Ringkasan Berita:
- Dugaan perampokan disertai pembunuhan terjadi di rumah mewah Haji Maman Suherman, Cilegon, sELASA (16/12/2025).
- Peristiwa itu menewaskan anak bungsunya berusia 9–10 tahun dengan 14 luka tusukan.
- Haji Maman Suherman dikenal sebagai pengusaha sukses di Cilegon, pernah aktif di PPP, dan kini menjabat Dewan Pakar PKS Kota Cilegon.
PasarModern.com, KOTA CILEGON– Suasana rumah mewah di perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon yang diduga menjadi lokasi perampokan disertai pembunuhan pada Rabu, (17/12/2025) sekira pukul 09.47 WIB nampak terlihat sepi.
Pantauan Jurnalis PasarModern.comdi lokasi, nampak beberapa orang duduk di halaman rumah.
Karangan bunga ucapan belasungkawa juga tampak berjejer di depan halaman rumah mewah tersebut, mulai dari keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, keluarga besar SD Islam Al-Azhar 40 Cilegon, serta karangan bunga dari Wakil Bupati Serang, Najib Hamas.
Petugas kepolisian saati ini belum nampak terlihat di tempat kejadian perkara (TKP) rumah mewah BBS, Kota Cilegon.
Menurut seorang warga yang ditemui di lokasi menuturkan, saat ini jenazah korban bernama Muhammad Axle sudah di pindahkan ke rumah lain yang jaraknya sekira 400 meter dari lokasi kejadian.
“Kalau jenazah nya sekarang ada di rumah satunya, jaraknya kurang lebih 400 meter dari lokasi rumah yang menjadi lokasi kejadian,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.
Saat ini, Jurnalis PasarModern.comtengah melakukan upaya konfirmasi kepada pihak kepolisian Polres Cilegon.
Namun, hingga berita ini ditayangkan Polres Cilegon belum memberikan respons.
Diberitakan sebelumnya, pemilik rumah mewah di kawasan BBS III, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon yang diduga jadi korban perampokan disertai pembunuhan.
Insiden yang terjadi pada Selasa (16/12/2025) itu, menewaskan bocah laki-laki berinisial MAHM berusia sekitar 9-10 tahun yang tak lain merupakan anak bungsu dari Maman Suherman.
Peristiwa tragis itu diketahui Maman ketika dirinya berada di kantor menerima telepon darurat dari anak keduanya.
Peristiwa itu sempat menggemparkan warga sekitar hingga warga berkumpul ke rumah korban sampai larut malam.
Lantas siapa Haji Maman Suherman, pemilik rumah mewah yang diduga jadi korban perampokan disertai pembunuhan tersebut?
Sosok Maman Suherman
Berdasarkan penelusuran PasarModern.com, Maman Suherman diketahui merupakan seorang pengusaha sukses di Kota Cilegon, Banten.
Selain itu, ia sempat aktif di bidang politik dan pernah menjabat Sekretaris DPC PPP Kota Cilegon.
Ia bahkan sempat digadang-gadang untuk menjadi calon Wakil Wali Kota mendampingi calon Wali Kota Cilegon Ratu Ati Marliati pada tahun 2020. Meski banyak mendapatkan dukungan, namun saat itu Ratu Ati Marliati maju didampingi Sokhidin.
Saat ini Maman Suherman tercatat sebagai Dewan Pakar PKS Kota Cilegon.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan data yang dihimpun PasarModern.com, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB, saat ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya, D (8), yang berteriak meminta pertolongan.
D diketahui berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung.
Mendapat kabar tersebut, H. Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah.
Setibanya di lokasi, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah.
“Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis,” demikian keterangan awal yang diterima dari Polsek Cilegon, Polres Cilegon.
Korban sempat dilarikan ke RS Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya.
Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.
Tak berselang lama, tepatnya pukul 15.20 WIB, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi.
Hingga saat ini, jenazah korban masih berada di RS Bethsaida, Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon, untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak Polres Cilegon memastikan bahwa kasus dugaan pembunuhan tersebut masih dalam tahap penyelidikan intensif.
Polisi belum mengungkap motif maupun terduga pelaku, dan masih mendalami seluruh fakta serta alat bukti yang ditemukan di lapangan.
“Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab dan kronologi lengkap kejadian ini,” ujar sumber kepolisian.
Kasus ini menyita perhatian warga sekitar dan menimbulkan duka mendalam, mengingat korban merupakan anak di bawah umur dan peristiwa terjadi di dalam lingkungan rumah tinggal.
Pantauan PasarModern.comdi lokasi kejadian sekitar pukul 20.30 WIB, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan di rumah korban.
Puluhan warga setempat serta keluarga korban tampak hilir mudik di rumah duka.
Rumah gedung berwarna putih tersebut memiliki arsitektur bergaya Eropa-Amerika klasik dengan panjang area bangunan sekitar 40 meter.
Di sisi jalan atau bahu jalan dekat pagar rumah korban, tampak dipenuhi mobil dan sepeda motor milik warga yang datang untuk melayat maupun melihat langsung lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, kamera pengawas (CCTV) rumah korban disebut tidak berfungsi. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut.
Di bagian depan gerbang rumah, tampak dua karangan bunga ucapan duka cita atas meninggalnya Muhammad Aksel Putra Bapak Maman Suherman (Dewan Pakar PKS).
Diberitakan sebelumnya, warga Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, digegerkan dengan dugaan perampokan disertai pembunuhan di sebuah rumah mewah pada Selasa (16/12/2025).
Dalam peristiwa tersebut, seorang anak dari pemilik rumah dilaporkan meninggal dunia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, rumah mewah yang menjadi lokasi kejadian diketahui milik Haji Maman Suherman.
Peristiwa tragis itu sontak menggegerkan warga kompleks perumahan yang dikenal cukup tertutup dan memiliki sistem keamanan ketat.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah kendaraan kepolisian terparkir di sekitar rumah korban.
Garis polisi tampak terpasang di area pintu masuk, sementara petugas kepolisian terlihat keluar masuk rumah untuk melakukan olah TKP.
“Betul, katanya terjadi perampokan dan anak dari Pak Haji Maman meninggal dunia,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, kronologi lengkap kejadian masih belum dapat dipastikan.
Saat dikonfirmasi, pihak kepolisian mengaku masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan barang bukti di lokasi kejadian.
Petugas belum memberikan keterangan resmi terkait motif perampokan, identitas pelaku, maupun kondisi korban secara rinci.
Proses olah TKP masih berlangsung untuk mengungkap peristiwa tersebut secara menyeluruh.
Kasus ini kini ditangani oleh Polres Cilegon guna memastikan penyebab kejadian serta mengungkap pelaku yang bertanggung jawab.


