Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Berbagi Pengalaman dalam Podcast Pos Kupang
Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Zet Tadung Alo, berbicara tentang pentingnya integritas sebagai fondasi dalam penegakan hukum. Ia akan segera menjabat sebagai Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Pidana Militer di Kejaksaan Agung RI. Dalam sebuah podcast yang diselenggarakan oleh Pos Kupang, ia membagikan pengalamannya selama bertugas di NTT.
Terkait jabatan barunya, Zet menyatakan bahwa pimpinan memberikan apresiasi terhadap kinerja yang telah dicapai dan memberikan amanah baru untuk membantu pimpinan di Kejaksaan Agung. Dalam semester pertama tahun ini, kinerja Kejaksaan Tinggi NTT mendapatkan nilai ketiga terbaik di Indonesia, setelah Kejaksaan Tinggi DKI dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Salah satu Kajari di NTT, yaitu Kajari Kabupaten Sikka, juga mendapatkan nilai terbaik untuk Kajari Tipe B.
Zet menjelaskan bahwa semua kebijakan dan strategi penegakan hukum sudah dirancang dalam rancangan strategis oleh pimpinan. Empat bidang utama yang menjadi tolok ukur kinerja Kejaksaan adalah: meningkatkan akuntabilitas dan integritas, pencegahan tindak pidana korupsi, percepatan penyelesaian perkara, serta pemulihan dan penyelamatan aset negara.
Upaya Pencegahan Korupsi Melalui Edukasi
Dalam upaya pencegahan korupsi, Kejaksaan hadir di lembaga-lembaga pemerintahan dan sekolah-sekolah dengan program Gerakan Amputasi Virus Korupsi. Tujuannya adalah untuk mengenalkan nilai-nilai integritas dan pembentukan karakter kepada generasi muda. Zet menjelaskan bahwa kehadiran Kejaksaan di sekolah-sekolah dilakukan melalui pembinaan upacara pagi selama kurang lebih 30 menit, dengan tujuan agar siswa dapat memahami bahwa korupsi berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan dan fasilitas.
Selain itu, Zet juga menjelaskan bahwa pihaknya melakukan program zero tunggakan perkara. Sampai saat ini, tidak ada lagi perkara yang tertunda. Namun, beberapa perkara masih dalam proses karena keterlambatan dari BPKP atau BPK. Strategi yang digunakan adalah fokus pada perkara yang memiliki dampak besar, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur pangan.
Penyelesaian Perkara Korupsi dan Pemulihan Aset Negara
Perkara korupsi yang terjadi di NTT mencakup berbagai bidang, termasuk pendidikan dan infrastruktur. Zet menjelaskan bahwa pihaknya melakukan evaluasi terhadap semua perkara yang ditangani baik di Kejari maupun Kejati. Untuk perkara yang berbiaya kecil, pihaknya tetap memperhatikan aspek ekonomi dan efisiensi. Dalam penyelesaian perkara, pihaknya juga melakukan seleksi terhadap perkara yang akan naik ke tahap penyidikan.
Untuk memastikan tidak ada oknum Jaksa yang nakal, Zet mengeluarkan surat edaran kepada Gubernur dan kepala daerah. Surat tersebut berisi informasi bahwa jika ada laporan tentang Jaksa yang bermain proyek atau meminta proyek, maka Jaksa yang bersangkutan bisa dilaporkan. Selama satu tahun di NTT, tidak pernah ada kasus Jaksa yang bermain proyek.
Kolaborasi dengan Masyarakat dan Pemerintah
Zet menyatakan bahwa selama bertugas di NTT, ia membangun kolaborasi baik dengan pemerintah maupun masyarakat. Ia menyebutkan bahwa selama masa kerjanya, tidak pernah ada demo-demo dari masyarakat, yang menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh pihaknya mendapat apresiasi dari masyarakat. Zet juga berpesan kepada masyarakat untuk melaporkan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum atau pemerasan.
Pentingnya Hati Nurani dalam Penegakan Hukum
Zet menekankan bahwa hati nurani adalah filosofi hukum. Jaksa Agung selalu menekankan pentingnya hati nurani dalam penegakan hukum. Dalam hal ini, pihaknya juga menyampaikan bahwa jika ditemukan Jaksa yang menyakiti hati rakyat, maka akan ditindak. Hal ini sudah dibuktikan dengan banyaknya Jaksa yang dipecat bahkan dipidanakan.
Masalah Ketenagaan dan Fasilitas Kantor
Zet mengungkapkan bahwa jumlah jaksa di wilayah Kejati NTT masih kurang. Di hampir semua Kejari, hanya ada pejabat utama ditambah satu atau dua jaksa fungsional. Selain itu, kondisi kantor Kejari Kota Kupang sangat memprihatinkan. Jaksa Agung dalam kunjungannya tiga minggu lalu memberikan atensi terhadap masalah ini, sehingga rencana renovasi sedang dalam proses.
Perkara Anak dan Perempuan
Zet menyatakan bahwa perkara anak dan perempuan merupakan prioritas utama. Dalam tahun 2024, tercatat 413 perkara tindak pidana kekerasan seksual dan tindak pidana perlindungan anak yang masuk pengadilan. Pihaknya juga memperhatikan pencegahan melalui pendekatan hukum dan aktivitas positif bagi anak-anak, seperti keagamaan dan olahraga.
Zet mengakhiri wawancaranya dengan menyampaikan bahwa ia sangat menyukai pantai dan menikmati matahari terbenam. Ia juga menyebutkan bahwa makanan khas Kupang, yaitu Se’i, adalah salah satu hal yang tidak bisa dilupakan.


