Bojan Hodak bingung Persib gagal cetak gol sampai 5 kali saat lawan Bangkok United di GBLA

Posted on

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

PasarModern.com, BANDUNG –Perjalanan Persib Bandung di panggung Asia akhirnya menemukan momen emas ketika Maung Bandung sukses menapaki fase gugur ACL-2 dengan memastikan tempat di babak 16 besar.

Capaian ini bukan datang begitu saja, melainkan hasil kerja keras intensitas tinggi yang diakhiri dengan kemenangan tipis namun krusial.

Kepastian itu diperoleh usai Persib mampu menaklukkan Bangkok United dengan skor 1-0 di Stadion GBLA, Kota Bandung, 10 Desember 2025.

Hasil laga ini ekaligus mengunci status sebagai pemuncak klasemen Grup G. Hasil tersebut langsung memicu gelombang euforia yang mengalir deras dari tribun.

Saat Ahmed Faisal meniup peluit panjang tanda laga usai, suasana Stadion Gelora Bandung Lautan Api langsung pecah oleh sorak sorai Bobotoh yang merayakan momen itu dengan penuh emosional. Atmosfer stadion berubah menjadi lautan suara yang menggema hingga ke setiap sudut.

Para pemain, staf pelatih, dan seluruh official Persib ikut larut dalam perayaan tersebut. Ada yang berpelukan erat, ada pula yang melakukan sujud syukur, dan berbagai ekspresi lainnya yang mencerminkan kelegaan serta kebahagiaan mendalam.

Usai pertandingan, skuad Persib tak langsung masuk lorong pemain. Mereka berkeliling stadion, menyapa dan menghampiri Bobotoh dari Tribun Selatan, Timur, Utara, hingga Barat. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas doa dan dukungan yang tak pernah putus selama perjalanan tim.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengaku puas dengan bagaimana anak asuhnya tampil di atas lapangan.

“Kami tidak beruntung karena kami gagal memanfaatkan penalti dan mengenai tiang empat kali. Saya tidak tahu kenapa ini terjadi, tapi pada akhirnya kami bisa meraih kemenangan 1-0,” ujar Bojan, setelah laga.

Bojan Hodak menilai performa timnya patut diapresiasi, terlebih karena pertandingan ini menjadi laga kelima dalam rentang waktu 20 hari.

“Hari ini atmosfernya fantastis, terkadang ketika pemain kelelahan, itu memberikan tenaga tambahan bagi para pemain. Pada akhirnya ini juga hasil yang fantastis bagi sepakbola Indonesia karena saya tidak ingat kapan klub dari Indonesia menjadi juara grup pada kompetisi Asia,” kata Bojan Hodak.

Ia juga menyampaikan bahwa aura pertandingan yang terasa begitu hidup menjadi pengalaman yang ingin dirasakan semua pihak yang terlibat dalam sepak bola.

“Di beberapa pertandingan terakhir, bukan kali ini saja, ketika melawan Borneo juga fantastis. Bagi saya, semua menikmatinya dan ini tentu saja fantastis dan ingin setiap pertandingan seperti itu,” ucap dia.

Ketika ditanya mengenai calon lawan di babak 16 besar, Bojan Hodak menegaskan fokus utama tim kini tertuju pada laga domestik kontra Malut United di Super League Indonesia.

“Ini merupakan pertandingan yang sangat penting, dan kami sedikit kehabisan energi setelah pertandingan ini. Tentunya saya harus memantau siapa yang benar-benar siap untuk bermain karena ini menjadi pertandingan keenam dengan jeda waktu yang singkat,” ujar dia.

Ia juga membeberkan padatnya jadwal yang menanti timnya setelah laga penuh tensi tinggi tersebut.

“Kami menghadapi jadwal yang sibuk sebelum kembali bermain di level AFC. Semua tim tidak ada yang mudah, bahkan di grup kami juga cukup sulit dan setiap tim berambisi untuk bisa terus berada di kompetisi ini, mereka semuanya sangat bagus. Masih ada tim dari Jepang, Korea, dan semua lawan itu sulit,” katanya.

Saat disinggung peluang pertemuan dengan Al Nassr yang diperkuat bintang sepak bola dunia Cristian Ronaldo, Bojan Hodak menyampaikan sikapnya dengan lugas.

“Tapi fokus saya sekarang adalah, untuk menghadapi Malut. Al Nassr, itu kemungkinan baru bertemunya di bulan Mei,” ucapnya.

Berkali-kali Mendapat Kesempatan Gol

Di atas lapangan, sebenarnya Persib memiliki banyak kesempatan emas. Seandainya semua peluang mampu dikonversi, jumlah gol bisa lebih dari satu.

Terdapat satu penalti yang gagal, serta empat peluang yang membentur tiang. Gol tunggal yang menentukan laga lahir dari sundulan Ramon di pengujung babak pertama.

Sejak awal pertandingan, Persib langsung menekan pertahanan Bangkok United. Peluang besar hadir sangat cepat ketika penalti didapat pada menit keempat.

Kejadian itu bermula saat Barros berusaha menguasai bola, namun ditarik pemain belakang Bangkok di dalam kotak terlarang.

Sayangnya, Barros yang maju sebagai eksekutor tak mampu mencetak gol. Tendangannya masih sempat menyentuh tangan kiper Bangkok, Patiwat, lalu bola membentur tiang dan hanya menghasilkan sepak pojok.

Dua menit berselang, peluang berikutnya datang dari Ramon Tanque. Namun, tandukannya yang menyambut umpan Putros masih melambung tipis di atas mistar gawang.

Pada menit ke-11, Thom Haye nyaris membuka keunggulan, tetapi sepakan yang dilepaskannya hanya berakhir di tiang gawang. Dua menit setelahnya, Thom kembali melepaskan tembakan, namun kali ini Patiwat mampu menepis bola.

Menit ke-17 menjadi momen serangan beruntun. Sepakan Ramon sempat diblok Patiwat, bola pantul kemudian diambil Luciano “Lucho” Guaycochea yang langsung melepaskan tembakan, tetapi sang kiper masih sanggup menahannya.

Pada menit ke-19, Lucho kembali mendapat peluang lewat umpan tarik Putros. Sayang, tendangan yang dilepaskannya lagi-lagi hanya menghantam tiang gawang.

Ramon di menit ke-20 hampir menaklukkan Patiwat lewat sundulan memanfaatkan crossing Putros, namun refleks kiper Bangkok masih menggagalkan peluang tersebut.

Bangkok United baru mendapatkan peluang berarti di menit ke-28. Guntapon berhasil melewati barisan pertahanan Persib, tetapi bola sepakannya masih melayang di atas mistar.

Serangan tidak pernah berhenti hingga akhirnya di menit 45+1, Persib memecah kebuntuan lewat skema serangan balik cepat.

Barros mengirimkan umpan ke Berguinho. Berguinho mengontrol bola dan mengirim umpan silang ke depan gawang. Ramon langsung menyambutnya dengan tandukan yang membuat gawang Patiwat tak lagi kuat.

Gol tersebut langsung memicu luapan kegembiraan Bobotoh. Sorak sorai menggema di seluruh stadion, mengiringi perubahan skor menjadi 1-0.

Tak lama kemudian, Ahmed Faisal meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.

Memasuki babak kedua, Persib masih menjaga intensitas serangan. Bangkok United juga mulai bermain lebih terbuka, membuat jalannya laga diwarnai jual beli serangan.

Meski tertinggal, Bangkok berulang kali mencoba membongkar pertahanan Persib. Namun, Barba dan rekan-rekannya tampil solid dalam memotong setiap alur serangan.

Di awal paruh kedua, kedua tim sempat saling bertukar peluang, tetapi belum ada gol tambahan yang tercipta.

Pada menit ke-59, Persib melakukan penyegaran di lini depan. Ramon, pencetak gol, ditarik keluar dan digantikan oleh Andrew Jung.

Menit ke-65, Jung memberikan sodoran umpan matang ke arah Barros yang berdiri di depan gawang, tetapi kesempatan emas itu tak berhasil dimanfaatkan.

Setelah momen tersebut, Bangkok terlihat lebih nyaman dalam membangun permainan. Mereka melakukan sejumlah pergantian pemain dan mulai menekan area pertahanan Persib dengan lebih intens.

Persib merespons tekanan itu dengan melakukan tiga pergantian sekaligus di menit ke-73. Uilliam Barros, Berguinho, dan Eliano ditarik keluar dan digantikan oleh Saddil Ramdani, Beckham Putra Nugraha, serta Julio Cesar.

Perubahan ini juga membuat Barba bergeser ke posisi bek kiri, sementara Julio Cesar dipercaya berduet dengan Patricio Matricardi di jantung pertahanan.

Para pemain pengganti langsung memberikan dampak. Beckham sempat melepaskan crossing yang disambut tendangan Saddil, tetapi bola masih membentur pemain belakang Bangkok.

Pada menit ke-83, Saddil hampir menambah keunggulan, tetapi Patiwat masih mampu menggagalkan peluang tersebut.

Semenit berselang, Julio Cesar nyaris mencetak gol melalui sundulan dari situasi sepak pojok, namun Patiwat berhasil menepis dan hanya menghasilkan sepak pojok kembali. Dari situasi tersebut, Julio Cesar kembali menyundul bola, namun kali ini si kulit bundar membentur tiang.

Menit ke-87, Persib kembali melakukan penyegaran di sektor pertahanan. Barba ditarik dan digantikan oleh Rezaldi Hahenusa, yang sekaligus menjalani debutnya pada musim ini.

Bangkok United juga sempat mengancam di menit ke-89, ketika bola mereka membentur tiang.

Memasuki menit ke-90, Jakkapan berhasil menembus pertahanan Persib, namun sepakannya masih melambung di atas mistar.

Di masa-masa akhir pertandingan, Patiwat sempat keluar area untuk menyambut bola. Beckham hampir mampu merebutnya, tetapi justru terjatuh setelah berbenturan dengan Patiwat. Wasit tidak menganggap kejadian itu sebagai pelanggaran.

Tak berselang lama, Ahmed Faisal meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, dan skor tetap bertahan 1-0.

Hasil ini membuat Persib mengoleksi 13 poin dan keluar sebagai juara Grup G, memastikan tiket ke babak 16 besar.

Bangkok United yang mengantongi 10 poin juga turut melaju ke fase selanjutnya. Di sisi lain, Lion City Sailors sukses menundukkan Selangor FC dengan skor 0-1 dan mengoleksi 10 poin, namun Bangkok lebih unggul dalam catatan head to head.

Pencapaian ini menjadi catatan sejarah yang telah lama dinanti. Persib kini tak hanya bersinar di level nasional, tetapi juga mampu menunjukkan taringnya di level Asia.