Dampak Perang AS-Israel vs Iran, 4 Tokoh Minta Indonesia Keluar dari BoA Donald Trump

Posted on

Desakan Kencang agar Indonesia Keluar dari Board of Peace (BoP)

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran telah memicu desakan kuat agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. BoP adalah sebuah badan internasional yang dibentuk pada Januari 2026 oleh Presiden AS Donald Trump. Tujuannya adalah untuk mendorong perdamaian di Gaza, khususnya terkait gencatan senjata dan rekonstruksi wilayah pasca konflik. Namun, justru AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk fasilitas terkait program nuklir, sistem rudal balistik, hingga pusat komando Garda Revolusi Iran. Serangan tersebut menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta pejabat lainnya.

Desakan agar Indonesia keluar dari BoP disampaikan secara terbuka melalui pernyataan sikap dan konferensi pers yang digelar di Jakarta. Alasan utamanya adalah menjaga konsistensi politik luar negeri bebas aktif. Berikut beberapa tokoh nasional yang menyampaikan pendapatnya:

TB Hasanuddin

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai Indonesia sebaiknya segera keluar dari kerja sama atau keterlibatan dalam Board of Peace (BoP). Politisi PDIP ini menilai keputusan untuk tetap berada dalam BoP berpotensi membahayakan integritas politik luar negeri Indonesia di mata dunia serta menyimpang dari prinsip konstitusional politik luar negeri bebas aktif.

TB Hasanuddin menyampaikan lima alasan utama mengapa Indonesia perlu segera menarik diri dari BoP:

  • Pertama, partisipasi Indonesia dalam BoP dinilai telah mencederai prinsip bebas aktif sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi. Amanat untuk turut aktif menjaga perdamaian dunia tidak tercermin apabila Indonesia menjadi bagian dari organisasi yang dinilai membiarkan terjadinya agresi militer terhadap bangsa lain, dalam hal ini invasi AS-Israel ke Iran.
  • Kedua, pemerintah dinilai tidak menunjukkan sikap tegas dalam mengutuk invasi AS-Israel ke Iran. Hal ini memperkuat persepsi adanya keberpihakan Indonesia terhadap agresi tersebut dan menimbulkan kesan lemahnya komitmen terhadap penghormatan kedaulatan negara lain.
  • Ketiga, posisi yang dinilai tidak netral dan tidak konsisten dalam membela kedaulatan bangsa lain dapat memperburuk persepsi rakyat Palestina terhadap Indonesia. TB Hasanuddin mengingatkan bahwa mobilisasi pasukan TNI sebagai bagian dari ISF BoP berpotensi mendapat penolakan.
  • Keempat, alokasi anggaran untuk partisipasi TNI dalam pasukan ISF dinilai akan menekan kapasitas fiskal negara untuk tujuan yang masih bersifat spekulatif.
  • Kelima, Indonesia dinilai berisiko terjebak dalam pusaran geopolitik Timur Tengah yang tidak menguntungkan dan berpotensi membahayakan.

Ketua MUI Anwar Iskandar

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar pemerintah Indonesia segera menarik diri dari anggota Board Of Peace (BoP) pasca serangan militer Israel dan Amerika Serikat ke Iran. Dalam keterangan yang tertuang dalam Tausyiah MUI tentang eskalasi serangan Israel-Amerika terhadap Iran Nomor:Kep-28/DP/-MUI/III/2026 itu, Ketua MUI Anwar Iskandar mempertanyakan niat Amerika yang membentuk badan perdamaian tersebut. Anwar mempertanyakan komitmen Amerika dalam menyelesaikan konflik di Palestina melalui BoP yang mereka buat pasca adanya serangan yang dilakukan terhadap Iran.

Connie Rahakundi Bakrie

Guru Besar Hubungan Internasional di Universitas Negeri Saint Petersburg, Rusia, Prof Connie Rahakundini Bakrie menyarankan Presiden RI Prabowo Subianto mempertimbangkan langkah keluar dari keanggotaan Indonesia di BoP. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video yang ia unggah di akun Instagram @profconnierahakundinibakrie, Minggu (1/3/2026) malam, Prof Connie menilai momentum meningkatnya ketegangan kawasan dapat menjadi “exit door” bagi Indonesia untuk mengevaluasi posisinya.

Hikmahanto Juwana

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, meminta pemerintah Indonesia segera keluar dari keanggotaan BoP bentukan Donald Trump. Hikmahanto menilai, keberadaan forum tersebut tidak berjalan sesuai tujuannya dan justru kontraproduktif. “Memang BoP hanya digunakan untuk melegitimasi Israel mengambil Gaza,” kata Hikmahanto kepada Tribunnews.com, Minggu (1/3/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *