Dulu Cuma Ceban, Kini Jadi Mahar Pernikahan! Pegadaian Bawa Bagas ke Pelaminan

Posted on

Bagas, rekan saya yang juga seorang karyawan swasta di Palmerah, Jakarta Pusat, sudah sangat akrab dengan Pegadaian sejak kecil. Bukan karena ia pernah menggadaikan sesuatu atau sering mengantarkan orang ke sana. Alasannya karena papan hijau berlogo timbangan itu selalu terlihat di mana saja ia berada.

Di dekat pasar, ada Pegadaian. Di dekat kantor kelurahan, ada Pegadaian. Di dekat rumah keluarganya yang jauh di pinggiran kota pun tetap ada Pegadaian. Seperti warung nasi Padang, di mana pun pasti ada. Sejak dulu, Pegadaian terasa begitu dekat dengan masyarakat. Jika butuh uang mendadak, orang-orang langsung pergi ke Pegadaian. Jika butuh tempat aman menaruh emas, pilihan paling logis juga Pegadaian. Ya, lembaga keuangan satu ini sudah seperti kawan lama yang selalu ada ketika dibutuhkan.

Dan Bagas, sebagai jurnalis yang terbiasa menggali cerita dari akar rumput, sangat paham hal itu. Ia melihat sendiri bagaimana Pegadaian membantu banyak orang bertahan, memulai usaha, bahkan menyekolahkan anak. Ada sesuatu yang sangat “merakyat” dari Pegadaian sehingga masyarakat merasa dekat, tidak takut datang ke kantornya, tidak ribet, dan mudah diakses.

Ketika Bagas Jatuh Cinta pada Tabungan Emas
Hubungan Bagas dengan Pegadaian memiliki sisi personal. Tahun 2015, PT Pegadaian meluncurkan produk baru berbasis emas bernama Tabungan Emas. Inilah momen ketika Bagas memulai langkah finansial terbaik dalam hidupnya. Waktu itu, ia baru beberapa tahun bekerja sebagai jurnalis di ibu kota. Gaji tidak besar, tapi cukup.

Bagas sangat tertarik berinvestasi emas. Ia punya prinsip bahwa “emas itu harus dibeli secara gradual.” Praktiknya bagaimana? Jika punya uang, beli emas. Punya uang lagi, beli lagi. Sedikit-sedikit, tidak masalah, yang penting konsisten. Ia percaya, emas bukan hanya barang mewah, tapi bisa jadi tabungan masa depan.

Entah itu tabungan untuk beli rumah, bahkan tabungan untuk menikah. Tabungan untuk masa depan yang ia sendiri belum tahu akan seperti apa. Sebab itulah setiap habis gajian, Bagas menyisihkan sebagian uang untuk Tabungan Emas di Pegadaian. Ia memilih Pegadaian karena alasannya simpel.

Pertama, Pegadaian ada di mana-mana. Cabangnya tersebar luas. Kedua, prosesnya tidak ribet. Cepat, jelas, transparan. Ketiga, karyawan Pegadaian ramah. Tidak ada jarak antara Pegadaian dan masyarakat kecil. Terakhir, Bagas suka sistemnya yang ringan. Tidak perlu modal besar, tidak perlu antre panjang, tidak perlu pusing. Beli berapa pun bisa. Emas termurah sekalipun tetap emas, tetap punya nilai, tetap naik harganya.

Tahun 2019, Bagas mendengar kabar bahwa Pegadaian menggandeng Tokopedia untuk Tabungan Emas. Ini semacam upgrade yang menggembirakan. Selain lebih praktis, Bagas ternyata juga pengguna e-commerce tersebut. Setiap habis belanja dan sisa saldonya nanggung, Bagas langsung beli emas 0,1-0,5 gram. Tidak terasa, tabungan emasnya bertambah banyak. Ia sering tersenyum sendiri membaca notifikasi seperti, “selamat, Anda membeli 0,05 gram emas.”

Kalau kata orang tua, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Kalau kata Bagas, receh-receh lama-lama jadi mahar.

Tabungan Emas Jadi Mahar Pernikahan
Nah, inilah salah satu bab paling indah dalam hidup Bagas. Tahun 2020, dunia sedang tidak baik-baik saja. Pandemi Covid-19 menghantam semua sektor. Di tengah situasi yang mengkhawatirkan itu, Bagas justru menemukan tambatan hatinya. Ia memutuskan menikah secara sederhana, tanpa pesta besar, tanpa undangan panjang di rumah mempelai wanita di Bekasi.

Dan kamu tahu mahar yang ia berikan? 25 gram emas. Emas yang ia kumpulkan sejak awal bekerja. Emas yang ia beli sedikit demi sedikit. Emas yang ia cicil di Pegadaian dan aplikasi Tokopedia. Bagas bangga sekali. Pada akhirnya ia bisa memberikan sesuatu yang benar-benar ia perjuangkan. Haru sekali ketika ia menyerahkan mahar itu kepada istrinya.

Bukan nilai rupiahnya saja yang besar, tapi juga representasi dari kesabaran, ketekunan, dan komitmennya yang besar, setidaknya sejak awal dia berkarier. Itulah indahnya emas. Selain menyimpan nilai, ia juga menyimpan cerita.

Tring! by Pegadaian Hadir
Time flies. Menjelang akhir 2024, fitur Tokopedia Emas by Pegadaian dinonaktifkan bertahap. Banyak nasabah yang galau, tapi perubahan ini rupanya menuju kemajuan lebih besar dan lebih keren. Pada 8 Oktober 2025, Pegadaian meluncurkan super apps Tring! by Pegadaian.

Aplikasi rebranding ini berubah lebih baru dan menjadi lompatan besar bagi Pegadaian. Ibarat pindah rumah, Pegadaian pindah ke rumah yang lebih modern, lebih aman, dan lebih lengkap. Sah, mulai 2025, semua layanan Pegadaian konvensional dan syariah kini ada di satu aplikasi bernama Tring! by Pegadaian. Sistemnya satu user ID dan semua layanan finansial Pegadaian terkumpul di dalamnya.

Keamanan menjadi prioritas utama. Emas nasabah Pegadaian dijamin fisiknya. Data nasabah dilindungi sistem terbaik. Tring! merupakan aplikasi yang melindungi ekosistem finansial. Cukup daftar sekali, nasabah bisa mengakses semuanya.

Mau tabungan emas? Ada.

Mau cicil emas? Ada.

Mau deposito emas? Ada.

Mau gadai? Ada.

Mau pembiayaan multiguna? Ada.

Mau cicil kendaraan? Ada.

Mau porsi haji? Ada.

Mau pembiayaan usaha? Juga ada.

Kalau dulu kan semuanya terpisah. Nah, sekarang semuanya di satu aplikasi.

Fitur Tring! by Pegadaian Sangat Lengkap
Saya pribadi cukup terkejut ketika membuka aplikasinya pertama kali. Desainnya modern, rapi, bersih, mudah dipahami. Tidak ada menu yang membuat bingung. Semuanya jelas. Fitur utama Tring! by Pegadaian ada tiga, yaitu Investasi Emas, Gadai, dan Pembiayaan.

Fitur Investasi Emas di dalamnya termasuk Tabungan Emas, Cicil Emas, Deposito Emas, dan Jual-Beli Emas real time. Fitur Gadai di dalamnya termasuk Gadai Tabungan Emas, Pantau Gadai Aktif, Bayar Gadai, Perpanjang Gadai, Tambah Gadai, dan Pengajuan Gadai. Fitur Pembiayaan di dalamnya termasuk Cicil Emas, Cicil Kendaraan, Pembiayaan Usaha, Porsi Haji, Wisata & Religi, dan Bayar Pembiayaan. Plus fitur tambahan seperti Referral dan Tukar Poin (jadi saldo emas!).

Metode pembayarannya super lengkap. Ada jaminan emas fisik 1:1 juga, plus diawasi penuh oleh OJK. Benar-benar super apps.

Setidaknya ada empat hal yang membuat Tring! by Pegadaian amat istimewa.
* Akses Cepat dan Mudah Kapan Saja

Tidak perlu ke outlet, tapi tetap aman seperti transaksi Pegadaian offline.
* Emas Dijamin Fisik 1:1

Ini penting. Karena banyak aplikasi emas digital hanya berbasis angka, bukan fisik. Pegadaian tetap Pegadaian, emasmu benar-benar ada.
* Terintegrasi

Semua layanan Pegadaian jadi satu, tidak perlu aplikasi berbeda-beda.
* Banyak Reward dan Promo

Poin bisa ditukar menjadi emas. Jadi menabung emas sambil menabung poin.

Bagi saya, menabung itu paling mudah dilakukan kalau sistemnya sederhana. Modal ceban? Bisa. Modal dua puluh ribu? Bisa. Modal receh, apalagi modal besar, ya bisa.

Sekarang, lewat Tring! by Pegadaian, semua orang bisa beli emas. Emas bukan lagi tabungan orang kaya. Emas sekarang bisa dibeli siapa saja, bahkan hanya dengan modal Rp10.000 alias modal ceban.

Tring! by Pegadaian memungkinkan semua orang mulai menabung emas dengan santai. Tidak terasa, beberapa tahun kemudian emas itu bisa jadi biaya sekolah anak, dana darurat, modal usaha, atau… ya mahar pernikahan seperti Bagas. Ayo, siapa yang ada rencana melamar sang pujaan hati di masa depan?

Sekarang, Tring! by Pegadaian seperti menjadi tren baru dalam kebiasaan menabung emas. Tidak ribet, tidak mahal, tidak perlu ke mana-mana. Lebih sat set. Kamu pun bisa mulai sekarang. Mulai dari ceban dulu, tidak apa-apa. Semua yang besar itu memang dimulai dari hal kecil yang kamu lakukan dengan sabar. Karena yang namanya masa depan itu bukan untuk ditunggu, tapi disiapkan. Dan salah satu cara paling mudah menyiapkannya adalah dengan menabung emas di Tring! by Pegadaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *