Dedi Mulyadi Janji Angkat Penjual Cincau Jadi Penerjemah, Kini Bilang Belum Butuh

Posted on

Pengakuan Nanang, Penjual Es Cincau yang Menagih Janji Gubernur Jabar

Nanang, seorang penjual es cincau di Kota Bogor, sempat menjadi sorotan setelah dijanjikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menjadi penerjemah. Janji tersebut diucapkan saat Dedi sedang melakukan peninjauan proyek jalan longsor di wilayah Bogor Timur. Pada pertemuan singkat itu, Dedi menunjukkan ketertarikan terhadap kemampuan Nanang yang menguasai empat bahasa asing.

Kehidupan Nanang Sebelum Pertemuan dengan Dedi Mulyadi

Sebelum pertemuan tersebut, Nanang hanya menjalani kehidupan sederhana sebagai penjual es cincau. Ia tinggal di kawasan Batutulis, Kota Bogor, dan hidup dari dagangan yang ia lakukan setiap hari. Namun, nasib berubah ketika ia bertemu dengan Dedi Mulyadi. Dalam pertemuan itu, Dedi secara spontan memberikan janji yang terdengar istimewa bagi seorang penjual es cincau seperti Nanang.

“Bapak kerja sama saya aja, jadi penerjemah saya bahasa Inggris,” ucap Dedi dalam video yang kini telah beredar luas di platform YouTube dan TikTok. Janji ini membuat banyak orang tertarik pada sosok Nanang. Bahkan, ia beberapa kali diundang untuk muncul dalam konten media sosial Dedi Mulyadi.

Janji yang Tidak Terwujud

Namun, janji yang diucapkan Dedi Mulyadi tidak segera terwujud. Sampai saat ini, Nanang masih tetap berjualan es cincau di gerobak kecilnya. Ia mengaku masih menunggu kabar baik yang tak kunjung datang sejak janji itu diucapkan. “Yang di konten beliau yah,” kata Nanang lirih, mengingat kembali ucapan sang gubernur yang kini terasa seperti angin lalu.

Nanang mengaku bahwa sebelum pertemuan dengan Dedi, ia tidak pernah bermimpi untuk bekerja di pemerintahan. Ia hanya ingin hidup sederhana, berjualan seperti biasa, tanpa ambisi menjadi ajudan atau penerjemah pejabat tinggi. “Memang sebetulnya saya gak berharap bahwa saya itu ingin jadi ajudannya atau penerjemah bahasa Inggris, saya gak mimpi sebelum itu, saya gak berharap banyak,” tutur Nanang dengan nada pasrah.

Namun, seiring berjalannya waktu, ucapan spontan Dedi Mulyadi itu mulai menumbuhkan harapan baru dalam diri Nanang. Baginya, siapa pun yang mendengar janji dari seorang pejabat pasti akan percaya, apalagi jika diucapkan di depan publik.

Reaksi Dedi Mulyadi

Setelah Nanang menagih janjinya, Dedi Mulyadi memberikan reaksi melalui akun TikTok. Ia mengakui bahwa ia memang pernah menyampaikan janji tersebut. “Buat aki, saya memang pernah menyampaikan aki mendampingi saya menjadi penerjemah bahasa asing untuk berbagai kegiatan saya ketika melibatkan tamu-tamu dari luar negeri,” katanya.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa ia akan menepati janji tersebut. Namun sampai saat ini, ia mengaku masih belum membutuhkan Nanang sebagai penerjemah bahasa. “Dan saya pasti memenuhi janji itu. Tetapi memang sampai saat ini saya belum berkegiatan yang melibatkan tamu-tamu asing,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa pernah menerima duta besar, namun tidak memerlukan jasa penerjemah. “Hanya beberapa kali menerima dubes dari luar negeri berkunjung ke Gedung Pakuan dan itu pun juga masih bisa secara spontan kita dampingi bersama dengan staf saya,” katanya.

Dedi Mulyadi memastikan akan tepati janji ketika menerima tamu asing. “Nanti akan ada waktunya aki juga akan saya undang untuk mendampingi saya ketika menerima tamu-tamu dari luar negeri,” katanya.

Tanggapan Nanang

Setelah Dedi Mulyadi merespons, Nanang mengucapkan terima kasih. Ia mengakui bahwa Dedi Mulyadi merupakan orang yang baik. Dirinya pun meminta maaf kepada Dedi karena kurang sabar setelah dijanjikan akan diberi pekerjaan.

“Maybe someday… so i think your’e very kind of me, i feel not be patient any time, karena mungkin gak sabar ya pak, mohon maaf,” katanya. Nanang juga mengakui bahwa ruang kesabarannya kurang dibanding emosi setelah banyak orang yang menganggapnya sudah bekerja dengan Dedi.

Nanang mengungkapkan bahwa ia ingin hidup tenang dan bahagia. “Ruang emosi ide saya, itu lebih besar pak dari ruang kesadaran,” imbuhnya. Ia juga seperti menahan tangis ketika mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Dedi Mulyadi yang telah merespons curhatannya.

Kehidupan Nanang Saat Ini

Saat ini, Nanang masih berjualan es cincau di Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor. Banyak orang di sekitarnya menganggap bahwa ia sudah bekerja dengan Dedi Mulyadi. Hal ini membuat Nanang merasa baper dan akhirnya terpaksa berbohong terutama kepada teman-temannya.

“Akhirnya saya berbohong terutama kepada teman saya,” kata Nanang. “Aduh pak nanang sudah sukses ya, hebat ya sama KDM”, akhirnya saya kepaksa berbohong,” katanya sambil menahan tangis.

Nanang mengaku bahwa ia merasa kecewa dengan janji yang diucapkan Dedi Mulyadi. “Pencitraan,” kata Nanang singkat namun penuh makna, seolah menegaskan bahwa di balik setiap janji publik figur, sering kali tersimpan kenyataan pahit yang tak seindah konten media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *