Latar Belakang dan Perjalanan Haili Yoga
Haili Yoga, Bupati Aceh Tengah, kini menjadi sorotan nasional setelah surat pernyataannya mengenai ketidaksanggupannya menangani tanggap darurat banjir dan longsor viral di media sosial. Meski dokumen tersebut sebenarnya dibuat sejak 27 November 2025, sebelum polemik mencuat, hal ini memicu banyak pertanyaan tentang peran dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin daerah.
Di balik kontroversi tersebut, publik mulai menelusuri lebih jauh perjalanan seorang putra daerah yang pernah dinobatkan sebagai Pj Bupati Terbaik se-Indonesia. Dari rekam jejak panjang sebagai birokrat hingga langkah besar menuju kursi bupati, siapa sebenarnya Haili Yoga yang kini berada di tengah pusaran perhatian nasional?
Haili Yoga lahir di Kelupak Mata, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, pada 3 Februari 1970. Ia dikenal luas oleh masyarakat Aceh Tengah karena kedekatannya dengan warga dan rekam jejak panjangnya dalam dunia pemerintahan. Ia dihormati bukan hanya karena karier birokratisnya, tetapi juga karena dedikasinya yang besar terhadap pembangunan daerah.
Prestasi penting pernah diraihnya pada tahun 2024 ketika ia dinobatkan sebagai Penjabat (Pj) Bupati Terbaik se-Indonesia oleh Kemendagri. Penghargaan tersebut menjadi bukti integritas dan komitmen kuatnya dalam mengelola pemerintahan daerah dengan baik.
Pendidikan dan Karier Birokrat
Perjalanan hidup Haili Yoga berawal dari pendidikan dasar di SDN Kelupak Mata yang ia tamatkan pada tahun 1982. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tingkat SMP di SMPN 4 Takengon pada tahun 1985 dan kemudian menyelesaikan pendidikan SMA di SMA Negeri 2 Takengon pada tahun 1988.
Semangat belajarnya membuat ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Iskandar Muda hingga meraih gelar Sarjana Administrasi Negara pada tahun 1993. Belum puas, ia melanjutkan jenjang magister di Universitas Syiah Kuala dan memperoleh gelar Magister Administrasi pada tahun 2017.
Kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dimulai pada tahun 1988, menandai awal perjalanan panjangnya sebagai birokrat. Ia pertama kali bertugas sebagai Kepala Subbagian TU di SMP Negeri 1 Singah Mulo pada periode 1994–1996. Kemudian ia dipercaya memegang jabatan serupa di SMK Negeri 1 Takengon dari tahun 1996 hingga 2003.
Pada tahun 2003, ia mendapat amanah sebagai Kepala Subbagian Umum di Dinas Perkebunan Aceh Tengah, menambah daftar panjang posisinya. Pengalaman birokratisnya terus berkembang hingga ia memegang berbagai posisi strategis di Kabupaten Bener Meriah.
Salah satu yang paling menonjol adalah saat ia menjabat sebagai Kepala Bidang Pariwisata di Dinas Perhubungan, Telekomunikasi, Informatika, Kebudayaan, dan Pariwisata Bener Meriah pada 2006–2012. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Kepala Bagian Organisasi Setda Bener Meriah untuk periode 2012–2016.
Pada tahun 2016–2017, ia kembali memimpin Dinas Perhubungan, Telekomunikasi, Informatika, Kebudayaan, dan Pariwisata Bener Meriah. Selanjutnya ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Bener Meriah dari tahun 2017 hingga 2019.
Pada tahun 2019, ia dipindahkan untuk memimpin Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Bener Meriah, semakin memperluas rekam jejak birokratisnya. Puncak karier sebelum terjun ke politik terjadi pada 2019–2022 ketika ia ditunjuk sebagai Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Bener Meriah.
Pada 14 Juli 2022, Haili Yoga memperoleh kepercayaan besar ketika dilantik sebagai Pj Bupati Bener Meriah, posisi yang membuat namanya makin dikenal oleh masyarakat Aceh. Dua tahun kemudian, tepatnya pada Juli 2024, ia memutuskan untuk mundur dari jabatan sekaligus melepas status ASN demi maju dalam Pilkada Aceh Tengah 2024.
Keputusan tersebut ternyata menjadi langkah besar yang mengantarkannya pada kemenangan dalam kontestasi politik. Komisi Independen Pemilihan (KIP) kemudian mengumumkan kemenangan pasangan Haili Yoga – Muchsin Hasan dengan perolehan suara mencapai 53.774 suara. Kemenangan itu menjadikan keduanya sebagai pasangan terpilih untuk memimpin Aceh Tengah pada periode 2025–2030.
Haili Yoga dan Muchsin Hasan dijadwalkan akan dilantik secara resmi pada 15 Februari 2025, menandai babak baru kepemimpinan di Aceh Tengah. Dengan latar belakang panjang dan dedikasi yang kuat, masyarakat kini menaruh harapan besar pada kepemimpinan Haili Yoga, terutama dalam menghadapi tantangan besar seperti bencana banjir dan longsor.
Harta Kekayaan Haili Yoga
Berdasarkan Elaporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (Elhkpn), Haili Yoga melaporkan harta kekayaannya pada 27 Maret 2025/Khusus – Awal Menjabat. Total harta kekayaannya mencapai Rp 8.906.633.675. Berikut rincian harta kekayaannya:
A. Tanah dan Bangunan
- Tanah Seluas 144.5 m2 di KAB / KOTA BENER MERIAH, HASIL SENDIRI Rp. 325.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 688 m2/480 m2 di KAB / KOTA BENER MERIAH, HASIL SENDIRI Rp. 1.600.000.000
- Tanah Seluas 8333 m2 di KAB / KOTA BENER MERIAH, HASIL SENDIRI Rp. 1.500.000.000
- Tanah Seluas 97 m2 di KAB / KOTA BENER MERIAH, HASIL SENDIRI Rp. 135.000.000
- Tanah Seluas 20000 m2 di KAB / KOTA BENER MERIAH, HASIL SENDIRI Rp. 70.000.000
- Tanah Seluas 6515 m2 di KAB / KOTA ACEH TENGAH, HASIL SENDIRI Rp. 550.000.000
- Tanah Seluas 568 m2 di KAB / KOTA BENER MERIAH, HASIL SENDIRI Rp. 335.000.000
- Tanah Seluas 328 m2 di KAB / KOTA BENER MERIAH, HASILSENDIRI Rp. 230.000.000
- Tanah Seluas 200 m2 di KAB / KOTA BENER MERIAH, HASILSENDIRI Rp. 230.000.000
- Tanah Seluas 64 m2 di KAB / KOTA BENER MERIAH, HASIL SENDIRI Rp. 230.000.000
- Tanah Seluas 5375 m2 di KAB / KOTA ACEH TENGAH, HASIL SENDIRI Rp. 240.000.000
- Tanah Seluas 7322 m2 di KAB / KOTA BENER MERIAH, HASIL SENDIRI Rp. 275.000.000
- Tanah Seluas 1437 m2 di KAB / KOTA BENER MERIAH, HASIL SENDIRI Rp. 175.000.000
- Tanah Seluas 4500 m2 di KAB / KOTA ACEH TENGAH, HASIL SENDIRI Rp. 110.000.000
- Tanah Seluas 3200 m2 di KAB / KOTA BENER MERIAH, HASIL SENDIRI Rp. 90.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 238 m2/128 m2 di KAB / KOTA KOTA BANDA ACEH , HASIL SENDIRI Rp. 1.150.000.000
- Tanah Seluas 1841 m2 di KAB / KOTA ACEH TENGAH, HASIL SENDIRI Rp. 360.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin
- MOBIL, TOYOTA FORTUNER 2,4 Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 365.000.000
- MOBIL, HONDA JAZZ Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp.80.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya
Rp. 200.000.000
D. Surat Berharga
Rp. —-
E. Kas dan Setara Kas
Rp. 1.414.735.677
F. Harta Lainnya
Rp. —-
Sub Total Rp. 9.664.735.677
III. Hutang
Rp. —-
IV. Total Harta Kekayaan (II-III)
Rp. 9.664.735.677
Kerugian yang Sangat Masif
Akses vital terputus di 14 kecamatan dan data terbaru mencatat 24 jiwa masih dinyatakan hilang. Hal ini disampaikan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, dalam siaran langsung dengan media nasional hari ini, Minggu (30/11/2025). Mengutip laporan resmi Kepala BPBD, Andalika, yang mencakup periode 25 hingga 29 November 2025.
Bupati Haili Yoga mengungkapkan bahwa kerugian yang ditimbulkan sangat masif, dengan total 54.199 jiwa terpaksa mengungsi, dan korban meninggal dunia mencapai 21 jiwa. “Data ini menunjukkan skala bencana yang kita hadapi. Prioritas pertama kami adalah mencari 24 saudara kita yang hilang dan memastikan semua pengungsi mendapatkan kebutuhan dasar,” ujar Haili Yoga, dengan nada prihatin.
Meskipun tantangan akses masih besar, Bupati menyampaikan kabar baik terkait distribusi bantuan. Logistik dari Pemerintah Provinsi dan Pusat sudah mulai masuk melalui jalur udara untuk menjangkau desa yang terisolir. “Alhamdulillah, bantuan udara, khususnya logistik dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, sudah mulai masuk. Ini sangat membantu kami mendistribusikan kebutuhan pokok seperti beras dan minyak,” kata Haili Yoga.
Namun, ia menegaskan bahwa volume bantuan tersebut masih sangat kurang jika dibandingkan dengan puluhan ribu warga yang terdampak. Selain itu, upaya penyaluran bantuan di lapangan terkendala parah. “Bantuan yang masuk masih sangat kurang. Di sisi penyaluran, masalah utama kami adalah keterbatasan BBM dan banyaknya jalan yang terputus. Sebanyak 59 ruas jalan masih sulit dilalui dan ini menghambat mobilisasi tim kami,” terangnya.
Laporan mencatat sebanyak 779 unit rumah warga mengalami rusak berat. Bahkan, putusnya jaringan listrik dan telekomunikasi sempat terjadi di 14 kecamatan, meskipun sebagian besar kini sudah mulai pulih dengan bantuan internet satelit.
Bupati mengakui adanya krisis sembako “sandang/pangan” di wilayah terdampak. Apalagi, akses air bersih tidak tersedia dan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sangat terbatas digunakan secara prioritas untuk operasional evakuasi dan pengiriman bantuan.
Layanan kesehatan bergerak telah menjangkau 402 jiwa pengungsi. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, di mana terdapat 1.230 Balita dan ratusan ibu hamil serta menyusui yang membutuhkan penanganan medis spesifik. “Stok obat anti-biotik dan analgetik kami hanya 300 piece saat ini. Untuk kebutuhan cuci darah, BHP hanya tersedia sampai 3 Desember. Ini kritis. Kami butuh pasokan obat-obatan standar sesegera mungkin,” ujarnya.
Di akhir laporannya, Bupati Haili Yoga menegaskan komitmen pemerintah untuk bekerja tanpa lelah. “Kami mohon dukungan dari seluruh pihak. Kami yakin, dengan kerja sama, Aceh Tengah akan segera pulih dari bencana ini,” tutupnya.
