Hukum membayar utang puasa Ramadhan sekaligus melaksanakan puasa Rajab

Posted on

PIKIRAN RAKYAT – Puasa Rajab 1446 H sudah mulai dilakukan pada Minggu 21 Desember 2025. Pelaksanaan puasa Rajab ini dilakukan selama 10 hari di bulan Rajab, yang penuh dengan keberkahan.

Nabi Muhammad SAW menganjurkan para muslim melaksanakan puasa Rajab lebih sering daripada bulan lainnya. Adapun puasa Rajab 1446 H bisa dilakukan setiap Senin, Kamis, dan Jumat secara bergantian.

Umat Islam yang ingin melaksanakan puasa Rajab 1446 H bisa berpuasa dengan cara selang-seling. Jadi satu hari puasa, dan satu hari tidak puasa, cara ini dilakukan sepanjang bulan Rajab.

Lalu bolehkan melaksanakan puasa Rajab sekaligus membayar utang puasa Ramadhan di tahun sebelumnya? Hal ini menjadi pertanyaan yang sering terlintas di benak umat Islam, apalagi kaum perempuan.

Jawabannya adalah diperbolehkan. Bagi umat Islam yang memiliki utang puasa Ramadhan boleh mengganti bersamaan melaksanakan puasa Rajab.

Selain itu, puasa Rajab yang dilaksanakan setiap Senin dan Kamis bisa juga digabung dengan puasa sunah tiap Senin dan Kamis. Sehingga puasa ini sangat meringankan umat Islam yang akan beribadah dan mencari pahala melimpah dari Allah SWT.

Bacaan niat puasa Rajab

Niat puasa Rajab diucapkan saat malam hari

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta’âlâ

Artinya: Aku berniat puasa Rajab, sunah karena Allah ta’âlâ.

Niat puasa Rajab diucapkan saat siang hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri rajaba lillâhi ta’âlâ

Artinya: Saya niat puasa sunah bulan Rajab hari ini, sunah karena Allah ta’âlâ.

Manfaat Puasa Rajab yang Perlu Diketahui

Menghapus Dosa dan Mengangkat Derajat

Salah satu keutamaan utama puasa Rajab adalah sebagai sarana penghapus dosa-dosa yang telah lalu. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Baihaqi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa puasa di bulan-bulan haram memiliki keutamaan besar.

Puasa ini dapat menjadi bentuk taubat yang mendalam, sekaligus jalan untuk membersihkan diri dari kesalahan masa lalu. Selain itu, ibadah puasa yang dilakukan dengan ikhlas diyakini mampu meningkatkan derajat seorang hamba di sisi Allah Ta’ala.

Rajab, Bulan yang Dimuliakan Allah

Rajab adalah satu dari empat bulan haram selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk menjauhi perbuatan maksiat dan memperbanyak amal saleh.

Menjalankan puasa sunah di bulan Rajab dipercaya mendatangkan pahala yang lebih besar dibandingkan bulan biasa. Karena itu, Rajab menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki hubungan dengan Allah.

Melatih Ketakwaan dan Kesabaran

Puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga sarana pembentukan karakter. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, Allah Ta’ala menegaskan bahwa puasa diwajibkan agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa.

Berpuasa di bulan Rajab melatih seseorang untuk menahan hawa nafsu, menjaga lisan, serta mengendalikan perbuatan. Kesabaran yang terlatih selama berpuasa diharapkan dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Pintu Surga Ar-Rayyan bagi Orang yang Berpuasa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan adanya pintu surga khusus bagi orang-orang yang gemar berpuasa, yaitu pintu Ar-Rayyan. Pada hari kiamat, mereka akan dipanggil untuk masuk melalui pintu tersebut, dan setelah itu pintu akan ditutup.

Keutamaan ini menjadi dorongan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak puasa sunah, termasuk puasa di bulan Rajab.

Pahala Setara Berpuasa Sebulan

Keistimewaan lain dari puasa Rajab adalah besarnya ganjaran pahala. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa berpuasa satu hari di bulan-bulan haram, termasuk Rajab, setara dengan pahala berpuasa selama 30 hari.

Hal ini menjadikan puasa Rajab sebagai ladang pahala yang sangat besar dan sayang untuk dilewatkan.

Perisai dari Siksa Neraka

Puasa juga berfungsi sebagai perisai dari api neraka. Dengan menahan diri dari syahwat dan perbuatan tercela, seseorang yang berpuasa akan lebih terjaga dari dosa-dosa yang bisa menjerumuskannya ke dalam siksa neraka.

Puasa Rajab, jika dilakukan dengan niat yang benar, dapat memperkuat iman sekaligus menjadi benteng spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Waktu Mustajab untuk Berdoa

Saat berpuasa, seseorang berada dalam kondisi yang sangat dekat dengan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai dia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.”

Karena itu, puasa Rajab menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak doa dan memohon kebaikan dunia maupun akhirat.

Sebagai catatan penting, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa mengkhususkan seluruh hari di bulan Rajab dan Sya’ban untuk berpuasa atau beri’tikaf tidak memiliki tuntunan khusus dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat. Oleh sebab itu, puasa Rajab sebaiknya dilakukan dalam koridor sunah yang seimbang dan tidak berlebihan.

Demikian penjelasan mengenai manfaat puasa Rajab. Semoga dapat menambah wawasan dan memotivasi kita untuk memperbanyak amal saleh di bulan yang penuh kemuliaan ini. Jangan lupa bagikan artikel ini agar manfaatnya semakin luas.***