Kecelakaan Bus di Tol Trans-Jawa: Dua Tragedi Beruntun yang Menewaskan 7 Orang
Pada bulan Oktober 2025, dua kecelakaan bus maut terjadi di ruas Tol Trans-Jawa dalam waktu singkat. Kedua peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa sebanyak tujuh orang dan mengundang perhatian luas dari masyarakat serta pihak berwenang.
Kecelakaan Pertama di Tol Pemalang
Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (25/10/2025) di Tol Pemalang, tepatnya di KM 312, Kelurahan Beji, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Bus pariwisata yang membawa penumpang dari Salatiga ke Guci mengalami kecelakaan saat melaju dari arah timur ke barat. Diduga, pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan hingga akhirnya oleng ke kanan dan menabrak guardrail sebelum terguling ke bahu jalan.
Dalam kejadian ini, empat orang tewas dan belasan lainnya luka-luka. Empat korban meninggal dunia, satu korban luka berat, dan sepuluh korban mengalami luka ringan. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di beberapa rumah sakit di Pemalang. Satlantas Polres Pemalang juga memberikan pengawalan untuk rombongan kendaraan yang membawa jenazah dari rumah sakit ke rumah duka di Kota Semarang.
Salah satu penumpang, Riyan (35), yang juga merupakan tour leader wisata, mengungkapkan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, sopir sempat mengeluhkan kondisi rem yang tidak berfungsi dengan baik. Ia menyebutkan bahwa sopir mencoba menurunkan gigi transmisi dan menarik tuas rem untuk mengurangi kecepatan. Namun, karena jalur yang menikung, kendaraan tidak bisa dikendalikan dan akhirnya terguling.
Riyan menjelaskan bahwa sebelum keberangkatan, kondisi bus dalam keadaan baik dan telah dicek termasuk rem. Saat itu, bus akan digunakan untuk perjalanan wisata ke Guci. Meskipun begitu, kecelakaan tetap terjadi, mengakibatkan beberapa penumpang terlempar keluar.
Kecelakaan Kedua di Tol Batang
Sehari setelah kecelakaan pertama, Minggu (26/10/2025), kecelakaan serupa kembali terjadi di ruas Tol Batang. Kali ini, bus pariwisata PO Haryanto dengan nomor polisi B-7394-VGA mengalami kecelakaan tunggal di KM 354 Jalur B Semarang–Batang, Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 22.35 WIB.
Diduga, kecelakaan dipicu oleh jalan yang licin akibat hujan deras. Bus melaju dari arah timur ke barat di lajur kiri, namun ban diduga selip sehingga kendaraan oleng dan menabrak pembatas jalan. Akibatnya, bus terguling ke kanan dan berhenti dalam posisi terbalik menghadap timur.
Tiga penumpang meninggal di lokasi kejadian, yaitu Anis Tya Mayzahra (17), Suyatmi (46), dan seorang penumpang perempuan yang belum teridentifikasi (Mrs. X). Sementara itu, 21 penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat cedera bervariasi, mulai dari patah tulang hingga luka robek.
Seluruh korban luka telah dievakuasi ke RSUD Batang dan RS QIM Batang untuk mendapatkan perawatan medis. Sopir bus, Ali Yudiyanto (36), berhasil selamat dan telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Kecelakaan ini sempat menyebabkan gangguan pada arus lalu lintas di Tol Batang selama beberapa jam. Petugas Jasa Marga, Polisi Tol, dan Damkar Batang diterjunkan untuk mengevakuasi korban serta menormalkan arus kendaraan. Kerugian materiil juga terjadi, sekitar Rp 20 juta akibat kerusakan berat pada bodi bus.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi rem dan ban kendaraan serta kemungkinan kelalaian pengemudi.
Daftar Korban Luka-luka
Berikut adalah daftar korban luka-luka yang dirawat di RSUD Batang dan RS QIM Batang:
RSUD Batang:
– Sulasih (52), warga Tangerang – luka memar pada pelipis dan dada
– Fitri Indah Sari (30), warga Tangerang – luka memar di dada kanan
– Alnaira Mecca Elshanum (4), warga Tangerang – luka di dahi dan hidung berdarah
– Ahmad Safiq (38), warga Pati – patah tulang tangan kanan dan lecet di dahi
– Bayu Nyoman Saputra (29), warga Tangerang – luka robek tangan
– Ibrahim (35), warga Pati – luka memar dada
– Eddi Supriyo (49), warga Jakarta Barat – memar pada kaki
– Sriyani (44), warga Tangerang – patah tulang bahu
– Budi Utomo (35), warga Jepara – luka memar pada punggung
– Saironji (54), warga Pati – luka robek lengan kanan, memar pada pinggang dan kepala belakang, lecet pada pelipis kanan
RS QIM Batang:
– Windarwati (52), warga Jepara – patah tulang bahu kanan
– Dimas Aldiansyah (24), warga Tangerang – patah tulang tangan kanan
– Siti Sholichah (44), warga Pati – memar pada pinggang
– Ahmad Refano Elfrida (8), warga Tangerang – lecet pada tangan kanan, memar pada hidung dan mulut
– Ummu Jauhari (35), warga Pati – nyeri pada kedua lutut, hidung berdarah
– Andika Galuh Setyawan (36), warga Pati – luka lecet pada telapak tangan, memar pada pelipis kanan
– Kastari (69), warga Pati – cedera kepala ringan
– M. Sa’durofiq (51), warga Jakarta Timur – nyeri pada pinggang
– Susilowati Endang Purwani (50), warga Jakarta Timur – nyeri pada pinggang dan dada
– Joko Siswanto (30), warga Pati – patah tulang bahu kanan, memar dada kiri, robek telinga kanan
Kesimpulan
Dua kecelakaan bus yang terjadi di Tol Trans-Jawa dalam waktu singkat menunjukkan pentingnya kesadaran pengemudi dan pemeliharaan kendaraan. Pihak berwenang mengimbau para pengemudi bus agar berhati-hati saat melintas di tol dalam kondisi hujan. Pastikan kecepatan terkendali dan kendaraan dalam kondisi layak jalan.


