Kalender Liturgi Katolik untuk Jumat, 7 November 2025
Pada hari Jumat, 7 November 2025, umat Katolik akan merayakan Hari Biasa Pekan XXXI Tahun C. Dalam kalender liturgi ini, warna liturgi yang digunakan adalah hijau, yang melambangkan harapan dan kehidupan.
Bacaan Liturgi
Bacaan pertama pada hari ini diambil dari Surat Roma 15:14-21. Paulus menekankan pentingnya memberitakan Injil dengan berani dan melayani dengan tulus, khususnya di tempat-tempat baru yang belum mengenal Kristus. Ia menyatakan bahwa ia telah diberi karunia oleh Allah untuk menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah.
Mazmur Tanggapan diambil dari Mazmur 98:1,2-3ab,3cd-4. Mazmur ini mengajak umat untuk menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan karena Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan ajaib. Seluruh bumi diminta untuk bersorak-sorai dan bergembira serta bermazmurlah.
Injil yang dibacakan adalah Lukas 16:1-8, yang menceritakan perumpamaan tentang bendahara yang cerdik. Dalam perumpamaan ini, Yesus menekankan perlunya bijaksana dan cerdik dalam menggunakan tanggung jawab dan sumber daya.
Bacaan Khotbah (BCO) diambil dari Yeremia 42:1-16; 43:4-7. Yeremia mengingatkan bangsa Yehuda bahwa mendengarkan suara Tuhan membawa keselamatan, sementara mengabaikannya membawa malapetaka. Ia juga menyampaikan firman Tuhan kepada bangsa Yehuda, yang tidak mau mendengarkan suara-Nya untuk tinggal di tanah Yehuda.
Penjelasan Bacaan
Surat Roma 15:14-21
Paulus memulai dengan menyatakan keyakinannya bahwa para saudara-saudaranya sudah penuh dengan kebaikan dan pengetahuan, serta sanggup saling menasihati. Ia kemudian menjelaskan bahwa ia diberi karunia oleh Allah untuk menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi. Tujuan dari pelayanannya adalah agar bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.
Paulus menyatakan bahwa ia tidak akan berkata-kata tentang sesuatu yang lain kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehnya, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan. Ia juga menyatakan bahwa ia tidak ingin membangun di atas dasar yang telah diletakkan orang lain, tetapi sesuai dengan firman Tuhan yang tercatat: “Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya.”
Mazmur 98:1,2-3ab,3cd-4
Mazmur ini mengajak umat untuk menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan karena Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan ajaib. Keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. Umat diminta untuk bersorak-sorak bagi Tuhan, sebab seluruh bumi harus bergembira, bersorak-sorai dan bermazmurlah.
Injil Lukas 16:1-8
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya tentang sebuah kisah tentang seorang kaya yang memiliki seorang bendahara. Bendahara itu dituduh menghamburkan milik tuannya. Ia dipanggil dan diperintahkan untuk memberikan pertanggungan jawab atas urusan milik tuannya. Bendahara itu memikirkan cara untuk mengatur keuangannya, sehingga ketika ia dipecat, ada orang yang akan menampungnya di rumah mereka.
Ia kemudian memanggil orang-orang yang berhutang kepada tuannya dan menawarkan pengurangan hutang. Tuannya memuji bendahara yang tidak jujur itu karena ia telah bertindak dengan cerdik. Yesus menyatakan bahwa anak-anak dunia lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.
Bacaan Khotbah (BCO) Yeremia 42:1-16; 43:4-7
Yeremia mengingatkan bangsa Yehuda bahwa mendengarkan suara Tuhan membawa keselamatan, sementara mengabaikannya membawa malapetaka. Ia menyampaikan firman Tuhan kepada bangsa Yehuda, yang tidak mau mendengarkan suara-Nya untuk tinggal di tanah Yehuda. Mereka memilih untuk pergi ke Mesir, meskipun Tuhan telah memberi peringatan bahwa pedang yang mereka takuti akan menimpa mereka di negeri Mesir.
