Doa Perayaan Ekaristi Minggu 16 November 2025, Pekan XXXIII Tahun C

Posted on

Teks Perayaan Ekaristi untuk Hari Minggu 16 November 2025

Pada hari Minggu 16 November 2025, umat Katolik merayakan perayaan ekaristi dengan tema renungan harian yang berfokus pada iman dan kesetiaan. Teks perayaan ini disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD, dan dirancang khusus untuk Masa Biasa, pekan XXXIII tahun C, dengan warna liturgi hijau.

Tanda Salib dan Salam

Perayaan dimulai dengan tanda salib dan salam. Pemimpin mengucapkan, “Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus,” sementara umat menjawab, “Amin.” Kemudian, Pemimpin memberikan salam rohani: “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.” Umat menjawab, “Sekarang dan selama-lamanya.”

Kata Pembuka

Pemimpin menyampaikan bahwa hari ini adalah Minggu Biasa Ketigapuluh Tiga dalam Masa Biasa. Bacaan-bacaan suci mengajak kita untuk bertahan dalam iman. Mereka yang bertahan dalam iman akan memperoleh selamat. Dalam bacaan pertama, kitab Maleakhi menggambarkan kejatuhan orang-orang yang tidak takut kepada Tuhan. Dalam bacaan kedua, Rasul Paulus menegur umat Tesalonika yang tidak bekerja karena mengira Yesus akan segera datang. Dalam Injil, Yesus menegaskan tentang akhir dunia dan mengingatkan kita untuk bertahan dalam iman.

Tobat dan Permohonan Ampun

Umat diundang untuk mengakui dosa mereka, terutama karena meragukan kehadiran Tuhan. Pemimpin memohon pengampunan agar hati kita menjadi layak untuk perayaan Sabda ini. Umat kemudian mengucapkan syahadat dosa dan memohon doa dari Santa Perawan Maria dan para malaikat.

Menyanyikan Lagu Kemuliaan

Lagu kemuliaan dinyanyikan dengan lirik seperti: “Kemuliaan kepada Allah di surga dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.” Umat dan pemimpin bersama-sama menyanyikan lagu pujian kepada Allah, Yesus Kristus, dan Roh Kudus.

Doa Pembuka

Pemimpin memimpin doa pembuka, memohon kepada Tuhan agar kita selalu mengarahkan hati kepada-Nya dan menjalankan perintah-Nya dalam hidup kami. Umat menjawab, “Amin.”

Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan

Pemimpin mengajak umat membuka hati untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya sebagai pelita iman dan tongkat penuntun jalan hidup kita.

Bacaan Pertama (Mal. 4:1-2a)

Bacaan dari Kitab Maleakhi menyampaikan pesan bahwa hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik akan terbakar. Namun, bagi mereka yang takut akan nama-Nya, surya kebenaran akan terbit dengan kesembuhan pada sayapnya.

Mendaraskan Mazmur Tanggapan

Mazmur tanggapan dinyanyikan dengan lirik seperti: “Tuhan datang untuk mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.” Umat dan pemimpin bersama-sama menyanyikan mazmur pujian kepada Tuhan.

Bacaan Kedua (2Tes. 3:7-12)

Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika mengingatkan bahwa jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Paulus juga menasihati umat untuk tetap tenang dan melakukan pekerjaannya.

Alleluia (Luk. 21:28)

Pemimpin dan umat menyanyikan Alleluia: “Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatmu sudah dekat.”

Injil (Luk. 21:5-19)

Yesus berbicara tentang akhir zaman dan keruntuhan Yerusalem. Ia menegaskan bahwa tidak seorang pun tahu kapan akhir dunia itu terjadi. Namun, Yesus mengingatkan kita bahwa akan ada penganiayaan karena nama-Nya. Kita diminta untuk bertahan. Yang bertahan dalam iman akan memperoleh kehidupan kekal.

Renungan Harian Katolik

Renungan hari ini mengajak kita untuk memahami dua topik utama: keruntuhan Yerusalem dan bertahan dalam penderitaan. Yesus menunjukkan bahwa hal-hal material bisa runtuh, namun yang penting adalah membangun fondasi iman kita. Bertahan dalam penderitaan adalah cara kesaksian yang baik di tengah tantangan hidup.

Hening

Umat diundang untuk berhening sejenak untuk berdoa dan merenungkan sabda Tuhan.

Syahadat

Umat menanggapi Sabda Tuhan dengan mengucapkan Syahadat: “Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…”

Doa Umat

Pemimpin memimpin doa untuk pemimpin Gereja, perdamaian dunia, mereka yang berkekurangan, dan untuk diri sendiri. Umat berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan.

Kolekte

Kolekte dikumpulkan sebagai bentuk cinta kepada Sang Sabda dan sesama yang berkekurangan. Diiringi lagu yang sesuai, kolekte dikumpulkan dan diletakkan di depan mimbar.

Doa Pujian

Pemimpin memimpin doa pujian kepada Allah, memuji-Nya atas karya keselamatan-Nya. Umat menjawab dengan penuh rasa syukur dan hormat.

Ritus Komuni

Ada dua kemungkinan dalam ritus komuni: (1) menyambut komuni, atau (2) menghayati komuni batin. Dalam cara A, umat menyambut komuni dengan penuh kehormatan dan doa. Dalam cara B, umat menghayati kehadiran Tuhan di dalam hati masing-masing.

Doa Penutup

Pemimpin memimpin doa penutup, memohon kepada Tuhan agar kita selalu setia kepada-Nya dan mendekatkan diri kepada-Nya. Umat menjawab, “Amin.”

Mohon Berkat Tuhan

Sebelum mengakhiri perayaan, umat menundukkan kepala dan memohon berkat Tuhan. Pemimpin memberikan berkat dengan membuat tanda salib dan mengucapkan, “Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.”

Pengutusan

Pemimpin mengutus umat untuk pulang dan mewartakan Kabar Gembira keselamatan Tuhan. Umat menjawab, “Amin.”

Lagu Penutup

Akhir perayaan ditutup dengan lagu penutup yang penuh makna dan kegembiraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *