Iran Umumkan Mojtaba, Putra Khamenei, Jadi Pemimpin Tertinggi, Lawan Amerika-Israel dan Trump

Posted on

Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru: Mojtaba Khamenei dan Tantangan yang Menghadang

Pemilihan pemimpin tertinggi baru di Iran menjadi perhatian utama dunia, terutama setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei. Dalam proses ini, Mojtaba Khamenei, putra dari tokoh paling berpengaruh di negara tersebut, menjadi sorotan. Namun, banyak tantangan menghadangnya dalam upaya menjadi pengganti ayahnya.

Mojtaba Khamenei: Profil dan Hubungan dengan Garda Revolusi

Mojtaba Khamenei adalah seorang ulama tingkat menengah yang memiliki hubungan dekat dengan Garda Revolusi Islam (IRGC). Meskipun ia tidak memiliki posisi politik formal, ia dikenal memiliki pengaruh besar di lingkaran kekuasaan Iran. Selain itu, ia juga memiliki latar belakang militer, karena pernah bertugas selama perang Iran-Irak.

Meski demikian, Mojtaba tidak termasuk dalam tiga nama yang dilaporkan oleh Ayatollah Ali Khamenei sebagai calon pengganti potensial. Hal ini menunjukkan bahwa ia bukan kandidat utama dalam proses suksesi. Bahkan, ayahnya disebut menentang kemungkinan penunjukan Mojtaba karena dianggap akan membawa Iran kembali ke sistem pemerintahan turun-temurun yang ditolak oleh ajaran Syiah.

Persyaratan Konstitusional dan Kritik dari Kalangan Ulama

Menurut konstitusi Republik Islam Iran, pemimpin tertinggi harus memiliki pengalaman politik yang signifikan. Mojtaba, meskipun secara de facto menjalankan Kantor Pemimpin Tertinggi, belum memiliki peran resmi dalam rezim tersebut. Hal ini menjadi salah satu hambatan dalam proses suksesi.

Selain itu, ada kritik dari kalangan ulama Syiah yang menyatakan bahwa garis keturunan untuk jabatan ini hanya boleh diberikan kepada 12 Imam Syiah yang ditunjuk secara ilahi. Ini membuat beberapa orang meragukan kelayakan Mojtaba sebagai pengganti ayahnya.

Pengaruh di Balik Layar dan Investasi Luar Negeri

Meski tidak memiliki posisi politik formal, Mojtaba dikenal memiliki pengaruh besar di balik layar. Ia memiliki hubungan dekat dengan IRGC dan pasukan paramiliter Basij. Selain itu, ia juga dikabarkan mengelola kerajaan investasi senilai lebih dari 100 juta euro, dengan akses ke properti mewah di London utara dan rekening bank di berbagai negara seperti Inggris, Swiss, UEA, dan Liechtenstein.

Properti yang dimiliki Mojtaba meliputi 11 unit di The Bishops Avenue, sebuah jalan eksklusif di Hampstead, London utara. Properti ini diperoleh melalui jaringan perusahaan fiktif, salah satunya terdaftar di surga pajak Isle of Man.

Kandidat Lain dan Proses Suksesi

Dalam beberapa tahun terakhir, salah satu kandidat favorit untuk menggantikan Ali Khamenei adalah Presiden Ebrahim Raisi. Namun, Raisi tewas dalam kecelakaan helikopter pada Mei 2024, sehingga memicu proses pencarian pengganti.

Majelis Pakar Iran, yang terdiri dari 88 anggota, bertugas untuk menunjuk, mengawasi, dan berpotensi memberhentikan pemimpin tertinggi. Mereka telah bertemu di Qom untuk mencari pengganti bagi Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan gabungan AS-Israel.

Kesimpulan

Proses suksesi di Iran tetap menjadi isu penting yang akan memengaruhi stabilitas negara dan hubungan internasional. Mojtaba Khamenei, meskipun memiliki latar belakang kuat, menghadapi berbagai tantangan baik dari segi konstitusi maupun ideologi. Proses ini akan menjadi ujian bagi sistem pemerintahan Iran dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *