IIF dan APACI Minta Pemerintah Sisipkan Vaksinasi Influenza dalam Sistem Kesehatan

Posted on

Kolaborasi untuk Mencegah Influenza

Indonesian Influenza Foundation (IIF) bekerja sama dengan Asia Pacific Alliance for the Control of Influenza (APACI) mengajak masyarakat untuk memperkuat pencegahan influenza. Mereka juga menyerukan kepada pemerintah untuk mengintegrasikan vaksinasi influenza ke dalam sistem kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Influenza adalah penyebab utama infeksi saluran pernapasan pada anak, terutama balita. Penyakit ini sering menyebabkan kunjungan ke gawat darurat dan perawatan di rumah sakit. Diperkirakan sekitar 20.000 balita dirawat karena komplikasi influenza setiap tahunnya, dan sebagian dari mereka meninggal.

Prof Cissy B Kartasadmita, M.Sc.Ph.D. SpA Respirologi (K), menyampaikan bahwa vaksinasi sangat penting dalam mencegah flu. Ia menjelaskan bahwa vaksinasi dapat memberikan perlindungan optimal bagi kelompok berisiko seperti tenaga kesehatan, lansia, penyandang komorbid, ibu hamil, dan pelaku perjalanan.

Gejala Influenza

Gejala influenza biasanya dimulai dengan demam tiba-tiba, disusul oleh nyeri tenggorokan, pilek, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, dan rasa lelah. Pada beberapa kasus, gejala juga bisa meliputi mual dan muntah. Anak-anak umumnya mengalami gejala selama seminggu, tetapi masih merasa lemas hingga 3–4 minggu.

Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain radang paru-paru, radang telinga tengah, dan sinusitis. Jika terdapat tanda bahaya seperti napas cepat, sulit bernapas, atau demam yang tidak turun, segera bawa ke rumah sakit.

Perbedaan Influenza dengan Selesma

Influenza dan selesma adalah penyakit saluran napas yang menular, tetapi disebabkan oleh virus berbeda. Influenza disebabkan oleh virus influenza, sedangkan selesma bisa disebabkan oleh berbagai virus seperti rhinovirus dan virus corona. Gejala influenza lebih parah dan mendadak dibandingkan selesma, yang biasanya lebih ringan.

Virus Influenza

Virus influenza terdiri dari empat jenis: A, B, C, dan D. Namun hanya virus A, B, dan C yang menyebabkan penyakit pada manusia. Virus A dan B sering menyebar dan menyebabkan epidemi musiman, sementara virus C menyebabkan infeksi ringan tanpa epidemi.

Virus influenza sering bermutasi, sehingga vaksin flu harus diberikan setiap tahun. Di negara beriklim dingin, influenza lebih sering terjadi di musim dingin, sedangkan di negara tropis, influenza bisa terjadi sepanjang tahun, terutama saat musim hujan.

Pengobatan Influenza

Tidak ada pengobatan khusus untuk influenza. Jika sudah pasti penyebabnya, obat antivirus seperti Oseltamivir (Tamiflu) dapat diberikan. Tamiflu aman untuk anak di atas satu tahun dan harus diberikan sebelum 48 jam penyakit berlangsung. Untuk gejala ringan, obat seperti asetaminofen atau ibuprofen dapat digunakan.

Pencegahan Influenza

Cara terbaik untuk mencegah influenza adalah dengan vaksinasi rutin setiap tahun. Vaksin flu tersedia dalam bentuk injeksi dan semprotan hidung. Di Indonesia, vaksinasi melalui semprotan hidung belum tersedia. Vaksinasi diberikan secara intramuskular, baik di paha maupun lengan atas.

Anak usia 6 bulan hingga 8 tahun memerlukan dua kali suntikan dengan jarak satu bulan agar terbentuk perlindungan yang baik. Setelah itu, cukup satu kali setiap tahun. Anak di atas 9 tahun diberikan vaksin setiap tahun.

Keamanan Vaksin

Vaksin influenza aman dan tidak menyebabkan flu. Reaksi samping yang mungkin terjadi seperti nyeri di tempat suntikan, sakit kepala ringan, atau demam ringan biasanya menghilang dalam waktu satu sampai dua hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *