Berita Arema FC Terpopuler: Taktik Marcos Santos Atasi Persija, Rekor 20 Gol Menghantui

Posted on

Taktik Marcos Santos untuk Menghadapi Persija Jakarta

Arema FC memiliki rekor yang cukup mengesankan dalam pertandingan tandang di Super League 2025-2026. Namun, ujian terberat mereka akan datang saat menghadapi Persija Jakarta di kandang sendiri pada Sabtu (8/11/2025) mendatang. Meskipun Arema FC berhasil menang melawan Semen Padang pada pekan ke-11 lalu, hal itu tidak cukup membuat mereka percaya diri di laga kandang.

Arema FC akan berlaga di Stadion Kanjuruhan Malang, tempat mereka memiliki catatan buruk dalam pertandingan kandang. Lini pertahanan Arema FC masih menjadi sektor lemah, dengan enam laga terakhir selalu kebobolan. Dari 10 laga yang telah dilalui di Super League 2025-2026, Arema FC sudah kebobolan 14 gol.

Catatan ini menjadi masalah serius yang harus segera diatasi. Di laga selanjutnya, Arema FC akan menghadapi Persija Jakarta, tim yang telah membobol gawang lawan sebanyak 20 gol. Pelatih Arema FC, Marcos Santos, memahami bahwa lini belakang mereka masih keropos dan berusaha mencari taktik serta memperbaiki kinerja lini belakang agar lebih solid dan kokoh.

“Kerjaan kami sekarang adalah fokus di belakang,” kata Marcos Santos. “Dalam sepakbola, lini belakang kalau tidak kebobolan, tim akan bisa menang. Jadi kami harus lebih kuat lagi dan yang terpenting harus bawa poin.”

Di sisi lain, lini serang Arema FC justru sedikit lebih tajam. Terbukti dengan top skor sementara Super League hingga pekan ke-10 masih dipegang oleh Dalberto. Arema FC juga mencatatkan diri sebagai salah satu tim yang belum terkalahkan di laga tandang sejauh ini. Meski demikian, Marcos Santos tetap memuji kerja keras anak asuhnya selama ini.

Menurut Marcos, para pemain sudah berjuang ekstra keras dan tak kenal menyerah baik di latihan maupun saat pertandingan. Pujian juga diberikan kepada pemain lapis kedua yang mampu memberikan permainan terbaik saat dipercaya tampil.

Persija Setelah Cuci Gudang 14 Pemain

Persija Jakarta kini menjadi tim ganas setelah melakukan cuci gudang transfer 14 pemain. Dari 18 klub peserta Super League 2025-2026, Persija menjadi salah satu yang melakukan perubahan besar-besaran pada komposisi tim. Sejak melihat performa tim yang kurang memuaskan di awal musim, Persija mulai bergerak cepat untuk membenahi lini-lini yang dianggap lemah.

Terutama di sektor pertahanan dan lini tengah. Tidak hanya pemain, pergantian pelatih menjadi opsi yang dipilih manajemen klub. Persija Jakarta menjadi salah satu klub yang paling disorot di bursa transfer karena melakukan perombakan besar-besaran dengan melepas hingga 14 pemain dari skuat utama.

Beberapa nama besar dilepas Persija antara lain Maciej Gajos, Marko Simic, Syahrian Abimanyu, dan Muhammad Ferarri. Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat kontribusi mereka di musim sebelumnya. Selain pemain, Persija juga berpisah dengan pelatih Carlos Pena. Sebagai penggantinya, manajemen Persija menunjuk Mauricio Souza.

Untuk memperkuat lini serang lokal, Persija merekrut Eksel Runtukahu dari Barito Putera. Selain itu, Persija juga mendatangkan Van Basty Sousa, gelandang asal Brasil yang diharapkan bisa menjadi motor serangan baru. Langkah Persija ini menandakan keseriusan mereka, untuk bangkit dan bersaing di papan atas klasemen setelah hasil kurang memuaskan di awal musim.

Latihan Arema FC Berbeda dari Biasanya

Suasana berbeda terlihat setelah sesi latihan Arema FC di Stadion Gajayana Malang, Rabu (5/11/2025). Puluhan siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang (Lab UM), tiba-tiba hadir dan berkesempatan bertemu langsung dengan para pemain Singo Edan.

Para siswa ini begitu antusias saat diperbolehkan turun ke lapangan. Beberapa di antara mereka berlari kegirangan, sementara yang lain menyapa dan berfoto bersama pemain Arema FC. Guru SLB Autis Lab UM, Luthfil Amini mengatakan, kunjungan ke Stadion Gajayana sebenarnya tidak direncanakan. Rombongan awalnya hendak berkunjung ke Mal Olympic Garden (MOG) Malang, namun karena mal tersebut belum buka, mereka memutuskan untuk transit lebih dulu ke stadion.



“Kebetulan kami mau ke MOG. Sambil menunggu MOG buka, kami mampir dulu ke Stadion Gajayana untuk mengenalkan fasilitas publik ini kepada anak-anak,” ucap Luthfil. “Alhamdulillah, ternyata Arema FC sedang latihan dan kami diizinkan bertemu para pemain,” katanya.

Menurut Luthfi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang mendorong siswa berkebutuhan khusus untuk mengenal lingkungan publik secara langsung. Kehadiran pemain Arema FC juga menjadi pengalaman istimewa bagi mereka.

“Anak-anak senang dan bangga bisa bertemu pemain Arema,” kata Luthfil. “Kami bisa foto bareng dan berinteraksi langsung,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut baik kedatangan siswa-siswa SLB Autis Lab UM. Pihaknya menilai, momen itu menjadi bentuk silaturahmi sekaligus motivasi bagi kedua pihak.

“Kami senang bisa bertemu adik-adik ini. Mereka juga ada yang suka sepak bola dan tahu Arema FC. Ini jadi penyemangat buat kami juga,” kata Yusrinal. Yusrinal menambahkan, Arema FC selalu terbuka bagi masyarakat yang ingin menyaksikan latihan atau pertandingan secara langsung. Menurut Yusrinal, dukungan dari Aremania dan warga Malang menjadi tambahan semangat bagi tim yang kini sedang berjuang di kompetisi Super League.

“Kalau masyarakat Malang ingin melihat latihan Arema, silahkan saja karena mereka bagian dari pendukung kami,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *