Pengertian Gestun dan Praktiknya
Secara bahasa, gestun adalah singkatan dari “gesek tunai”. Dalam istilah keuangan, gestun merujuk pada praktik menarik uang tunai dari kartu kredit melalui mesin EDC (Electronic Data Capture) di toko atau merchant yang menyediakan layanan tersebut. Praktik ini dilakukan dengan seolah-olah sedang melakukan transaksi pembelian barang atau jasa.
Gestun merupakan tindakan ilegal dan dilarang oleh Bank Indonesia (BI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meskipun demikian, beberapa merchant tetap menawarkan layanan ini karena permintaan pasar.
Cara Pelaku Melakukan Gestun
Pemegang kartu kredit datang ke merchant yang menyediakan layanan gestun. Merchant kemudian menggesekkan kartu kredit tersebut di mesin EDC dengan nominal yang diinginkan. Merchant biasanya mengenakan biaya (fee) gestun, yang umumnya berupa persentase dari jumlah yang ditarik. Setelah itu, pemegang kartu menerima uang tunai sebesar nominal yang ditarik, dikurangi biaya gestun. Transaksi ini tercatat sebagai transaksi pembelian di kartu kredit, sehingga pemegang kartu harus membayar tagihan sesuai ketentuan.
Alasan Orang Melakukan Gestun
Beberapa alasan orang melakukan gestun antara lain:
– Kebutuhan Dana Tunai Mendesak: Kartu kredit tidak bisa digunakan untuk tarik tunai di ATM atau jika bisa, biayanya sangat tinggi.
– Limit Kartu Kredit Lebih Tinggi: Limit transaksi pembelian di kartu kredit lebih tinggi dibandingkan limit tarik tunai di ATM.
– Tidak Ingin Meminjam ke Orang Lain: Gestun dianggap lebih praktis dan tidak merepotkan dibanding meminjam uang kepada teman atau keluarga.
Legalitas Gestun
Gestun dilarang oleh BI dan OJK karena melanggar aturan penggunaan kartu kredit. Alasannya termasuk:
– Melanggar Ketentuan Penggunaan Kartu Kredit: Kartu kredit seharusnya digunakan untuk transaksi pembelian, bukan untuk menarik uang tunai.
– Berpotensi Menyebabkan Masalah Keuangan: Biaya dan bunga gestun bisa sangat tinggi, sehingga dapat menjerat pemegang kartu dalam utang yang sulit dilunasi.
– Merugikan Bank/Penerbit Kartu Kredit: Gestun dapat mengganggu sistem dan perhitungan risiko yang telah ditetapkan oleh bank.
– Berpotensi Tindak Pidana: Jika dilakukan secara curang, gestun dapat dikategorikan sebagai tindak pidana.
Alternatif Gestun yang Lebih Aman
Jika Anda membutuhkan dana tunai, ada beberapa alternatif yang lebih aman dan legal daripada gestun:
– Tarik Tunai di ATM: Meskipun biayanya mungkin lebih tinggi daripada transaksi pembelian, tarik tunai di ATM tetap lebih aman dan transparan.
– Kredit Tanpa Agunan (KTA): KTA menawarkan suku bunga yang lebih rendah daripada kartu kredit dan memiliki tenor yang lebih panjang.
– Pinjaman Online (P2P Lending): Pinjaman online bisa menjadi alternatif jika Anda memenuhi syarat dan memahami risikonya.
– Menggadaikan Barang: Jika Anda memiliki aset yang bisa digadaikan, ini bisa menjadi solusi untuk mendapatkan dana tunai dengan cepat.
Contoh Gestun di Indonesia
Contoh gestun di Indonesia adalah sebagai berikut:
– Nasabah datang ke merchant dan ingin menarik uang tunai sebesar Rp 5.000.000.
– Kasir toko menggesekkan kartu kredit nasabah di mesin EDC dengan nominal yang sama.
– Nasabah menerima uang tunai sebesar Rp 4.850.000 setelah dikurangi biaya gestun 3%.
– Nasabah tetap harus membayar tagihan sebesar Rp 5.000.000 sesuai ketentuan.
Dampak Gestun
Gestun memiliki dampak negatif yang signifikan:
1. Dampak Negatif bagi Pemegang Kartu Kredit:
– Biaya tinggi dan bunga berlipat.
– Terjebak utang dan penurunan skor kredit.
– Pemblokiran kartu kredit dan potensi penipuan.
2. Dampak Negatif bagi Penyedia Jasa Gestun:
– Ilegal dan sanksi hukum.
– Pencabutan izin usaha dan reputasi buruk.
3. Dampak Negatif bagi Sistem Keuangan:
– Mengurangi pendapatan bank dan meningkatkan risiko kredit macet.
– Mengganggu stabilitas keuangan dan pencucian uang.
Risiko Gestun
Gestun memiliki berbagai risiko signifikan:
1. Risiko Finansial:
– Biaya transaksi tinggi dan bunga kartu kredit.
– Terjebak utang dan biaya tambahan tersembunyi.
– Penurunan skor kredit.
2. Risiko Hukum:
– Ilegal dan pemblokiran kartu kredit.
– Tuntutan hukum.
3. Risiko Keamanan:
– Penipuan dan penyalahgunaan data.
4. Risiko Lainnya:
– Ketergantungan, stres, dan kerusakan reputasi.
Alternatif yang Lebih Baik
Jika membutuhkan dana tunai, pertimbangkan alternatif seperti pinjaman pribadi (KTA), kredit multiguna, menjual aset, atau mencari penghasilan tambahan. Pastikan untuk selalu bijak dalam menggunakan kartu kredit dan kelola keuangan dengan baik.
