi, ada benda yang jatuh di kamarnya. Benda tersebut tampak bergerak di plafon rumah, lalu tiba-tiba meledak. Meski ledakan terjadi di rumah lain, sekitar 30 meter dari tempat tinggal Nafsiah, ia merasa aneh dengan kejadian tersebut.
“Ada benda jatuh, suaranya besar sekali, seperti bedug. Gak lama kemudian terdengar suara seperti kucing berantem, geruduk-geruduk, dur, gitu,” ujar Nafsiah saat berbicara kepada TribunJakarta di lokasi kejadian.
Ia sedang berada di kamar saat benda itu jatuh di atasnya. Setelah ledakan terjadi, Nafsiah melihat genting rumah tetangganya sudah berjatuhan dan pecah di tanah. Ia juga melihat korban yang mengalami luka parah dan berdarah-darah.
“Korban berdarah-darah, yang luka parah ada empat orang,” kata Nafsiah. Selain itu, tiga orang lainnya juga luka dan dibawa ke rumah sakit.
Nafsiah merasa tidak memahami bagaimana benda yang jatuh di kamarnya bisa meledak di rumah lain. “Kalau gas bocor, masa datengnya dari rumah saya dulu sih,” katanya. Ia menyebut bahwa genting di atap rumahnya rusak akibat benda yang jatuh dan bergerak di atasnya.
Kondisi Bangunan Pasca Ledakan
Pantauan di lokasi kejadian pada pukul 09.30 WIB menunjukkan tiga rumah yang terdampak paling parah hancur total. Seluruh atap ambruk rata dengan tanah, hanya dinding yang tersisa dengan banyak retakan. Aparat kepolisian dan TNI terlihat ramai di lokasi, mereka melakukan wawancara terhadap warga dan mengobservasi lokasi kejadian.
Penyebab Ledakan Berdasarkan Hasil Penyelidikan
Berdasarkan hasil penyelidikan, dugaan sementara menyebutkan bahwa ledakan disebabkan oleh kebocoran tabung gas elpiji. Komandan Datasemen Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya, Kompol Nofriansyah, menjelaskan bahwa hasil olah TKP menunjukkan adanya akumulasi gas dalam ruangan tertutup yang terpicu percikan api.
Temuan regulator gas elpiji 12 kilogram (kg) yang rusak dan dililit isolasi hitam mendukung dugaan ini. Saat ditemukan, tabung gas tersebut dalam kondisi kosong, serta tuas kompor gas dalam posisi ‘ON’. Selain itu, ditemukan bekas efek api pada benda-benda yang mudah terbakar.
Tim Gegana juga tidak menemukan adanya bahan peledak di sekitar lokasi kejadian. “Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya residu bahan peledak di lokasi kejadian,” ujar Kompol Nofriansyah.
Kesimpulan
Meski pihak kepolisian telah memberikan penjelasan mengenai penyebab ledakan, beberapa warga masih merasa tidak puas dengan penjelasan tersebut. Mereka tetap bertanya-tanya tentang bagaimana benda yang jatuh di kamarnya bisa meledak di rumah lain. Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mencari jawaban yang lebih jelas.


