Laba Bank Milik Konglomerat RI Menurun hingga Kuartal III/2025

Posted on

Kinerja Bank Milik Konglomerat di Indonesia pada Kuartal III/2025

Sejumlah konglomerat di Tanah Air memiliki kepemilikan saham perbankan yang bertujuan untuk mendukung bisnis konglomerasi mereka. Berikut adalah rangkuman kinerja sejumlah bank yang dimiliki oleh konglomerat atau orang terkaya di Indonesia per kuartal III/2025.

BCA (Bank Central Asia)

PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) beserta entitas anak usaha melaporkan raihan laba bersih pada kuartal III/2025 senilai Rp43,4 triliun. Nilai itu tumbuh 5,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp41,1 triliun. Pertumbuhan kredit sebesar 7,6% year-on-year (YoY) menjadi Rp944 triliun juga menjadi penopang kinerja BCA.

Dari sisi himpunan dana pihak ketiga (DPK), terdapat pertumbuhan sebesar 7% secara tahunan yang ditopang utamanya oleh pendanaan murah atau current account saving account (CASA).

Bank Panin

PT Bank Panin Tbk. (PNBN) milik taipan Mu’min Ali Gunawan mencatatkan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,11 triliun hingga September 2025, turun 3,14% dibandingkan Rp2,18 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih terkoreksi karena PaninBank meningkatkan pencadangan untuk mengantisipasi penurunan kualitas portofolio kredit dengan membukukan biaya cadangan sebesar Rp1,22 triliun, atau naik 35,12% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 2024.

Di sisi intermediasi, kredit yang diberikan Bank Panin per September 2025 tercatat Rp141,98 triliun, turun 4,71% dibanding Rp149,02 triliun pada tahun sebelumnya.

Bank Mega

PT Bank Mega Tbk. (MEGA) membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp2,2 triliun hingga September 2025. Angka itu tumbuh 10,12% secara tahunan (year on year/YoY) dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,0 triliun.

Penurunan bunga bersih sebesar 5,29% YoY menjadi Rp3,80 triliun pada kuartal III/2025 disebabkan oleh menyusutnya pendapatan bunga sebesar 0,94% YoY menjadi Rp7,69 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp7,76 triliun.

Dari sisi intermediasi, Bank Mega membukukan pertumbuhan kredit sebesar 5,03% YoY menjadi Rp63,91 triliun pada kuartal III/2025.

Allo Bank

PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp379,87 miliar pada kuartal III/2025. Angka itu tumbuh 25,54% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp302,58 miliar.

Pendapatan bunga sebesar Rp1,34 triliun hingga September 2025, tumbuh 24,46% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp1,08 triliun. Beban bunga perseroan tercatat meningkat 11,08% YoY menjadi Rp291,75 miliar.

Dari sisi intermediasi, Allo Bank mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp8,47 triliun pada kuartal III/2025. Angka itu tumbuh 15,58% YoY dibanding kuartal III/2024 yang sebesar Rp7,33 triliun.

MNC Bank

PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp60,39 miliar hingga September 2025. Realisasi itu tumbuh 22,09% secara tahunan (year on year/ YoY) dari periode yang sama tahun lalu Rp49,46 miliar.

Bank milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo ini membukukan pertumbuhan kredit sebesar 2,20% YoY menjadi Rp11,08 triliun. Segmentasi kredit yang salurkan didominasi oleh wholesale business sebesar Rp7,48 triliun, diikuti konsumer sebesar Rp1,60 triliun, multifinance sebesar Rp1,57 triliun, dan SME sebesar Rp436 miliar.

Bank Ina

PT Bank Ina Perdana Tbk. mencatat penurunan laba bersih signifikan pada kuartal III/2025, meski kinerja intermediasi dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) masih tumbuh kuat.

Laba bersih tahun berjalan bank milik Salim Group pada kuartal III/2025 tercatat sebesar Rp32,85 miliar, merosot 70,19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp110,23 miliar.

Meski laba tertekan, penyaluran kredit Bank Ina masih tumbuh solid. Total kredit yang diberikan mencapai Rp15,02 triliun per September 2025, meningkat 13,37% dibandingkan posisi Rp13,24 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Bank Mayapada

PT Bank Mayapada Internasional Tbk. mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp41,64 miliar, turun 16,06% pada kuartal III/2025 dibandingkan Rp49,61 miliar pada kuartal III/2024.

Kenaikan terjadi pada pendapatan bunga yang mencapai Rp9,52 triliun, meningkat 18,5% dibandingkan Rp8,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, beban bunga juga ikut naik menjadi Rp7,12 triliun atau meningkat 1% dari Rp6,19 triliun.

Dari sisi intermediasi, kredit yang diberikan Bank Mayapada tercatat Rp105,51 miliar atau turun 0,8% dibandingkan Rp106,37 miliar pada kuartal III/2024. Adapun cadangan kerugian penurunan nilai atas kredit yang diberikan berkurang 10,67% menjadi Rp1,24 triliun dari Rp1,39 triliun.