Peran Gubernur Jawa Barat dalam Perseteruan Yai Mim dan Sahara
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun tangan untuk mencoba menengahi perseteruan antara Yai Mim dan Nurul Sahara. Perseteruan ini telah menjadi perhatian publik, terutama setelah berbagai pihak mengungkapkan pendapat mereka.
Dedi Mulyadi mengundang pihak Sahara ke rumahnya di Lebur Pakuan Subang, Jawa Barat, untuk memberikan penjelasan tentang perseteruannya dengan Yai Mim. Sebelumnya, ia juga telah bertemu dengan Yai Mim. Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa ia merasa nyambung saat berbicara dengan Yai Mim.
“Memang dari sisi keilmuan, dialektika bicara, kapasitas, pemahaman bahasa, perjalanan spiritual tinggi banget, makanya ngomong dengan saya nyambung,” ujarnya.
Meskipun begitu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa ia tidak memihak siapa pun dalam masalah ini. Ia hanya ingin menyampaikan apa yang terjadi agar bisa menjadi konsumsi publik.
“Tapi saya kan tidak ke mana-mana, yang penting menyampaikan apa yang terjadi, yang terdengar, dan yang terlihat karena ini sudah menjadi konsumsi publik,” katanya.
Ia juga menyatakan bahwa karena Yai Mim telah bertemu dengannya, maka ia harus bertemu dengan Sahara juga. “Masa saya mendengarkan sepihak,” imbuhnya.
Dedi Mulyadi berharap Yai Mim dan Sahara dapat berdamai dan menyelesaikan masalah ini. Ia bahkan bersedia ke Malang, Jawa Timur, untuk bertemu keduanya.
“Kalau ini saya ke Malang suruh Pak Yainya kita kumpul mau nggak? Main-main aja saya ke Malang. Nanti saya main-main ke Malang,” kata Dedi Mulyadi.
Langkah Dedi Mulyadi ini disambut baik oleh pihak Sahara. Bahkan, Yai Mim juga telah meminta Dedi Mulyadi untuk berkunjung ke Malang agar masalah ini dapat selesai.
“Kita sudah ketemu, mudah-mudahan seluruh masalahnya selesai. Kalau mau bertetangga, bertetangga yang baik. Kalau mau berpisah, berpisah dengan baik,” ujar Dedi Mulyadi.
Awal Mula Perseteruan
Awal mula perseteruan antara Yai Mim dan Sahara bermula dari lahan parkir. Perseteruan ini terjadi karena Sahara memarkirkan mobil rentalnya tepat di depan pagar rumah Yai Mim di Kota Malang, Jawa Timur.
Akar masalah yang membuat Yai Mim tidak terima adalah lahan pribadi yang diwakafkan istrinya untuk jalan umum, justru dipakai untuk tempat parkir kendaraan milik Sahara yang merupakan pengusaha rental hingga sampai depan rumahnya.
Yai Mim mengunggah video memperlihatkan mobil rental milik Sahara parkir di depan rumahnya. Padahal terlihat di sekitarnya masih banyak lahan yang kosong. Yai Mim menilai karena hal tersebut dirinya menjadi kesulitan untuk masuk dan keluar dari rumahnya sendiri.
Ia lalu memasang tulisan di pagarnya ‘Mohon Tidak Parkir di Depan Pintu’. Akan tetapi Sahara mengabaikan peringatan tersebut. Keributan pun tak terhindarkan hingga saat ini.
Kronologi Versi Sahara
Akhirnya Sahara muncul pertama kali usai perseteruannya dengan Yai Mim disorot di media sosial. Jika Yai Mim menyebut bahwa awal mula perseteruannya dengan Sahara adalah karena masalah parkir, namun Sahara ternyata tak sependapat dengan apa yang disampaikan Yai Mim tersebut.
Dalam pengakuannya, Sahara tak terima karena Yai Mim sudah empat kali melontarkan perkataan yang bersinggungan dengan pelecehan terhadap dirinya.
“Jadi permasalahan utamanya itu, bagi saya pribadi pelecehan seksual, beliau menganggap saya dan teman-teman yang ada digarasi itu terlalu santai menyikapi guyonan beliau sehingga dari situ beliau mulai ada gurauan yang mengarah kesitu sehingga saya merasa itu pelecehan tapi bagi beliau itu bukan, ada empat kali saya dilecehkan,” kata Sahara.
Sementara, perseteruan soal parkir diakui Sahara terjadi setelah dirinya bertengkar. “Kalo persoalan parkir itu terjadi setelah kita bertengkar dan parkir itu sebenarnya yang dimasukan dalam TikTok itu tidak parkir di jalan umum tetapi parkir di tanah,” jelas Sahara.
Selain itu, Sahara mengatakan baru mengenal Yai Mim tiga bulan saat baru pindah ke tempat tersebut. “Saya dan Yai Mim baru kenal paling lama tiga bulan, saya tidak sembarangan memberikan akses fasilitas perusahaan termasuk kunci kepada orang lain, saudara saya saya belum tentu apa lagi orang lain,” ujarnya.
Kronologi Versi Yai Mim
Yai Mim buka suara setelah berbagai tudingan yang mengarah kepadanya. Dalam klarifikasi yang disampaikan melalui akun media sosial istrinya, Rosida Vignesvari dan juga saat hadir di kanal YouTube Sumargo Denny, Yai Mim menegaskan seluruh tudingan Sahara tidak berdasar dan tidak benar.
Akar persoalan itu berawal dari tanah miliknya yang digunakan Sahara untuk kandang kambing dan parkir mobil rental. Yai Mim menegaskan tidak pernah melakukan blokade jalan, apalagi pencabulan seperti yang dituduhkan.
“RT, RW, dan warga hanya mendengar keterangan sepihak dari Sahara. Tidak pernah ada mediasi resmi,” ujar Yai Mim.
Yai Mim mengisahkan kejadian yang membuat dirinya difitnah. Saat istrinya sedang berhaji, Sahara datang ke rumah membawa makanan dan mengunci pintu. Melihat tindakan Sahara, Yai Mim menegur agar pintu dibuka. Namun, situasi berujung ricuh hingga dirinya malah dituduh cabul.
“Anaknya Nurul Sahara, namanya Sepim, masih kecil, suka main ke rumah saya. Karena dia sering main, ibunya (Sahara) ikut masuk sambil membawa makanan,” kata Yai Mim.
Yai Mim menuturkan, Sahara bahkan menawarkan nasi kepadanya. Namun ia menolak karena sudah makan dari masakan istrinya, Rosidah. “Dia bilang, ‘tapi ini lebih enak Kyai, saya jamin masakannya enak, saya sendiri yang masak.’ Lalu dia masuk, taruh nasi ke dalam, terus ngunci pintu,” tutur Yai Mim.
Merasa tidak nyaman, Yai Mim langsung menegur. “Saya bilang, ‘Mbak jangan dikunci dong, istri saya lagi nggak ada di rumah.’ Dia bilang, ‘biar Sepim anaknya nggak keluar,’” lanjutnya.
Setelah itu, Yai Mim naik ke lantai tiga untuk mencuci baju. Saat sedang mencuci hanya dengan celana pendek, Sahara tiba-tiba naik dan berteriak. “Dia langsung bilang, ‘woi Pak Kyai cabul!’ Saya kaget banget, apalagi saya pakai celana pendek mau nyuci. Dari bawah juga terdengar suara suami Nurul Sahara, Pak Sofyan, dia manggil anaknya Sepim, suaranya keras,” cerita Yai Mim.
“Saya kaget dituduh seperti itu. Padahal saya hanya sedang mencuci baju di lantai tiga,” jelasnya.
Ia pun segera lari ke balkon rumah sebelah dan melakukan aktivitas lain untuk menghindari hal-hal yang bisa memperkeruh keadaan.
Saat ini, perseteruan keduanya telah berlanjut ke ranah hukum. Yai Mim dan Sahara sama-sama melapor ke pihak kepolisian.


