Prestasi Global: Desa Kemiren Dinobatkan sebagai Salah Satunya Desa Wisata Terbaik Dunia 2025
Desa Kemiren, yang terletak di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, kini menjadi salah satu desa wisata terbaik dunia 2025 dalam kategori Upgrade Programme oleh UN Tourism (UNWTO). Prestasi ini memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang kaya akan budaya dan kearifan lokal.
Event Unggulan: Festival Ngopi Sepuluh Ewu
Salah satu event yang mencerminkan kekayaan budaya suku Osing adalah Festival Ngopi Sepuluh Ewu. Acara tahunan ini menawarkan pengalaman unik dengan menyajikan sebanyak 10 ribu cangkir kopi gratis kepada para pengunjung. Acara ini digelar di jalan utama Desa Kemiren, di mana ratusan orang duduk santai sambil menikmati suasana syahdu dan keramahtamahan warga.
Wisatawan dari berbagai daerah, termasuk luar negeri, hadir untuk merayakan festival ini. Adela, wisatawan asal Ceko, mengatakan bahwa ia menyukai kehangatan dan kebaikan masyarakat setempat. Sebastian, wisatawan asal Prancis, juga menyampaikan pengalamannya yang menyenangkan meskipun bukan penikmat kopi.
Budaya Suku Osing yang Terjaga
Meskipun Desa Kemiren bukan penghasil kopi, masyarakat suku Osing memiliki kedekatan budaya dengan kopi. Mereka biasanya menyuguhkan kopi kepada tamu yang datang ke rumah. Selain itu, dalam pernikahan, orang tua sering memberikan selusin cangkir keramik kecil kepada pengantin. Cangkir-cangkir ini juga digunakan dalam festival Ngopi Sepuluh Ewu.
Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Kemiren, Moh Edy Saputro, mengungkapkan bahwa budaya sederhana mereka tidak pernah terpikir akan menarik bagi wisatawan. Namun, kini Desa Kemiren menjadi contoh bagaimana budaya dapat menjadi daya tarik pariwisata.
Tiga Event Utama dalam Kalender B-Fest
Selain Festival Ngopi Sepuluh Ewu, Desa Kemiren juga menyumbang dua event lain dalam kalender Banyuwangi Festival (B-Fest), yaitu Festival Barong Ider Bumi dan Tumpeng Sewu. Festival Barong Ider Bumi merupakan ritual penyucian dan perlindungan yang dilakukan setiap hari kedua bulan Syawal. Sementara Tumpeng Sewu berasal dari tradisi selamatan desa atas hasil panen yang melimpah.
Perjalanan Menuju Desa Wisata
Proses menjadikan Desa Kemiren sebagai desa wisata tidak mudah. Pada awalnya, upaya-upaya dilakukan sejak 2013, namun kurang konsisten membuat desa adat sempat mati suri. Baru pada 2017, pemuda-pemuda suku Osing membentuk Pokdarwis untuk mengembangkan konsep wisata yang lebih matang.
Dengan bantuan teknologi, promosi desa wisata semakin bergairah. Saat itu, momentum kebangkitan wisata di Banyuwangi juga mendukung pertumbuhan kunjungan wisatawan. Data pemerintah daerah mencatat jumlah wisatawan meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun.
Kebudayaan dan Pariwisata yang Berjalan Beriringan
Di Desa Kemiren, kearifan lokal tetap dirawat sekaligus menjadi daya tarik pariwisata. Rumah-rumah khas suku Osing yang terbuat dari kayu dan bambu semakin banyak dibangun karena menjadi daya tarik. Selain itu, Tari Gandrung yang pertama kali ditampilkan pada masa kependudukan Belanda kini menjadi atraksi populer dalam Festival Gandrung Sewu.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Sejak menjadi desa wisata, lebih dari 200 keluarga di Desa Kemiren bergantung pada sektor pariwisata. Mereka bekerja sebagai pemandu wisata, pekerja seni, pemilik akomodasi, pelaku usaha mikro kecil menengah, hingga pengelola homestay. Jumlah pelaku jasa wisata terus bertambah, dengan sekitar 22 usaha kecil-menengah berdiri di desa tersebut.
Kampung Berseri Astra
Desa Kemiren juga termasuk dalam program Kampung Berseri Astra, yang bertujuan menciptakan lingkungan bersih, sehat, cerdas, dan produktif. Dukungan dari Astra meliputi pendidikan, kewirausahaan, lingkungan, dan kesehatan. Program ini turut memperkuat ekonomi melalui pengembangan unit usaha berbasis budaya lokal.
Keberlanjutan Budaya dan Wisata
Prestasi internasional Desa Kemiren tidak boleh membuat berpuas diri. Tugas terpenting saat ini adalah memastikan kemiren tetap konsisten dalam menguri-uri budaya dan membangkitkan pariwisata. Inovasi-inovasi baru diperlukan agar Desa Kemiren tetap dikenal sebagai desa wisata terbaik dunia.


