Penemuan Benda Antariksa yang Memicu Diskusi Ilmiah
Benda antariksa 3I/ATLAS, yang dikenal sebagai benda interstellar, telah menjadi sorotan besar dalam dunia astronomi. Benda ini menyerupai komet tetapi memiliki ciri-ciri yang tidak biasa, memicu berbagai teori tentang kemungkinannya sebagai wahana dari planet lain di luar Tata Surya.
Setelah melewati titik terdekatnya ke Matahari, benda tersebut akan kembali meninggalkan Tata Surya. Para ilmuwan masih mencoba memahami sifat dan asal usul dari benda yang panjangnya mencapai puluhan meter ini. Salah satu ilmuwan yang mengangkat kemungkinan ini adalah profesor Harvard, Avi Loeb, yang menyatakan bahwa 3I/ATLAS mungkin merupakan wahana pemantau yang dikirimkan oleh peradaban luar angkasa.
Bagaimana pandangan Islam terhadap kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi? Dalam konteks astronomi, kehidupan di luar Bumi tidak selalu seperti yang digambarkan dalam film-film Hollywood. Bukan makhluk mengerikan seperti yang sering ditampilkan, tetapi lebih pada bentuk-bentuk kehidupan yang belum sepenuhnya dipahami.
Kemajuan teknologi teleskop seperti Hubble dan James Webb telah membantu mengidentifikasi banyak exoplanet di luar Tata Surya. Sampai saat ini, jumlah resmi exoplanet yang tercatat sekitar 6.000, dengan tambahan lebih dari 8.000 kandidat yang masih menunggu konfirmasi.
Dari jumlah itu, sekitar 60 exoplanet diperkirakan memiliki kondisi yang mirip Bumi dan bisa ditinggali makhluk hidup. Untuk dianggap layak huni, sebuah planet harus memiliki ukuran relatif kecil dan berbatu serta mengorbit di zona “Goldilocks” dari bintangnya. Zona ini adalah wilayah di mana air dapat berada dalam bentuk cair.
Beberapa exoplanet yang menarik perhatian ilmuwan antara lain Gliese 667Cc, Kepler-22b, dan Kepler-452b. Selain itu, ada tiga exoplanet yang sangat mendekati kondisi Bumi, seperti Kepler-1649c dan Proxima Centauri b. Meskipun Proxima Centauri b berada di zona layak huni bintang induknya, ia terkena radiasi ultraviolet yang ekstrim.
Menurut Dr Taufiq Hidayat, guru besar studi Astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB), ada dua garis pemikiran besar terkait kehidupan di luar Bumi. Yang pertama optimistis, yaitu percaya bahwa alam semesta yang luas memungkinkan kehidupan di luar Bumi. Sementara itu, pendukung mazhab pesimistis berargumen bahwa kondisi Bumi sangat unik dan sulit untuk disamai.
Pandangan Islam terhadap kehidupan di luar Bumi juga menarik. Amal Elmohtar, seorang penulis fiksi spekulatif, menjelaskan bahwa ide tentang keberadaan makhluk hidup di planet lain bukanlah hal asing dalam khasanah sastrawi Arab. Ia merujuk pada karya Zakariya Alqazwini, seorang ilmuwan abad ke-13 yang menulis buku kosmografi dan fiksi ilmiah awal.
Ayat-ayat dalam Alquran juga memberikan indikasi tentang keberadaan makhluk hidup di luar angkasa. Misalnya, ayat ke-29 surat Assyura menyebutkan “makhluk-makhluk yang melata” yang tersebar di langit dan bumi. Tafsir Alfurqan karya Ahmad Hassan menguatkan indikasi ini, menyatakan bahwa di langit-langit ada benda hidup yang merajalela.
Selain itu, ulama Pakistan Abul Ala Al Maududi dalam bukunya Tahfim ul Quran menyatakan bahwa Allah menciptakan bumi-bumi lain yang dihuni oleh makhluk berakal seperti manusia. Pendapat ini didasarkan pada kutipan dari Ibnu Abbas, salah satu sahabat Nabi Muhammad.
Ahli tafsir Alquran seperti Dr Akhsin Shakho Muhammad dan Prof Quraish Shihab juga mengiyakan bahwa Alquran mengindikasikan keberadaan makhluk hidup lain di langit. Kata “dabbatun” merujuk pada makhluk melata yang hidup, sedangkan “samawati” bisa berarti tingkatan-tingkatan langit atau bintang-bintang.
Dengan demikian, isyarat dalam Alquran sejalan dengan penemuan ilmiah tentang kehidupan di luar Bumi. Jika nantinya pencarian ilmiah membuktikan keberadaan organisme hidup di planet lain, umat Islam tidak perlu terguncang imannya. Bahkan, mereka bisa ikut membenarkan penemuan-penemuan tersebut melalui keyakinan dan kitab suci.
Komet antarbintang 3I/ATLAS tertangkap sedang melintasi tata surya pada 27 Agustus 2025 oleh teleskop Gemini South di Chili. – (International Gemini Observatory/NOIRLab)
Ilustrasi planet-planet di luar Tata Surya yang ditemukan sejauh ini. – (NASA’s Goddard Space Flight Center)
Teleskop Ruang Angkasa Hubble berhasil menangkap penampakan gugus bola yang berlokasi di galaksi satelit dari Bima Sakti, yaitu Awan Magellan Besar atau Large Magellanic Cloud (LMC). – (WSA Hubble)
Video UFO yang dirilis Pentagon pada 2022 lalu.
Ilustrasi di kitab Ajaib Almakhluqat wa Gharaib Almawjudat karya al-Qazwini – (Smithsonian Museum)
Sayyid Abu Ala Al-Maududi. – (dok PasarModern.com)
Pakar tafsir Alquran KH Quraish Shihab. – (PasarModern.com/Yasin Habibi)
