Berapa Kekuatan Nuklir Tiongkok Jika Perang Dunia III Terjadi?

Posted on

Pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, Israel yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan militer terhadap Iran. Operasi tersebut diberi nama Operation Lion’s Roar dan mengakibatkan kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Dalam responsnya, Iran menyerang sejumlah lokasi yang terkait dengan operasi militer AS di kawasan, termasuk pangkalan udara Al Udeid di Qatar, Al-Salem di Kuwait, Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, serta Markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain dan Riyadh, Arab Saudi.

Kekhawatiran akan dimulainya Perang Dunia 3 semakin meningkat setelah serangan ini. Terlebih, Iran dilaporkan telah menjalin kesepakatan dengan China untuk pembelian rudal jelajah antikapal supersonik. Sebelumnya, China juga aktif dalam memasok senjata canggih kepada Iran.

Jika perang dunia 3 terjadi dan China terlibat, seberapa besar kekuatan nuklir China? Berikut adalah beberapa informasi tentang kekuatan nuklir China:

Kekuatan Nuklir China

Laporan dari Information Technology & Innovation Foundation (ITIF) menyebutkan bahwa China menjadi salah satu negara yang paling maju dalam pengembangan energi nuklir. Perusahaan atau pengembang nuklir China dinilai jauh lebih unggul dibandingkan negara-negara Barat. Kekuatan China dalam bidang ini berasal dari strategi pemerintah yang solid dan koordinasi sistemik dalam penyediaan pembiayaan ekstensif.

Beberapa hal yang menjadi kekuatan baru China dalam bidang nuklir, seperti:

  • China memimpin dalam pengembangan dan peluncuran reaktor modular kecil (SMR) yang hemat biaya.
  • Secara keseluruhan, para analis menilai bahwa China kemungkinan berada 10 hingga 15 tahun lebih maju dibandingkan AS dalam kemampuan mengerahkan reaktor nuklir generasi keempat dalam skala besar.
  • Amerika dan China kemungkinan setara dalam upaya mengembangkan teknologi fusi nuklir.
  • China menempati peringkat pertama dalam indeks H, sebuah metrik yang umum digunakan untuk mengukur dampak ilmiah dari penelitian nuklir.
  • China berencana membangun 150 reaktor nuklir baru antara tahun 2020 dan 2035, dengan 27 diantaranya sedang dibangun dan rata-rata jangka waktu konstruksi untuk setiap reaktor sekitar tujuh tahun.
  • China telah memulai pengoperasian reaktor nuklir generasi keempat pertama di dunia dan menyatakan bahwa mereka telah mengembangkan sekitar 90 persen teknologinya.
  • Dari tahun 2008 hingga 2023, pangsa China atas seluruh paten nuklir meningkat dari 1,3 persen menjadi 13,4 persen. China juga memimpin dalam jumlah permohonan paten fusi nuklir.

Laporan tahunan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) juga menyatakan bahwa China mengembangkan kekuatan nuklirnya lebih cepat dibandingkan negara lain. Menurut laporan itu, China menambahkan 90 hulu ledak lagi ke dalam persediaan nuklirnya, sehingga totalnya mencapai 500 hulu ledak pada Januari tahun ini. Jumlah total ICBM yang saat ini dimiliki China disebut telah berjumlah sekitar 238. Jumlah ini dapat melampaui kepemilikan AS yang berjumlah 800 atau bahkan Rusia yang berjumlah 1.244 dalam 10 tahun ke depan.

Daftar Senjata Nuklir China

China memulai program senjata nuklir sejak 1950-an dengan bantuan signifikan dari Uni Soviet, seperti penasihat dan peralatan teknis. Namun negara yang dipimpin Xi Jinping mempertahankan kebijakan No First Use, di mana mereka tidak akan menjadi pihak pertama yang menggunakan senjata nuklir dalam suatu konflik. Senjata nuklir hanya akan digunakan sebagai pembalasan atas serangan nuklir terhadap wilayah atau personel militer China. Sebelumnya, China juga telah berkomitmen untuk tidak menggunakan senjata nuklir terhadap negara-negara non-nuklir atau berada di zona bebas nuklir.

Meski begitu, Departemen Pertahanan AS menaksir bahwa China saat ini memiliki persediaan lebih dari 400 hulu ledak nuklir. China dapat mengirimkan senjata-senjata itu melalui udara, laut, maupun darat. Jumlah hulu ledak yang China miliki diperkirakan mencapai 700 buah pada 2027, 1.000 buah pada 2030, dan 1.500 buah pada 2035.

Tentara Cina didukung oleh komponen nuklir berbasis udara melalui pesawat pengebom H-6N. Pengebom itu memiliki mekanisme pengisian bahan bakar udara-ke-udara untuk memperluas jangkauan hingga 1.800 kilometer. Modifikasi badan pesawat tersembunyi memungkinkan pengangkutan rudal nuklir yang diluncurkan dari udara.

China juga diperkirakan akan mengembangkan pengebom strategis baru dan rudal balistik yang diluncurkan dari udara, salah satunya kendaraan nuklir subsonik Xian H-20 yang dapat mulai beroperasi pada awal 2025. Pesawat itu akan sangat mirip dengan B-2 milik AS dengan jangkauan global lebih dari 10.000 kilometer serta kemampuan pengisian bahan bakar udara.

China melakukan patroli pencegahan di laut dengan enam kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir. Masing-masing dapat membawa hingga 12 rudal balistik JL-2 dan JL-3. Keterbatasan jangkauan JL-2 akan mengharuskan tentara Cina beroperasi di dekat Hawai untuk menargetkan pantai timur AS, sementara JL-3 mampu mencapai pantai timur tersebut hanya dari pesisir Cina. Kapal selam rudal balistik tipe 096 saat ini juga sedang dikembangkan.

China diperkirakan memiliki sekitar 300 rudal darat berkemampuan nuklir yang dapat meluncurkan sebanyak 400 hulu ledak. Beberapa di antaranya adalah DF-5A dan DF-5B berbasis silo serta rudal kelas DF-31 dan DF-41 yang lebih modern. China membangun unit nuklir tambahan dan meningkatkan jumlah peluncur rudal balistik antarbenua dari 6 menjadi 12 unit. Rudal kelas DF-5 memiliki jangkauan 13.000 kilometer, sedangkan roket DF-31 dan DF-41 berkisar antara 7.000 hingga 15.000 kilometer.

Itulah ulasan singkat kekuatan nuklir China apabila perang dunia 3 atau world war 3 meletus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *