Ini Alasan Seleksi Sekda DKI Dilakukan Tertutup

Posted on

Pelantikan Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah melantik Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta. Proses pelantikan ini berlangsung secara tertutup, berbeda dengan proses sebelumnya yang terbuka dan transparan. Hal ini menunjukkan bahwa Pramono memilih untuk menjalankan seleksi jabatan tersebut dengan cara yang lebih rahasia.

Pramono menyatakan bahwa seluruh tahapan seleksi tetap sesuai aturan. Ia menggabungkan seleksi terbuka dengan manajemen talenta. Menurutnya, proses ini dilakukan agar dapat memilih orang yang terbaik tanpa terlalu heboh. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada lobi politik dalam penunjukan Uus sebagai Sekda.

Uus dipilih karena rekam jejak birokratisnya yang kuat. Ia telah bekerja di Pemprov DKI Jakarta selama bertahun-tahun dan pernah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Barat. Dengan pengalamannya, Uus dinilai memiliki kemampuan untuk memimpin dan mengelola administrasi pemerintahan DKI Jakarta.

Peran Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI Jakarta

Uus Kuswanto kini menggantikan Marullah Matali yang telah pensiun. Sebagai birokrat karier, Uus telah menempuh jalur karier dari tingkat kelurahan hingga menjadi Wali Kota Jakarta Barat. Ia juga pernah menjabat sebagai Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda DKI Jakarta dan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Dari balik pelantikan yang berlangsung singkat di Balai Kota, muncul kritik tajam terhadap arah pembangunan DKI Jakarta. Direktur Jakarta Institute, Agung Nugroho, menilai bahwa penunjukan Uus Kuswanto sebagai Sekda baru harus dibaca sebagai momentum koreksi atas gaya pembangunan Jakarta yang terlalu terpikat pada proyek fisik, namun alpa pada kondisi manusianya.

Agung menyoroti ketimpangan antara pembangunan yang terlihat dengan yang dirasakan oleh warga. Meski IPM DKI mencapai angka 85,05, yang merupakan yang tertinggi nasional, angka stunting dan balita underweight masih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia di Jakarta masih terfragmentasi.

Tantangan yang Dihadapi oleh Sekda Baru

Menurut Agung, sejak beberapa tahun terakhir APBD DKI cenderung memperbesar porsi proyek-proyek fisik seperti trotoar, halte, penataan ruang publik, dan pembangunan transportasi. Namun, ketika angka gizi buruk naik, itu menunjukkan bahwa pemerintah mungkin sedang sibuk dengan bangunan, tapi lupa dengan manusianya.

Tim Jakarta Institute juga menemukan bahwa data Kemiskinan, DTKS, dan data stunting di tingkat kelurahan tidak pernah benar-benar sinkron. Perbedaan data antardinas menyebabkan intervensi menjadi tidak efektif. Data mikro ini harus dibereskan, dan hanya Sekda yang bisa menggerakkan itu.

Agung memberikan catatan kritis sekaligus harapan terhadap Uus Kuswanto. Penurunan kemiskinan di Jakarta Barat saat Uus menjabat Wali Kota dianggap sebagai bukti kemampuan teknis dan sensitivitas sosial. Namun, Jakarta Barat dinilai sebagai “miniatur masalah DKI”: padat, kompleks, dan penuh persoalan sanitasi.

Proses Pelantikan yang Berlangsung Secara Tertutup

Proses pelantikan Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI Jakarta digelar secara tertutup. Area kantor Gubernur DKI mendadak ramai oleh deretan karangan bunga yang dikirim untuk Uus Kuswanto menjelang prosesi serah terima jabatan Sekda. Rangkaian bunga dengan berbagai warna dan desain itu tersusun rapi, mulai dari halaman pendopo hingga ke dalam lorong Balai Kota.

Ucapan tersebut datang dari beragam pihak, mulai dari para kepala dinas, pimpinan BUMD, politisi dari berbagai partai, hingga organisasi masyarakat. Hampir semua karangan bunga memuat pesan bernada serupa. “Selamat dan Sukses Atas Pelantikan Bapak Uus Kuswanto Sebagai Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta,” demikian bunyi ucapan yang terpampang pada sejumlah karangan bunga.

Kehadiran rangkaian bunga ini sekaligus mencerminkan antusiasme para pemangku kepentingan menyambut pergantian Sekda DKI. Pramono menyampaikan terima kasih kepada Marullah yang telah mengabdi 29 tahun di Balai Kota. Ia meyakini Uus akan bisa bekerja sama dengan dirinya dan Wakil Gubernur Rano Karno untuk membangun Jakarta.

Pramono mengaku akan menunjuk pejabat untuk menggantikan Uus sebagai Wali Kota Jakarta Barat. “PLT-nya pasti besok sudah ada. Nanti akan kami umumkan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *