PasarModern.com, PELAIHARI– Keributan terjadi malam tadi sekitar pukul 21.15 Wita setelah beredar foto kebakaran yang diklaim terjadi di MTsN 2 Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Informasi palsu tersebut sempat membuat puluhan petugas dan relawan pemadam kebakaran bergerak menuju lokasi di Jalan Datu Insyad, Pelaihari, dan berujung pada kemarahan ketika diketahui bahwa kabar itu tidak benar atau hoaks.
Tiga orang digelandang ke Mapolsek Pelaihari, malam tadi juga. Kalangan relawan BPK dalam jumlah cukup banyak pun berdatangan karena sangat kesal oleh ulah iseng pelaku tersebut.
“Malam tadi juga ketiga pelaku kami pulangkan setelah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan membuat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatan,” ucap Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Pelaihari Iptu Benny Wishnu Wardhany, Senin (8/12/2025).
Kronologi kejadian tersebut, papar Benny, bermula sekitar pukul 21.00 Wita ketika sebuah akun (H89TL) mengirim foto yang menampakkan kobaran api dan diklaim sebagai kebakaran di MTsN 2 Tanah Laut. Foto itu dikirim ke grup komunikasi tim penyelamatan IR911TL.
Menerima laporan tersebut, anggota Damkar Tanahlaut dan para relawan segera berangkat menuju lokasi sekolah. Namun, setibanya di tempat kejadian mereka tidak menemukan tanda-tanda kebakaran. Kondisi sekolah aman dan normal.
Situasi tersebut memicu kemarahan petugas yang merasa telah dikerjai dan menganggap tindakan itu sangat merugikan karena mengganggu kesiapsiagaan penanganan darurat.
Usai memastikan kondisi aman, para relawan menelusuri pelaku penyebaran foto. Salah seorang anggota grup (N) memberikan informasi bahwa seorang pengemudi ojek online (A) diduga menyebarkan foto tersebut.
Ojol tersebut kemudian dipanggil ke Pos Induk Damkar Tanahlaut untuk memberikan klarifikasi. Dalam keterangannya, A menyebut bahwa pembuat dan penyebar awal foto hoaks itu adalah tiga rekannya yaitu GR (38), MA (37), dan MRA.
GR, wiraswasta, warga Desa Muara Asamasam, Kecamatan Jorong. MA, petani, warga Desa Suka Ramah, Kecamatan Panyipatan. Sedangkan MRA, wiraswasta, warga Kelurahan Pelaihari.
Berawal dari Candaan dalam Grup WhatsApp
Insiden itu bermula ketika MA meminta GR mengedit foto kebakaran untuk bahan candaan di grup WhatsApp OTL (grup ojol). Setelah diedit, foto dibagikan kembali dan menjadi bahan gurauan antara GR, MA, dan MRA.
Tidak berhenti di grup, foto itu kemudian diunggah oleh MA ke status WhatsApp (SW). Dari situ foto menyebar ke banyak kontak hingga akhirnya sampai ke anggota damkar dan relawan penyelamatan.
Mengetahui dampak luas dan kegaduhan yang terjadi, anggota damkar dan relawan meminta ketiga pelaku untuk dibawa ke Polsek Pelaihari. Sekitar pukul 22.15 Wita, mereka tiba di Polsek dan diminta memberikan klarifikasi.
Ketiganya kemudian membuat video permintaan maaf yang ditujukan kepada anggota damkar, relawan, dan masyarakat Tanahlaut, dengan disaksikan Kasi Kedaruratan Damkar dan BPD Tanahlaut Amrullah, anggota damkar, relawan, serta petugas Polsek Pelaihari.
Dalam video itu mereka menegaskan bahwa foto kebakaran tersebut hanyalah hoaks dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Usai proses tersebut, sekitar pukul 22.30 Wita, para relawan dan petugas damkar membubarkan diri.
Picu Mobilisisasi Damkar
Seperti diketahui, sebuah foto kebakaran yang mengatasnamakan MTsN 2 Tanahlaut (Tala) beredar luas di media sosial dan memicu kepanikan, hingga menggerakkan pasukan pemadam kebakaran ke lokasi, malam tadi.
Namun ternyata foto itu hoaks. Aparat pun langsung bergerak cepat melacak jejak pembuat dan penyebar foto hoaks tersebut.
“Sudah kerangka yang buat foto hoaks kebakaran itu. Malam tadi sudah dibawa ke Polsek Pelaihari,” ucap Kepala Satpol PP dan Damkar Tala Danoe Sulaiman, Senin (8/12/2025).
Tiga orang pun digelandang ke mapolsek Pelaihari, malam tadi juga. Ketiganya adalah warga Pelaihari yaitu J, A, dan R. Penyebar konten palsu ini pun akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Foto yang mereka unggah awalnya dibuat hanya sebagai bahan candaan di grup percakapan.
Namun tanpa disadari, gambar tersebut menyebar cepat dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat Tala.
“Kami benar-benar menyesal. Tidak terpikir dampaknya sebesar ini dan membuat relawan serta Damkar kerepotan. Kami meminta maaf sebesar-besarnya dan berjanji tidak mengulanginya,” ucap mereka.
Akibat informasi palsu tersebut, dua unit mobil pemadam kebakaran Tanahlaut sempat bergerak menuju lokasi yang disebutkan dalam unggahan.
Sejumlah Damkar swasta malam tadi sekitar pukul 23.00 Wita juga ikut merespons panggilan darurat. Namun sesampainya di lokasi, tidak ditemukan adanya kejadian kebakaran.
Kepala Seksi Kedaruratan pada Satpol PP dan Damkar Tanahlaut Amrullah yang malam tadi turut ke Polsek Pelaihari menegaskan bahwa insiden itu menjadi pelajaran penting tentang bahaya mempermainkan isu kebencanaan.
Pasalnya saat Damkar bergerak, ada risiko tinggi di jalan raya. Nyawa petugas dan pengguna jalan dipertaruhkan.
Karenanya, informasi palsu seperti itu dikatakannya sangat berbahaya dan merugikan banyak pihak.
Ia juga mengungkapkan bahwa hoaks tersebut sempat menjalar hingga ke Damkar Banjarmasin, memperluas kepanikan yang tidak perlu.
Suasana di Polsek Pelaihari sempat dipadati relawan dan personel Damkar yang merasa dirugikan oleh aksi iseng tersebut.
Setelah ketiga pelaku menyampaikan permintaan maaf, para relawan membubarkan diri secara tertib.
Amrullah mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial, terutama ketika berkaitan dengan informasi darurat.
“Cek dulu kebenarannya. Jangan sampai niat bercanda justru berujung pada bahaya dan mengganggu pelayanan publik,” pungkasnya.
Kalangan warga Pelaihari berterimakasih kepada petugas yang bergerak cepat menindaklanjuti foto hoaks itu.
“Alhamdulillah sudah ketemu orangnya yang bikin gaduh se-Pelaiharian. Bikin orang panik saja, bikin petugas damkar repot,” ucap Hasani, warga Angsau, Pelaihari, Senin (8/12/2025).
Menurutnya perbuatan seperti itu sangat negatif dan berdampak sosial tinggi. Karena itu perlu disikapi secara tegas untuk pembelajaran bersama agar tidak ada lagi yang bermain-main seperti itu.
Bikin Panik
Suasana tenang di sekitar MTsN 2 Tanahlaut, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (7/12/2025) malam, mendadak berubah riuh.
Secara bergelombang warga berdatangan ke lembaga pendidikan berbasis agama yang berada di tepi Jalan Datu Insyad, Pelaihari, tersebut. Termasuk beberapa armada dan petugas pemadam kebakaran.
Itu menyusul beredarnya secara cepat foto yang memperlihatkan kebakaran hebat yang melanda madrasah setingkat sekolah menengah pertama tersebut.
Pada foto tersebut terlihat api yang begitu besar membumbung tinggi di bagian tengah MTsN 2 Tanahlaut. Lengkap dengan asap tebal yang menyelubungi. Kondisi gelap di sekitarnya menjadi terang oleh kobaran si jago merah tersebut.
Namun ternyata foto tersebut hoaks. “Benar-benar kurang kerjaan orang yang ngedit foto itu. Ngeprank orang banyak. Kasihan petugas pemadam pun berdatangan ke lokasi,” ucap Rahmat, warga Angsau yang juga ikut ke lokasi setelah melihat foto tersebut.
Menurutnya, pengedit dan penyebar foto tersebut harus dicari dan apabila ketemu harus diperingatkan secara keras agar tidak mengulangi perbuatan karena membuat banyak orang kelabakan.
Armada dan petugas pemadam yang berdatangan ke lokasi antara lain BPK Balerejo, Palm, Publik dan beberapa lainnya. Termasuk petugas Damkar Satpol PP dan Damkar Tala.
Mereka semua geram oleh ulah orang iseng yang secara sengaja membikin dan menyebarkan foto hoaks tersebut.
“Danpos induk (damkar Pelaihari) langsung meluncur ke lokasi begitu mendapat kabar mengenai kebakaran tersebut,” ucap Sri Lesmana, anggota Satpol PP dan Damkar Tala.
Ia menuturkan pihaknya dapat informasi tersebut dari laporan yang masuk ke grup damkar. Laporan tersebut sekitar pukul 21.00 Wita.
Dikatakannya, Satpol PP dan Damkar Tala saat ini masih melacak (mencari) awal mula laporan hoaks tersebut. “Abut (ribut) se-Pelaiharian,” tandasnya.
Tips Terhindar dari Hoaks, Lakukan 4 Langkah Ini!
Perkembangan teknologi dan informasi membuat penyebaran informasi semakin luas dan menjangkau siapa saja.
Pesatnya perkembangan ini harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik.
Jika tidak, ada potensi terpapar penyebaran informasi bohong alias hoaks yang sekarang kerap terjadi.
Diberitakan Kompas.com, 15 Oktober 2019, Peneliti Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat, Lintang Setianti, menilai, pemerintah patut mengutamakan literasi digital dalam penanganan disinformasi.
Informasi menyesatkan banyak beredar melalui aneka jalur digital, termasuk situs online dan aplikasi pesan percakapan.
Apa saja yang bisa dilakukan agar tak mudah termakan hoaks?
Berikut 4 tipsnya:
1. Hati-hati dengan judul yang provokatif
Melansir pemberitaan Kompas.com, 9 Januari 2017, hoaks seringkali tersebar dengan menggunakan judul sensasional.
Isi tulisan pun terkadang diambil dari berita pada media mainstream, tetapi dengan mengubah narasi untuk menciptakan persepsi tertentu.
Oleh karena itu, cermatlah saat menemukan judul yang terkesan provokatif.
Misalnya, dengan mencari referensi berupa berita yang sama dari situs tepercaya. Kemudian, bandingkan keduanya.
Dengan demikian, Anda dapat memperoleh sumber informasi atau isi berita yang berimbang.
2. Cermati alamat situs penyedia berita
Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs yang mengklaim dirinya sebagai portal berita.
Namun, belum semuanya terverifikasi.
Dari laman-laman tersebut, situs yang terverifikasi sebagai situs berita resmi tidak mencapai 300.
(PasarModern.com/banyu langit roynalendra nareswara/kompas.com)


