Kacab Bank BUMN Berkomunikasi dengan Kakaknya Sebelum Diculik

Posted on

Komunikasi Terakhir Korban Sebelum Penculikan

Pada hari kejadian, korban yang merupakan Kepala Cabang Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta (37) sempat berkomunikasi dengan kakaknya. Juru bicara keluarga korban, Widodo Bayu Ajie, mengungkapkan bahwa sebelum penculikan terjadi, korban melakukan percakapan telepon dengan kakak tertuanya yang tinggal di Surabaya.

“Tidak ada tanda-tanda aneh yang diperlihatkan oleh korban selama ini. Bahkan di hari kejadian, dia masih berbicara melalui telepon dengan kakaknya yang ada di Surabaya,” ujar Bayu saat diwawancarai.

Dalam percakapan tersebut, mereka membicarakan hal-hal sehari-hari seperti kuliner dan makanan. Namun, tidak ada yang menyangka bahwa obrolan itu menjadi percakapan terakhir antara korban dan keluarganya. Kabar tentang penculikan dan pembunuhan yang diterima oleh keluarga pada hari itu seperti petir di siang hari, karena tidak ada yang menduga hal tersebut akan terjadi.

“Obrolan biasa itu, seperti tidak ada beban. Maka, kakaknya sama sekali tidak menyangka. Istrinya dan anak-anak juga terpukul. Tidak bisa dibayangkan,” tambah Bayu.

Keluarga korban meminta agar para pelaku penculikan dan pembunuhan dapat dihukum sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan. “Keinginan kami satu, yaitu para pelaku dihukum seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku. Kasus ini harus terbuka dan tidak ditutup-tutupi,” ucapnya.

Saat ini, pihak keluarga masih menunggu informasi terbaru dari polisi dalam penanganan kasus tersebut. Proses penyelidikan masih berlangsung, termasuk proses penangkapan pelaku. Belum ada pengumuman resmi dari pihak kepolisian mengenai motif atau detail lainnya dari kasus ini.

Penangkapan Delapan Pelaku

Subdit Resmob dan Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah berhasil menangkap delapan orang yang terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta (MIP).

Tiga pelaku, yaitu AT, RS, dan RAH, ditangkap di sebuah rumah berwarna merah jambu di Jalan Johar Baru III No.42, RT 05/RW 09, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Kamis (21/8/2025). Di hari yang sama, EW ditangkap di Bandar Udara Komodo Nusa Tenggara Timur.

Mereka adalah pelaku penculikan yang membawa MIP dari area parkir supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025). Sementara itu, empat aktor intelektual dalam kasus ini juga ditangkap dalam operasi terpisah.

Tiga pelaku berinisial DH, YJ, dan AA ditangkap di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8/2025) pukul 20.15 WIB. Sedangkan pelaku berinisial C diringkus di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Minggu (24/8/2025) pukul 15.30 WIB.

Kronologi Penculikan dan Pembunuhan

Mohamad Ilham Pradipta ditemukan tewas di area persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8/2025), sekitar pukul 05.30 WIB. Mayat korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang menggembala sapi di area persawahan.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mata terlilit lakban. Setelah laporan diterima, petugas kepolisian langsung datang ke lokasi kejadian dan menemukan mayat dengan kondisi tubuh penuh luka lebam.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa korban sempat diculik dari supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, sebelum jasadnya dibuang ke area persawahan. Berdasarkan rekaman CCTV, korban tampak mengenakan kemeja batik cokelat berlengan pendek dan celana panjang krem. Ia berjalan sambil menutupi kepala dengan tangan kiri, berusaha menghindari rintik hujan di area parkir supermarket.

Setibanya di mobil, ketika hendak membuka pintu kemudi kendaraan berwarna hitam, beberapa orang tiba-tiba keluar dari sebuah mobil putih yang terparkir tepat di sebelahnya. Korban mencoba melawan, tetapi usahanya gagal. Ia kemudian dipaksa masuk ke dalam mobil putih tersebut. Tak lama, kendaraan itu langsung melaju meninggalkan area parkir.

Seorang saksi yang melihat kejadian itu sempat menyadari adanya aksi penculikan. Namun, mobil berkelir putih tersebut langsung melaju kencang dan menghilang dari lokasi.