Anda sedang membaca Dunia Hari Ini, rangkuman berita dari berbagai negara yang terjadi dalam 24 jam terakhir.
Di edisi spesial 1 Januari 2026, kami ajak Anda untuk melihat perayaan pergantian tahun yang meriah.
Pergantian tahun dimulai di pulau-pulau yang terletak dengan garis tanggal internasional di Samudra Pasifik, termasuk Kiritimati (Pulau Natal), Tonga, dan Selandia Baru.
Di kawasan Eropa, pertunjukan kembang api menerangi langit di berbagai gedung ikonik, mulai dari Colosseum di Roma hingga London Eye.
Di kota London, orang-orang terlihat memadati Westminster Bridge untuk melihat House of Parliament yang bermandikan cahaya, sebelum pertunjukan kembang api di atas Big Ben.
Di Paris, warga menunggu pergantian tahun di kawasan Champs-Élysées yang terlihat berkilau.
Taissiya Girda, seorang turis berusia 27 tahun dari Kazakhstan, berharap kalau tahun 2026 akan lebih tenang.
“Saya ingin melihat orang-orang bahagia di sekitar saya. Tidak ada perang di mana pun,” katanya.
“Rusia, Ukraina, Palestina, Israel, saya ingin semua orang bahagia dan damai.”
Piramida yang terang
Di Mesir, piramida menjadi latar belakang yang spektakuler saat pergantian tahun di tengah malam.
Di Dubai, ribuan warga rela mengantre hingga sembilan jam untuk pertunjukan kembang api dan laser yang meriah di kawasan Burj Khalifa, yang jadi gedung tertinggi di dunia.
Setelah pertunjukan yang menampilkan jet ski dan piano terapung, semburan kembang api dan lampu-lampu LED selama 10 menit menerangi gedung setinggi 828 meter itu.
Sementara itu, warga di kawasan Timur Tengah lainnya ikut mengucapkan selamat tinggal pada tahun 2025.
Setelah dua tahun perang yang menghancurkan sebagian besar Jalur Gaza, tekanan dari Amerika Serikat membantu mengamankan gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada bulan Oktober, meskipun kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran dalam kesepakatan tersebut.
“Kami mengucapkan selamat tinggal kepada tahun 2025 dengan kesedihan dan duka cita yang mendalam,” kata Shireen Al-Kayali, warga Kota Gaza.
“Kami kehilangan banyak orang dan harta benda kami.”
“Kami menjalani kehidupan yang sulit dan keras, terusir dari satu kota ke kota lain, di bawah bombardir dan teror.”
Tidak ada kembang api di Hong Kong
Kembang api biasanya menjadi tontonan wajib saat perayaan Tahun Baru di Hong Kong. Tapi tidak tahun ini.
Hong Kong menyambut tahun 2026 tanpa pertunjukan kembang api atau cahaya berwarna-warni di atas langit Pelabuhan Victoria.
Mereka tidak menyalakan kembang api, setelah kebakaran besar di kompleks apartemen pada bulan November yang menewaskan sedikitnya 161 orang.
Sebagai gantinya, dewan pariwisata di Hong Kong mengadakan pertunjukan musik pada Malam Tahun Baru, menampilkan musisi Air Supply dan penyanyi lainnya di kawasan distrik bisnis, yang juga merupakan rumah bagi pusat kehidupan malam terkenal Lan Kwai Fong.
Delapan bangunan ikonik di Hong Kong berubah menjadi jam hitung mundur raksasa yang menampilkan pertunjukan cahaya selama tiga menit pada tengah malam.
Kembang api sudah lama menjadi bagian dari perayaan Tahun Baru, Tahun Baru Imlek, dan Hari Nasional di Hong Kong.
Pertunjukan piroteknik kembang api dengan latar belakang gedung pencakar langit Hong Kong biasanya menarik ratusan ribu orang, termasuk banyak wisatawan.
Di Bangkok, langit malam diterangi oleh pertunjukan drone dan kembang api yang spektakuler di atas Sungai Chao Phraya.
Sementara di Seoul, Korea Selatan, ribuan orang berkumpul di paviliun lonceng Bosingak, tempat lonceng perunggu dipukul 33 kali pada tengah malam, yang jadi sebuah tradisi yang berakar pada kosmologi Buddha, melambangkan 33 surga.
Bunyi lonceng diyakini dapat mengusir sial, serta menyambut kedamaian dan kemakmuran untuk tahun mendatang.
Indonesia mengurangi perayaan Tahun Baru sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Sumatra yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang menewaskan lebih dari 1.100 orang.
Kembang api di Bali juga digantikan dengan tarian tradisional.
Tembok Besar China
Ada perayaan dan pertunjukan drum di kawasan Juyong Pass, Tembok Besar China, tepat di luar Beijing.
Warga yang ikut merayakan mengenakan topi dan papan yang dikibarkan dengan tulisan “2026” dan simbol kuda.
Bulan Februari akan menandai kedatangan Tahun Kuda dalam kalender China.
Di Kroasia, perayaan pergantian tahun dimulai lebih awal.
Sejak tahun 2000, kota Fuzine mengadakan hitung mundur pada siang hari, sebuah tradisi yang kemudian menyebar ke seluruh negeri.
Warga saling bersorak, bersulang satu sama lain dengan sampanye, dan menari mengikuti musik, semuanya dilakukan tepat di tengah siang hari.
Beberapa orang dengan topi Santa malah ada yang berani terjun ke Danau Bajer, yang airnya sangat dingin karena sedang musim dingin.
Brasil ingin cetak rekor
Dengan suhu di bawah nol derajat di New York, warga terlihat membanjiri kawasab Times Square untuk acara penurunan bola yang sudah jadi ritual di kota tersebut.
Di Pantai Copacabana di Rio de Janeiro, digelar pesta musik dan kembang api besar-besaran yang dikenal sebagai Réveillon.
Para penyelenggara berharap dapat memecahkan Rekor Dunia Guinness 2024 untuk perayaan Malam Tahun Baru terbesar, yang juga dimenangkan oleh Brasil.
Paus Leo XIV menutup tahun 2025 dengan doa agar kota Roma menjadi tempat yang ramah bagi orang asing dan orang-orang yang lemah, muda dan tua.
Paus memimpin kebaktian vesper Malam Tahun Baru di Basilika Santo Petrus, mengucap syukur atas Tahun Suci 2025 yang membawa jutaan peziarah ke Roma dalam perayaan Kekristenan yang terjadi setiap seperempat abad sekali.
Harapan untuk mengakhiri perang
Di Kyiv dan Moskow yang bersalju, baik warga Ukraina maupun Rusia berharap akan perdamaian setelah hampir empat tahun konflik.
“Saya berharap perang berakhir. Saya pikir ini adalah topik utama dan terpenting bagi negara kita,” kata seorang warga Moskow yang hanya menyebutkan namanya sebagai Larisa.
Ia mengatkan dirinya melakukan perjalanan dari Altai Krai yang jauh untuk mengunjungi ibu kota Rusia selama liburan musim dingin bersama keluarganya.
Banyak warga Ukraina menyesalkan perdamaian tampaknya masih jauh.
Namun, dengan balutan pakaian hangat dan mengunjungi pohon Natal yang dipasang di depan Katedral Saint Sophia di Kyiv, Olesia yang berusia sembilan tahun tampak lebih optimis.
“Saya pikir akan ada kedamaian di tahun baru,” katanya.
AP/Reuters


