PasarModern.com, SEMARANG– Dolfie Othniel Frederic Palit ditetapkan sebagai ketua DPD PDIP Jawa Tengah periode 2025–2030 dalam Konferensi Daerah (Konferda) partai tersebut.
Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, di Hotel Patra Semarang, Sabtu (27/12/2025).
Sejumlah tokoh PDIP, mulai dari Puan Maharani, Hendrar Prihadi, hingga Andika Perkasa hadir pada kecempatan tersebut.
Dolfie dikenal sebagai kader berpengalaman yang telah berkiprah di PDIP sejak terpilih menjadi anggota DPR RI pada periode 2009-2014 dari Daerah pemilihan (Dapil) Jateng.
Dia juga pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP serta Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI.
Saat ini, Dolfie menduduki posisi Wakil Ketua Komisi XI DPR RI.
Dalam menjalankan tugasnya di Jateng, Dolfie didampingi Sumanto, yang kembali dipercaya sebagai Sekretaris DPD PDIP Jateng.
Sumanto merupakan kader senior yang telah bergabung dengan PDIP sejak 1996 dan pernah menjabat anggota DPRD Kabupaten Karanganyar sejak 2004.
Saat ini Sumanto menjabat sebagai ketua DPRD Jateng.
Ketua DPD PDIP Jateng, Dolfie Palit mengatakan, Jawa Tengah menjadi daerah ke-37 dari total 38 provinsi se-Indonesia yang menggelar agenda wajib partai, Konferda.
“Konferda ini merupakan tindak lanjut dari Kongres Ke-6 Partai. Seluruh Indonesia melaksanakan Konferda, dan Jawa Tengah ini yang ke-37 dari 38 Konferda,” kata Dolfie di sela-sela Konferda.
Penerus Pacul
Dolfie menuturkan, agenda Konferda diawali dengan laporan pertanggungjawaban pengurus lama sekaligus penetapan dan pembentukan kepengurusan baru.
“Laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya sudah disampaikan dan diterima. Selanjutnya dibentuk kepengurusan ke depan, dan saya ditugasi oleh ibu Ketua Umum sebagai ketua DPD Jawa Tengah,” lanjutnya.
Menurut Dolfie, penunjukan dirinya sebagai penerus Bambang Wuryanto “Pacul” untuk memimpin Jateng didasari oleh hasil psikotes dan keputusan rapat pleno DPP PDIP.
“Kalau kami membaca SK, penunjukan ini berdasarkan psikotes dan rapat pleno DPP,” bebernya.
Dia menyebut pengurus baru berjumlah 25 orang telah memenuhi 30 persen keterwakilan perempuan dengan total delapan anggota perempuan.
“Kepengurusan ini sudah memenuhi persyaratan keterwakilan perempuan. Ini menjadi komitmen partai,” tambahnya.
Dalam kepengurusan baru DPD PDIP Jateng periode 2026-2030 terdapat sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menempati posisi Wakil Sekretaris Internal.
Bupati Kendal, Diah Kartika Permana Sari, menjadi Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan.
Bupati Demak, Eistianah, menjadi Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menjadi Wakil Ketua Bidang Pemerintahan Otonomi Daerah.
Tokoh muda, Diah Pikatan Orissa Putri Haprani, yang juga putri Ketua DPR, Puan Maharani, menjadi Wakil Ketua Bidang Politik.
Sebelumnya, Pinka, sapaan akrabnya, sempat digadang-gadang sebagai kandidat ketua DPD PDIP Jateng.
Pinka merupakan anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jateng IV: Kabupaten Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri.
Adapun anggota DPRD Jateng, Krisseptiana, ditunjuk menjadi Wakil Ketua Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional.
Tia, sapaan akrab Krisseptiana, merupakan istri Ketua DPC PDIP Kota Semarang yang juga mantan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.
Tepis perpecahan
Dolfie memastikan, tidak ada retakan di internal partai banteng di Jawa Tengah, meski sebelumnya sempat ramai pengunduran diri FX Hadi Rudyatmo dari jabatan Pelaksana Tugas (Plt) ketua DPD PDIP Jateng.
Dolfie juga menyebut, hingga kini Rudi masih menjadi bagian dari kader terbaik PDIP di wilayahnya.
Untuk itu, dia menepis isu adanya perpecahan kubu yang muncul belakangan.
“Masih, (Rudi) masih kader. Pada hari ini kami undang kok. Kebetulan Pak Rudi ada acara lain sehingga berhalangan tadi sudah dimaturkan (izin) kepada Ibu (Megawati). Kita ingin mempersatukan seluruh potensi kader yang terbaik di Jawa Tengah,” ungkap Dolfie.
Tak hanya itu, dia membeberkan rencana untuk mengevaluasi strategi Pemilu dan menargetkan kembalinya Jawa Tengah sebagai kandang banteng dan benteng banteng pada Pemilu 2029.
Untuk itu, dia menyampaikan komitmennya untuk menjalankan pesan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam upaya meningkatkan kekompakan agar target kemenangan di seluruh agenda Pemilu dapat terwujud.
Lebih lanjut, dia juga mengurai tantangan eksternal dan internal yang menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru untuk kembali meraup dukungan di Jateng.
“Situasi politik berubah, peta politik sosial masyarakat berubah, cara berkomunikasi masyarakat juga berubah. Itu tantangan dari luar. Tantangan internalnya bagaimana kaderisasi bisa berjalan dan menyesuaikan dengan perkembangan di luar,” bebernya.
Sebelum mengajukan pengunduran diri, Rudi diketahui menggantikan Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul di posisi ketua DPD PDIP Jateng.
Saat itu, Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengungkap bahwa dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) terbaru partai melarang adanya rangkap jabatan.
Adapun Bambang Pacul sebelumnya sudah ditetapkan sebagai ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP untuk periode 2025-2030. (Kompas.com/Tribunnews.com)


