Ringkasan Berita:1. Yance Sayuri kembali mendapat perlakuan rasis setelah laga Malut United vs Persib Bandung di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate
2. Yance Sayuri mencapat ujaran kebencian dari ‘fens Persib Bandung’ di sosial media (Medsos) Instagram
3. Ia mendapat serangan rasis buntut aksi ‘tonjok’ kepada kapten Persib Bandung dan juga bintang Timnas Indonesia, Marc Klok
PasarModern.com, TERNATE – Serangan rasis kembali menimpa full bek kiri Malut United sekaligus bintang Timnas Indonesia, Yance Sayuri.
Ia mencapat ujaran kebencian dari ‘fens Persib Bandung’ setelah duel kedua tim di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (14/12/2025).
Laga tersebut berkesudahan untuk kemenangan Malut United dengan skor sangat meyakinkan 2-0.
Yance Sayuri mendapat serangan rasis buntut aksi ‘tonjok’ kepada kapten Persib Bandung dan juga bintang Timnas Indonesia, Marc Klok.
Yance Sayuri minta maaf
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden ini terjadi di babak pertama, saat Persib Bandung ingin melakukan serangan balik cepat.
Begitu Marc Klok mendapat bola, bintang Timnas Indonesia ini langsung berlari ke sisi kanan pertahanannya sendiri.
Yance Sayuri yang berada di dekatnya kemudian berlari dengan maksud menghalau bola sapuan Marc ke depan.
Bola pun sukses diambil namun ayunan kaki Marc Klok tak bisa dihentikan, walhasil kaki kiri Yance yang disapu.
Keduanya pun terjatuh. Yance bangun (terlihat berlutut) lebih dulu saat badan Marc Klok masih di rumput.
Yance pun melakukan gestur ingin meninju Marc Klok, seolah apa yang dilakukan rekannya di skuad Garuda itu salah.
Di sosial media (Sosmed), banyak netizen mengecam aksi saudara kembar Yakob Sayuri ini.
Lewat Insta Story @yansayuri11, Yance Sayuri memposting foto capture direct messenger (DM) berisikan ucapan mintaan maaf.
Permintaan maaf via DM itu pun diterima Marc Klok dengan membalas pesan tersebut.
Jawaban bijak Yance Sayuri
Nampaknya rasisme yang Yance dapati sudah begitu besar sehingga membuatnya memberikan tanggapan di IG pribadinya.
Pada postingan Selasa (16/12/2025), @yansayuri11 menulis:
Saya pribadi tahu kalau kesalahan yang saya buat kemarin sangat salah dan tidak profesional tapi bukan berarti kalian mau tegus saya dan kasih masukan dengan kata rasis.
Dan saya pribadi sudah ambil diri minta maaf kepada caps Klok pada saat pertandingan selesai dan sampai rumah saya masih sempatkan diri buat minta maaf lagi di sosial media sama capt Klok.
Karena saya tahu kesalahan yang saya buat di lapangan sangat salah dan tidak profesional.
Jadi saya rasa saya dan Klok mungkin tidak ada masalah apa-apa lagi, tapi kenapa banyak sekali orang yang mau rasis saya dan keluarga saya.
Anak dan istri saya tidak ikut bertanding di dalam lapangan kemarin. Terus kenapa kalian rasis istri dan anak saya yang tidak tahu apa-apa sama sekali.
Kalian panggil anak saya monyet, anjing, babi, anak durhaka, anak yatim piatu dan anak hewan.
Kalian boleh rasis saya tapi mohon dengan sangat hormat jangan pernah rasis anak saya yang belum tahu apa-apa sama sekali.
Tapi puji tuhan keluarga saya masih sehat-sehat dan saya berdoa semoga siapa pun orang yang menghina saya dan keluarga saya semoga dia dan keluarganya diberi kesehatan dan berkat yang banyak.
Yang menang merayakan yang kalah menjelaskan, Igor Tolic bilang begini
Asisten Pelatih Persib Bandung Igor Tolic menjelaskan faktor yang membuat timnya kalah.
“Kami baru bermain di laga internasional beberapa hari lalu, terus harus terbang cukup jauh ke sini (Ternate).”
“Tentunya dengan hal itu sudah pasti membuat permain kami kelelahan/kecapean (tidak cukup istirahat).”
“Seperti yang saya katakan pada jumpa pers sebelumnya, sampai H-1 saja, kami belum tentukan starting line-up.”
“Artinya baru tadi pagi kita melakukan itu (starting line-up) karena melihat kondisi pemain dulu seperti apa.”
Demikian pernyataannya pada sesi jumpa pers usai laga di pers room Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (14/12/2025).
Absennya Bojan Hodak mempengaruhi performa tim?
Ditanyakan wartawan apakah tidak adanya coach Bojan Hodak di pinggir lapangan mempengaruhi performa tim?
“Sudah kita ketahui bersama bahwa coach Bojan tidak bisa mendampingi tim karena akumulasi kartu kuning.”
“Ada dan tidak pun (coach Bojan), hasilnya tidak ada yang tahu, kita bisa menang, imbang bahkan kalah.”
“Tapi bisa dilihat sendiri hari ini kita kalah. Tapi kita sudah menampilkan yang terbaik, “tutur Igor Tolic.
Selain faktor kelelahan/kecapean, faktor lain kekalahan Persib Bandung dari Malut United adalah jadwal kick-off.
“Kita tahu ini laga tunda, laga yang sebelumnya dijadwalkan malam tapi justru dilaksanakan siang.”
“Cape dari perjalanan jauh, waktu istirahat tidak cukup, dan hasilnya bisa dilihat sendiri, “katanya.
Thom Haye luapkan kekesalan usai laga
Namun kekalahan dari Malut United justru diartikan berbeda oleh perwakilan pemain Persib di jumpa pers, Thom Haye.
Bintang Timnas Indonesia ini menilai pemain Malut United banyak membuang waktu saat sudah unggul (Persib tertinggal).
“Selain itu wasit juga harus cepat mengambil keputusan karena waktu terus berjalan.”
“Kami seoalah-olah dipaksa ‘tidak bermain’ karena menunggu koordinasi atarwasit (VAR).”
“Seperti di babak kedua, banyak waktu terbuang (pelanggaran dan lain sebagainya) tapi tambahan waktu tidak cukup, “sesalnya.
Selanjutnya Persib Bandung akan menjamu Bhayangkara FC pada lanjutan pekan ke 14 Super League.
Duel ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (21/12/2025) pukul 19:00 WIB. (*)


