Contoh Modul Pembelajaran Deep Learning IPA Kelas 8 SMP, Bab 3

Posted on

Ringkasan Berita

Peserta didik sudah memiliki dasar gaya dan gerak, namun masih perlu pendalaman konsep ilmiah tentang usaha, energi, transformasi energi, dan penerapan rumus, termasuk membedakan konsep sehari-hari dengan konsep fisika. Materi sangat relevan dengan aktivitas keseharian, seperti mendorong benda, berlari, memakai gunting, atau menggunakan katrol; namun tingkat kesulitannya menengah–tinggi karena ada perhitungan matematis dan pemahaman konsep abstrak.

Berikut ini modul ajar deep learning IPA kelas 8 SMP, Bab 3 Usaha, Energi dan Pesawat Sederhana.

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN: ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)

BAB: 3 USAHA, ENERGI, DAN PESAWAT SEDERHANA

A. IDENTITAS MODUL

  • Nama Sekolah: ………………………………………………………………………….
  • Nama Penyusun: ………………………………………………………………………….
  • Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
  • Fase / Kelas / Semester: D / VIII / Ganjil
  • Alokasi Waktu: 8 Jam Pelajaran (4 pertemuan x 2 JP)
  • Tahun Pelajaran: 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

Peserta didik kelas VIII pada umumnya telah memiliki pengetahuan dasar tentang konsep gaya dan gerak dari jenjang sebelumnya. Mereka mungkin sering menggunakan istilah “usaha” dan “energi” dalam percakapan sehari-hari, namun pemahaman ilmiahnya masih perlu diluruskan dan diperdalam. Beberapa peserta didik mungkin sudah akrab dengan konsep “energi” dalam konteks listrik atau bahan bakar, namun belum mengaitkannya dengan “usaha” dan berbagai bentuk energi. Kesulitan yang mungkin muncul adalah mengaplikasikan rumus matematis, membedakan konsep usaha dan energi secara ilmiah, serta mengidentifikasi jenis-jenis pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari dan menghitung keuntungannya. Pemahaman awal yang sudah dimiliki adalah kemampuan mengamati fenomena fisik di sekitar mereka.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

Materi pelajaran “Usaha, Energi, dan Pesawat Sederhana” ini berfokus pada pengetahuan konseptual, prosedural, dan sedikit faktual. Peserta didik akan memahami definisi ilmiah usaha dan energi, berbagai bentuk energi dan transformasinya, konsep daya, serta jenis-jenis pesawat sederhana (tuas, katrol, bidang miring, roda berporos) beserta prinsip kerjanya. Relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik sangat tinggi, karena konsep ini dapat ditemukan dalam setiap aktivitas sehari-hari, mulai dari mendorong meja, berlari, hingga menggunakan gunting atau tangga. Tingkat kesulitan materi ini bersifat menengah hingga tinggi, karena melibatkan pemahaman konsep abstrak dan aplikasi rumus matematis. Struktur materi akan dimulai dari konsep dasar usaha dan energi, kemudian beralih ke hukum kekekalan energi, daya, dan diakhiri dengan eksplorasi pesawat sederhana. Integrasi nilai dan karakter akan mencakup rasa ingin tahu, tanggung jawab, ketelitian, kreativitas dalam merancang, serta kolaborasi.

D. DIMENSI LULUSAN PEMBELAJARAN

Berdasarkan tujuan pembelajaran pada Bab 3, dimensi profil lulusan yang relevan adalah:

Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis konsep usaha, energi, dan prinsip kerja pesawat sederhana, serta memecahkan masalah terkait.

Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau memodifikasi pesawat sederhana, serta menemukan solusi inovatif dalam pengaplikasian konsep.

Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam percobaan, diskusi kelompok, dan proyek pembuatan pesawat sederhana.

Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dalam melakukan penyelidikan dan bertanggung jawab atas hasil belajarnya.

Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan hasil percobaan, analisis, dan ide secara lisan maupun tulisan.

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024

Pada akhir Fase D, peserta didik mampu mendeskripsikan dan menjelaskan konsep usaha, energi (potensial dan kinetik), hukum kekekalan energi, dan daya, serta mengaplikasikannya dalam berbagai situasi. Peserta didik juga mampu menjelaskan konsep pesawat sederhana, mengidentifikasi berbagai jenisnya, menghitung keuntungan mekanisnya, dan mengaplikasikannya untuk mempermudah pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

  • Matematika: Penggunaan rumus matematis (perkalian, pembagian, penjumlahan) dalam perhitungan usaha, energi, daya, dan keuntungan mekanis pesawat sederhana.
  • Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Pemanfaatan simulasi virtual, mencari informasi, membuat presentasi digital, atau video demonstrasi.
  • Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Konsep energi dalam tubuh, usaha dalam gerakan olahraga.
  • Seni Budaya/Prakarya: Merancang dan membuat model pesawat sederhana.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 (Alokasi Waktu: 3 JP x 40 menit = 120 menit)

– Melalui demonstrasi sederhana dan diskusi (Meaningful Learning), peserta didik dapat menjelaskan konsep usaha dalam fisika dengan tepat (Penalaran Kritis).

– Melalui percobaan sederhana (Joyful Learning), peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi besar usaha (gaya dan perpindahan) dengan akurat (Penalaran Kritis).

Pertemuan 2 (Alokasi Waktu: 3 JP x 40 menit = 120 menit)

– Melalui contoh kasus sehari-hari (Mindful Learning), peserta didik dapat menghitung besar usaha yang dilakukan dengan menggunakan rumus yang benar (Penalaran Kritis).

– Melalui diskusi kelompok (Kolaborasi), peserta didik dapat membedakan antara usaha dan bukan usaha dalam konteks fisika dengan tepat (Penalaran Kritis, Kolaborasi).

Pertemuan 3 (Alokasi Waktu: 3 JP x 40 menit = 120 menit)

– Melalui observasi fenomena alam (Mindful Learning), peserta didik dapat menjelaskan konsep energi dan berbagai bentuknya (kinetik, potensial, kimia, listrik, panas, bunyi, cahaya) dengan jelas (Penalaran Kritis).

– Melalui eksplorasi video/animasi (Joyful Learning), peserta didik dapat mengidentifikasi perubahan bentuk energi (transformasi energi) dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat (Penalaran Kritis).

Pertemuan 4 (Alokasi Waktu: 3 JP x 40 menit = 120 menit)

– Melalui simulasi atau percobaan (Meaningful Learning), peserta didik dapat menghitung energi kinetik dan energi potensial suatu benda dengan rumus yang benar (Penalaran Kritis).

– Melalui diskusi dan analisis kasus (Penalaran Kritis), peserta didik dapat menjelaskan konsep hukum kekekalan energi mekanik (Penalaran Kritis).

Pertemuan 5 (Alokasi Waktu: 3 JP x 40 menit = 120 menit)

– Melalui contoh aktivitas manusia (Meaningful Learning), peserta didik dapat menjelaskan konsep daya dan satuannya dengan tepat (Penalaran Kritis).

– Melalui latihan soal (Mindful Learning), peserta didik dapat menghitung besar daya yang dilakukan oleh suatu objek dengan benar (Penalaran Kritis).

Pertemuan 6 (Alokasi Waktu: 3 JP x 40 menit = 120 menit)

– Melalui demonstrasi alat rumah tangga (Joyful Learning), peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis pesawat sederhana (tuas, katrol, bidang miring, roda berporos) dengan tepat (Penalaran Kritis).

– Melalui diskusi (Kolaborasi), peserta didik dapat menjelaskan prinsip kerja masing-masing jenis pesawat sederhana (Penalaran Kritis, Kolaborasi).

Pertemuan 7 (Alokasi Waktu: 3 JP x 40 menit = 120 menit)

– Melalui percobaan dengan model pesawat sederhana (Meaningful Learning), peserta didik dapat menghitung keuntungan mekanis dari tuas dan katrol dengan akurat (Penalaran Kritis).

– Melalui analisis gambar/simulasi (Mindful Learning), peserta didik dapat menghitung keuntungan mekanis bidang miring dan roda berporos dengan tepat (Penalaran Kritis).

Pertemuan 8 (Alokasi Waktu: 3 JP x 40 menit = 120 menit)

– Melalui studi kasus dan observasi lingkungan (Meaningful Learning), peserta didik dapat mengaplikasikan konsep pesawat sederhana untuk mempermudah pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari (Penalaran Kritis).

– Melalui proyek sederhana (Kreativitas, Kolaborasi), peserta didik dapat merancang dan membuat model pesawat sederhana yang memanfaatkan prinsip-prinsip fisika (Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian).

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

  • “Energi dalam Hidupku: Bagaimana Usaha dan Energi Mempermudah Aktivitas Sehari-hari.”
  • “Mesin Pintar di Sekeliling Kita: Mengungkap Rahasia Pesawat Sederhana.”
  • “Dari Bermain Sepeda Hingga Mengerek Bendera: Memahami Usaha, Energi, dan Manfaatnya.”

E. KERANGKA PEMBELAJARAN

  • Praktik Pedagogik:
  • Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Peserta didik akan merancang dan membuat model pesawat sederhana sederhana yang berfungsi.
  • Diskusi Kelompok: Menganalisis fenomena, memecahkan masalah, dan berbagi hasil percobaan.
  • Eksplorasi Lapangan (Modifikasi): Mengamati penggunaan pesawat sederhana di lingkungan sekolah atau rumah (misalnya, tiang bendera, tangga, alat kebun, pintu). Jika tidak memungkinkan, dapat melalui observasi gambar/video atau membawa alat peraga ke kelas.
  • Wawancara (Modifikasi): Peserta didik dapat “mewawancarai” tukang bangunan atau orang yang sering menggunakan alat-alat sederhana tentang bagaimana alat tersebut mempermudah pekerjaan mereka.
  • Presentasi: Peserta didik mempresentasikan hasil percobaan, analisis, atau demonstrasi model pesawat sederhana yang mereka buat.

  • Mitra Pembelajaran:

  • Lingkungan Sekolah: Laboratorium IPA (untuk percobaan), guru mata pelajaran lain (misalnya Matematika untuk penguatan rumus, Prakarya untuk membantu perancangan model).
  • Lingkungan Luar Sekolah: Tukang bangunan/bengkel (untuk observasi penggunaan pesawat sederhana), orang tua (untuk mendiskusikan penggunaan alat di rumah).
  • Masyarakat: Komunitas sains (jika ada, untuk sesi workshop atau inspirasi).

  • Lingkungan Belajar:

  • Ruang Fisik: Laboratorium IPA atau kelas dengan fasilitas yang memadai untuk percobaan, area terbuka di sekolah untuk demonstrasi pesawat sederhana yang lebih besar.
  • Ruang Virtual: Platform daring untuk simulasi fisika, video pembelajaran, berbagi data percobaan, dan forum diskusi.

  • Pemanfaatan Digital:

  • Perpustakaan Digital: Mengakses e-book fisika, artikel ilmiah, atau jurnal tentang aplikasi usaha dan energi.
  • Forum Diskusi Daring (Google Classroom/WhatsApp Group): Untuk berbagi data percobaan, membahas kesulitan, dan tanya jawab di luar jam pelajaran.
  • Penilaian Daring (Google Forms/Quizziz): Untuk asesmen formatif (kuis) tentang pemahaman konsep dan rumus.
  • Kahoot/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif atau survei cepat untuk mengukur pemahaman awal atau refleksi.
  • Simulasi Fisika Interaktif (PhET Interactive Simulations atau sejenisnya): Untuk memvisualisasikan konsep usaha, energi, dan prinsip kerja pesawat sederhana.
  • Google Classroom: Sebagai pusat pengumpulan laporan percobaan, tugas proyek, dan distribusi materi.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

PERTEMUAN 1: MENGENAL KONSEP USAHA (120 MENIT)

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

– Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan meminta peserta didik melakukan aktivitas sederhana seperti mendorong meja atau mengangkat buku. Guru bertanya, “Apakah yang kalian lakukan ini termasuk ‘usaha’?”

– Menggembirakan (Joyful Learning): Guru menampilkan video pendek tentang berbagai aktivitas manusia yang melibatkan “usaha”.

– Bermakna (Meaningful Learning): Guru menjelaskan bahwa dalam fisika, “usaha” memiliki definisi spesifik yang berbeda dari bahasa sehari-hari.

  • KEGIATAN INTI (90 MENIT)
  • Memahami (Mindful Learning, Meaningful Learning):
    • Diferensiasi Konten: Guru menyediakan teks bacaan/infografis tentang definisi usaha dalam fisika.
    • Guru mendemonstrasikan beberapa contoh “usaha” dan “bukan usaha”.
    • Peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan beberapa skenario singkat dan diminta untuk mengidentifikasi apakah itu termasuk “usaha” dalam fisika atau bukan, serta alasannya.
    • Guru menjelaskan rumus usaha (W=F×s) dan satuan yang digunakan.
  • Mengaplikasi (Meaningful Learning, Joyful Learning):
    • Diferensiasi Proses: Setiap kelompok melakukan percobaan sederhana untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi usaha.
    • Guru membimbing kelompok, memberikan scaffolding kepada kelompok yang kesulitan dalam pengukuran atau pemahaman rumus.
  • Merefleksi (Mindful Learning):

    • Guru meminta peserta didik secara individu untuk menuliskan satu perbedaan paling signifikan antara “usaha” dalam bahasa sehari-hari dan “usaha” dalam fisika.
  • KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)

  • Guru memfasilitasi peserta didik untuk menyimpulkan pembelajaran tentang konsep usaha dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
  • Guru memberikan umpan balik positif atas partisipasi dan hasil percobaan.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya, yaitu menghitung besar usaha dan membedakan usaha dengan bukan usaha. Peserta didik diminta untuk mencari contoh-contoh aktivitas di rumah yang melibatkan usaha.

PERTEMUAN 2: MENGHITUNG USAHA DAN MEMBEDAKAN KONSEP (120 MENIT)

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

– Berkesadaran (Mindful Learning): Guru membuka pertemuan dengan meminta peserta didik mengingat kembali definisi usaha.

– Menggembirakan (Joyful Learning): Guru memberikan teka-teki singkat tentang konsep fisika yang lucu.

– Bermakna (Meaningful Learning): Guru menghubungkan kegiatan ini dengan pentingnya memahami konsep secara mendalam untuk bisa menghitung dan membedakan berbagai situasi.

  • KEGIATAN INTI (90 MENIT)
  • Memahami (Mindful Learning, Meaningful Learning):
    • Guru mengulas kembali rumus usaha dan cara penggunaannya.
    • Diferensiasi Konten: Guru menyediakan berbagai contoh soal perhitungan usaha.
    • Peserta didik dibagi ke dalam kelompok. Setiap kelompok mendapatkan setumpuk kartu berisi skenario aktivitas sehari-hari. Tugas mereka adalah mengelompokkan skenario tersebut ke dalam kategori “Usaha” atau “Bukan Usaha” berdasarkan definisi fisika, dan jika usaha, menghitungnya.
  • Mengaplikasi (Meaningful Learning, Kolaborasi):
    • Diferensiasi Proses: Peserta didik mengerjakan soal-soal latihan secara berkelompok.
    • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan perhitungan mereka di depan kelas.
  • Merefleksi (Mindful Learning):

    • Guru meminta peserta didik untuk menuliskan satu contoh aktivitas dalam hidup mereka yang terlihat seperti usaha tetapi bukan usaha dalam fisika, dan sebaliknya.
  • KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)

  • Guru menyimpulkan pembelajaran tentang perhitungan usaha dan perbedaan konsep usaha/bukan usaha.
  • Guru memberikan umpan balik atas pemahaman konsep dan kemampuan perhitungan peserta didik.
  • Guru menugaskan peserta didik untuk mengamati berbagai bentuk energi di sekitar mereka.

PERTEMUAN 3: MEMAHAMI KONSEP ENERGI DAN TRANSFORMASINYA (120 MENIT)

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

– Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan pertanyaan, “Dari mana kalian mendapatkan energi untuk beraktivitas hari ini?”

– Menggembirakan (Joyful Learning): Guru memutarkan video singkat tentang berbagai fenomena yang melibatkan energi.

– Bermakna (Meaningful Learning): Guru menjelaskan bahwa energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha, dan energi memiliki berbagai bentuk yang bisa berubah.

  • KEGIATAN INTI (90 MENIT)
  • Memahami (Mindful Learning, Meaningful Learning):
    • Diferensiasi Konten: Guru menyediakan poster/infografis berbagai bentuk energi.
    • Guru menjelaskan masing-masing bentuk energi dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
    • Peserta didik dibagi dalam kelompok. Setiap kelompok mendapatkan tugas untuk mengidentifikasi perubahan bentuk energi (transformasi energi) yang terjadi pada beberapa alat atau aktivitas.
  • Mengaplikasi (Meaningful Learning, Joyful Learning):
    • Diferensiasi Proses: Peserta didik melakukan “stasiun energi” di mana setiap stasiun menampilkan alat atau gambar yang menunjukkan transformasi energi.
  • Merefleksi (Mindful Learning):

    • Guru meminta peserta didik untuk menuliskan satu transformasi energi yang paling menarik bagi mereka dan mengapa.
  • KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)

  • Guru memfasilitasi peserta didik menyimpulkan berbagai bentuk energi dan prinsip transformasi energi.
  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan.
  • Guru menugaskan peserta didik untuk mengingat kembali faktor-faktor yang memengaruhi gerak dan posisi suatu benda untuk persiapan menghitung energi kinetik dan potensial.

PERTEMUAN 4: MENGHITUNG ENERGI KINETIK, POTENSIAL, DAN KEKEKALAN ENERGI (120 MENIT)

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

– Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan bertanya, “Ketika kalian melempar bola ke atas, di titik mana energi bola paling besar? Apakah energi itu hilang?”

– Menggembirakan (Joyful Learning): Guru menunjukkan video singkat tentang roller coaster atau yoyo yang bergerak, dan meminta peserta didik menebak perubahan energi yang terjadi.

– Bermakna (Meaningful Learning): Guru menjelaskan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya berubah bentuk, dan hari ini kita akan belajar menghitung energi gerak dan energi posisi.

  • KEGIATAN INTI (90 MENIT)
  • Memahami (Mindful Learning, Meaningful Learning):
    • Guru menjelaskan rumus energi kinetik (EK=21​mv2) dan energi potensial (EP=mgh).
    • Diferensiasi Konten: Guru menyediakan berbagai contoh soal perhitungan energi kinetik dan potensial.
    • Guru menjelaskan konsep hukum kekekalan energi mekanik (EM=EK+EP=konstan).
  • Mengaplikasi (Meaningful Learning):
    • Diferensiasi Proses: Peserta didik dalam kelompok mengerjakan latihan soal perhitungan energi.
    • Guru dapat menggunakan simulasi virtual (PhET) untuk menunjukkan perubahan energi kinetik dan potensial pada objek yang bergerak.
  • Merefleksi (Mindful Learning):

    • Guru meminta peserta didik untuk menjelaskan dengan kata-kata mereka sendiri, apa makna “energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan”.
  • KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)

  • Guru menyimpulkan pembelajaran tentang energi kinetik, potensial, dan hukum kekekalan energi.
  • Guru memberikan umpan balik terhadap kemampuan perhitungan peserta didik.
  • Guru menugaskan peserta didik untuk mencari tahu tentang konsep “daya” dalam kehidupan sehari-hari.

PERTEMUAN 5: MEMAHAMI KONSEP DAYA (120 MENIT)

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

– Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan pertanyaan, “Mana yang lebih cepat menghabiskan energimu: berlari 100 meter atau berjalan 100 meter? Mengapa?”

– Menggembirakan (Joyful Learning): Guru bisa menampilkan perbandingan kecepatan mesin atau atlet.

– Bermakna (Meaningful Learning): Guru menjelaskan bahwa daya adalah laju di mana usaha dilakukan atau energi ditransfer.

  • KEGIATAN INTI (90 MENIT)
  • Memahami (Mindful Learning, Meaningful Learning):
    • Guru menjelaskan definisi daya sebagai usaha per satuan waktu (P=tW​) atau energi per satuan waktu (P=tE​), serta satuan Watt.
    • Diferensiasi Konten: Guru memberikan contoh-contoh aplikasi daya dalam kehidupan sehari-hari.
    • Peserta didik menganalisis beberapa skenario dan mengidentifikasi aktivitas yang membutuhkan daya lebih besar atau lebih kecil.
  • Mengaplikasi (Meaningful Learning):
    • Diferensiasi Proses: Peserta didik dalam kelompok mengerjakan latihan soal perhitungan daya.
    • Guru bisa mendemonstrasikan pengukuran daya sederhana.
  • Merefleksi (Mindful Learning):

    • Guru meminta peserta didik untuk menjelaskan, mengapa alat-alat elektronik memiliki label daya (Watt)? Apa artinya?
  • KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)

  • Guru menyimpulkan pembelajaran tentang konsep daya dan penerapannya.
  • Guru memberikan umpan balik terhadap pemahaman dan kemampuan perhitungan daya.
  • Guru menugaskan peserta didik untuk mengamati berbagai alat di rumah yang mempermudah pekerjaan mereka.

PERTEMUAN 6: MENGENAL JENIS-JENIS PESAWAT SEDERHANA (120 MENIT)

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

– Berkesadaran (Mindful Learning): Guru membawa beberapa benda sederhana (gunting, palu, pembuka botol, bidang miring/papan miring).

– Menggembirakan (Joyful Learning): Guru menampilkan video singkat “Rube Goldberg machine” untuk menunjukkan bagaimana alat sederhana dapat digabungkan untuk melakukan pekerjaan kompleks.

– Bermakna (Meaningful Learning): Guru menjelaskan bahwa alat-alat ini disebut pesawat sederhana, dan tujuan pembelajaran adalah mengidentifikasi jenis dan prinsip kerjanya.

  • KEGIATAN INTI (90 MENIT)
  • Memahami (Mindful Learning, Meaningful Learning):
    • Diferensiasi Konten: Guru menyediakan kartu bergambar berbagai jenis pesawat sederhana.
    • Guru menjelaskan definisi, fungsi, dan prinsip kerja masing-masing jenis pesawat sederhana.
    • Peserta didik dibagi ke dalam kelompok. Setiap kelompok mendapatkan beberapa alat atau gambar alat dan diminta untuk mengidentifikasi jenis pesawat sederhana yang terkandung di dalamnya.
  • Mengaplikasi (Meaningful Learning, Kolaborasi, Joyful Learning):
    • Diferensiasi Proses: Peserta didik melakukan “eksplorasi pesawat sederhana” di sekitar kelas atau sekolah.
    • Mereka diminta untuk mencari dan mendokumentasikan (dengan gambar atau sketsa) 5-10 contoh pesawat sederhana yang mereka temukan dan mengidentifikasi jenisnya.
  • Merefleksi (Mindful Learning):

    • Guru meminta peserta didik untuk menuliskan jenis pesawat sederhana yang paling sering mereka gunakan dalam sehari-hari dan mengapa.
  • KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)

  • Guru memfasilitasi peserta didik menyimpulkan jenis-jenis pesawat sederhana dan prinsip kerjanya.
  • Guru memberikan umpan balik atas identifikasi peserta didik.
  • Guru menugaskan peserta didik untuk mencari tahu tentang konsep “keuntungan mekanis” pesawat sederhana.

PERTEMUAN 7: MENGHITUNG KEUNTUNGAN MEKANIS PESAWAT SEDERHANA (120 MENIT)

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

– Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan pertanyaan, “Mengapa tukang bangunan menggunakan katrol untuk mengangkat beban berat? Atau mengapa tangga lebih mudah daripada memanjat langsung?”

– Menggembirakan (Joyful Learning): Guru menampilkan video atau gambar yang membandingkan pekerjaan yang dilakukan tanpa dan dengan pesawat sederhana, menyoroti kemudahan yang diberikan.

– Bermakna (Meaningful Learning): Guru menjelaskan bahwa manfaat pesawat sederhana dapat diukur dengan konsep keuntungan mekanis.

  • KEGIATAN INTI (90 MENIT)
  • Memahami (Mindful Learning, Meaningful Learning):
    • Guru menjelaskan konsep keuntungan mekanis (KM = Gaya KuasaGaya Beban​ atau Lengan BebanLengan Kuasa​ untuk tuas, KM = jumlah tali yang menopang beban untuk katrol, KM = Tinggi Bidang MiringPanjang Bidang Miring​).
    • Diferensiasi Konten: Guru menyediakan berbagai contoh soal perhitungan keuntungan mekanis untuk tuas, katrol, bidang miring, dan roda berporos.
  • Mengaplikasi (Meaningful Learning, Joyful Learning):
    • Diferensiasi Proses: Peserta didik dalam kelompok melakukan percobaan sederhana untuk mengukur keuntungan mekanis tuas dan katrol.
    • Bagi peserta didik yang sudah mahir, dapat mencoba menghitung efisiensi pesawat sederhana.
  • Merefleksi (Mindful Learning):

    • Guru meminta peserta didik untuk menjelaskan, “Mengapa pesawat sederhana dapat mempermudah pekerjaan, meskipun usaha yang dilakukan tetap sama?”
  • KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)

  • Guru menyimpulkan pembelajaran tentang keuntungan mekanis pesawat sederhana.
  • Guru memberikan umpan balik atas hasil percobaan dan kemampuan perhitungan.
  • Guru menugaskan peserta didik untuk mulai memikirkan ide proyek pesawat sederhana yang akan dibuat.

PERTEMUAN 8: APLIKASI PESAWAT SEDERHANA DAN PROYEK AKHIR (120 MENIT)

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

– Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan meminta peserta didik memikirkan satu masalah nyata di lingkungan sekolah atau rumah yang dapat diatasi dengan bantuan pesawat sederhana.

– Menggembirakan (Joyful Learning): Guru menunjukkan beberapa contoh inovasi sederhana yang menggunakan prinsip pesawat sederhana.

– Bermakna (Meaningful Learning): Guru menjelaskan bahwa hari ini adalah kesempatan untuk mengaplikasikan semua yang telah dipelajari dalam proyek nyata.

  • KEGIATAN INTI (90 MENIT)
  • Memahami (Mindful Learning, Meaningful Learning):
    • Guru mengulas kembali konsep aplikasi pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana memilih jenis yang tepat.
    • Guru menjelaskan kriteria proyek pembuatan model pesawat sederhana.
  • Mengaplikasi (Meaningful Learning, Joyful Learning, Kreativitas, Kolaborasi):
    • Diferensiasi Produk: Peserta didik dalam kelompok merancang dan membuat model pesawat sederhana.
    • Guru berkeliling memberikan bimbingan teknis dan konseptual.
    • Setelah selesai, setiap kelompok mendemonstrasikan cara kerja model mereka dan menjelaskan prinsip fisika di baliknya.
  • Merefleksi (Mindful Learning):

    • Guru meminta setiap kelompok untuk menuliskan tantangan yang mereka hadapi saat membuat model dan bagaimana mereka mengatasinya, serta apa pelajaran terpenting dari proyek ini.
  • KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)

  • Guru memimpin sesi refleksi kelas secara keseluruhan tentang seluruh bab Usaha, Energi, dan Pesawat Sederhana.
  • Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik atas usaha, kreativitas, dan kolaborasi mereka dalam proyek.
  • Guru menyimpulkan pembelajaran dengan menegaskan kembali bahwa fisika ada di sekitar kita dan dapat mempermudah kehidupan.
  • Peserta didik terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya: “Topik IPA apa lagi yang ingin kalian selidiki dengan percobaan?”, “Bagaimana keterampilan merancang ini bisa kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *