Deretan Emitter yang Siap Lakukan Rights Issue
Pasar modal sedang bersiap menghadapi gelombang besar dari aksi korporasi, khususnya rights issue. Banyak emiten dari berbagai sektor seperti teknologi, properti, pertambangan, dan aviasi sedang menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaan. Aksi ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas perdagangan dan menarik perhatian investor besar.
INET: Rights Issue Rp 3,2 Triliun untuk Ekspansi Teknologi Baru
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menjadi salah satu emiten yang paling disorot. Perseroan akan menerbitkan hingga 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 250, dana maksimal Rp 3,2 triliun. Pemegang saham pengendali, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, telah menyatakan siap menyerap Rp 1,78 triliun haknya, sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga hingga 5,65 miliar saham, apabila ada porsi HMETD yang tidak terserap.
Sebagian besar dana, yakni Rp 2,8 triliun akan digelontorkan untuk ekspansi jaringan Fiber To The Home (FTTH) berteknologi WiFi-7 melalui anak usaha GPI. Penetrasi jaringan akan difokuskan untuk menggaet 2 juta pelanggan di Bali dan Lombok. Dana lain akan dialokasikan untuk pelunasan biaya sewa kabel bawah laut (IRU) dan modal kerja pembangunan jaringan di Pulau Jawa.
INET juga akan menerbitkan 3,07 miliar Waran Seri II yang berpotensi menyumbang tambahan dana Rp 921,6 miliar. Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut bahwa keunggulan INET semakin ditopang oleh implementasi teknologi FTTH berbasis WiFi-7 melalui kolaborasi dengan WIFI IJ.
CBRE: Rights Issue 48 Miliar Saham untuk Pelunasan Utang hingga Capex
Dari sektor pertambangan, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) merencanakan rights issue besar dengan menerbitkan hingga 48 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Seluruh saham baru tersebut akan dicatatkan di BEI dan memiliki hak yang sama dengan saham lama, termasuk hak atas dividen dan hak suara dalam RUPS. Adapun dana segar akan digunakan untuk membayar utang pihak ketiga, menopang modal kerja, dan menambah armada operasional.
IRSX: Rights Issue 12,39 Miliar Saham dan Penerbitan Waran Seri II
PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX) siap menggelar HMETD I dengan penerbitan 12,39 miliar saham baru, setara dengan 66,67 persen modal setelah penambahan. Perseroan juga menerbitkan 1,86 miliar Waran Seri II, yang dapat dikonversi menjadi saham baru. Setiap pemegang 100 saham baru hasil pelaksanaan HMETD akan memperoleh 15 waran seri II, di mana setiap 1 waran seri I dapat dikonversi menjadi 1 saham perseroan.
WIFI: Rights Issue Rp 5,9 Triliun untuk Jangkau 25 Juta Rumah
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) telah melaksanakan rights issue senilai Rp 5,9 triliun dengan rasio 4:5, yang diumumkan pada April 2025 lalu. Sebanyak 2,95 miliar saham bakal diterbitkan atau setara 55,56 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Target ambisius WIFI adalah menjangkau 25 juta rumah, dengan 5 juta rumah tersambung pada fase pertama. rights issue ini telah rampung pada Juli lalu, bahkan mencatat oversubscribed atau kelebihan permintaan, menunjukkan tingginya minat investor.
GMFI: Rights Issue Strategis Bernilai Inbreng Rp 5,66 Triliun
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) akan menerbitkan 124,27 miliar saham Seri B sebagai bagian dari rights issue II. Di mana nilai nominal Rp 25 per saham. Aksi ini mencakup penyetoran modal non-tunai (Inbreng) berupa lahan seluas 972.123 m2 di kawasan Bandara Soekarno-Hatta dari PT Angkasa Pura Indonesia (API). Mencakup area operasional utama Hanggar 1 hingga Hanggar 4, senilai Rp 5,66 triliun dan kemudian diikuti transaksi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
NINE: Targetkan Rights Issue Rp 80 Miliar, Harga Saham Dibidik Rp 500
PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) berencana menggelar rights issue dimulai November 2025 dan rampung paling lambat April 2026 dengan target dana Rp 80 miliar. Perseroan dapat menerbitkan 2,1 miliar saham dari modal dasar 4,2 miliar lembar. Emiten optimistis harga saham bisa mencapai Rp 500 per lembar menjelang pelaksanaan rights issue, lebih tinggi dari kisaranRp 300- Rp 400 yang diperkirakan sebelumnya.
PANI: Rights Issue Rp 16,73 Triliun
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), emiten properti milik Sugianto Kusuma atau Aguan, sudah mengumumkan rights issue atau PMHMETD III. Di mana harga pelaksanaan Rp 15.000 per saham. PANI menargetkan menghimpun dana Rp 16,73 triliun melalui penerbitan 1,12 miliar saham baru. Pemegang saham utama, PT Multi Artha Pratama, menyatakan komitmen penuh melaksanakan haknya sekitar 979 juta saham. Dana hasil aksi korporasi akan digunakan untuk memperkuat modal dan menambah penyertaan saham pada beberapa entitas, termasuk pembelian 44,1 persen saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).
