Persebaya Surabaya Kembali Memperkuat Lini Belakang dengan Datangkan Leo Lelis
Persebaya Surabaya kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam mengambil langkah strategis di bursa transfer. Pemain asal Brasil, Leo Lelis, resmi bergabung dengan skuad Green Force untuk menghadapi Super League 2025/2026. Keputusan ini menandai pembelian yang dinilai sangat menjanjikan, terutama dalam memperkuat lini belakang dan memberikan ancaman dari situasi bola mati.
Kemampuan Leo Lelis sebagai Bek yang Tidak Biasa
Eks pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, menjelaskan alasan mengapa Leo menjadi bagian penting dalam skema permainan tim. Menurutnya, Leo bukan hanya seorang bek tangguh, tetapi juga memiliki naluri mencetak gol yang luar biasa. Hal ini membuatnya menjadi pemain yang sangat berharga dalam situasi tertentu, seperti saat tim membutuhkan gol dari tendangan bebas atau sepak pojok.
“Leo kita libatkan dalam situasi set piece. Kalau ada tendangan bebas, dia juga sebagai eksekutor,” ujar Aji. Ia menegaskan bahwa postur tubuh dan kekuatan tendangan Leo menjadi faktor utama dalam keberhasilannya sebagai penyerang tambahan di lini belakang.
Statistik yang Mengesankan
Selama musim sebelumnya bersama Persebaya Surabaya, Leo mencatatkan performa yang sangat mengesankan. Dalam 31 pertandingan, ia berhasil mencetak 6 gol dan bermain selama 2.729 menit. Selain itu, ia juga menerima 9 kartu kuning, menunjukkan tingkat agresivitas dan aktifitasnya di lapangan.
Salah satu momen paling dikenang adalah pada 7 Desember 2022 saat Persebaya Surabaya menghadapi Barito Putera. Di babak pertama, Leo melakukan kesalahan yang mengakibatkan Persebaya tertinggal. Namun, di babak kedua, ia membalas dengan dua gol penting yang membawa kemenangan bagi tim.
Transformasi dari Kesalahan Menjadi Pahlawan
Gol pertama Leo datang dari sundulan menyambut umpan sepak pojok Higor Vidal. Sementara gol kedua tercipta dari rebound hasil tendangan bebas yang gagal diamankan oleh bek lawan. Penampilan luar biasa ini tidak hanya meningkatkan moral tim, tetapi juga membuktikan bahwa Leo bisa menjadi penentu kemenangan melalui kontribusi gol di momen krusial.
Setelah laga tersebut, Leo mengaku sempat kesulitan menyesuaikan diri karena vakum kompetisi selama dua bulan. Namun, ia bersyukur bisa bangkit dan membantu tim meraih tiga poin penting.
Fokus pada Kemenangan Tim Bukan Rekor Individu
Meskipun Leo telah mencetak tiga gol dari delapan pertandingan saat itu, ia tidak terjebak pada ambisi pribadi. Baginya, kemenangan tim jauh lebih penting dibandingkan rekor individu.
“Target gol tidak ada. Yang terpenting buat saya adalah tim bisa menang,” tegas Leo. Dengan fokus pada tujuan bersama, ia menjadi contoh pemain yang selalu berada di posisi yang tepat untuk mendukung tim.
Peran Leo dalam Era Baru Kepepelatihan Eduardo Perez
Di era baru kepelatihan Eduardo Perez, Leo Lelis kembali menjadi harapan besar bagi Persebaya Surabaya. Ia siap menjadi senjata rahasia saat lini depan buntu mencetak gol. Peran uniknya membuatnya menjadi pembelian yang sangat cermat bagi manajemen Persebaya Surabaya.
Dengan kombinasi kemampuan bertahan dan potensi mencetak gol, Leo menjadi paket komplet di posisi bek tengah. Apalagi, Persebaya Surabaya musim ini memiliki amunisi asing yang sangat lengkap dan merata di semua lini. Total sembilan pemain asing yang sudah dikunci Green Force termasuk nama-nama top seperti Dime Dimov, Risto Mitrevski, Milos Raickovic, Francisco Rivera, Bruno Moreira, Gali Freitas, Mihailo Perovic, dan Dejan Tumbas.
Di antara deretan nama tersebut, Leo Lelis adalah satu-satunya bek yang punya reputasi sebagai pencetak gol dalam situasi bola mati. Bukan hal mengejutkan bila nantinya Leo justru mencuri perhatian bukan karena tekel atau blok krusial, tetapi karena gol-gol penting yang bisa datang dari sundulan atau tendangan bebas khasnya.
Dengan racikan taktik Eduardo Perez yang dikenal modern dan adaptif, peran Leo bisa jadi lebih eksplosif. Ia punya semua atribut untuk menjadi penentu di lini belakang sekaligus pemecah kebuntuan. Kesaksian Aji Santoso adalah bukti bahwa Leo bukanlah pemain biasa. Ia adalah aset tak ternilai yang bisa memberi lebih dari sekadar pertahanan solid di Super League 2025/2026.


