PasarModern.com Youtuber Resbob akhirnya merasakan dampak atas ucapannya sendiri.
Ia membuat heboh publik usai videonya saat menghina kelompok suporter klub sepakbola dan warga keturunan Sunda tersebar di media sosial.
Terlanjur viral, Youtuber bernama asli M Adimas Firdaus itu menyadari Ia jadi sasaran kemarahan banyak pihak.
Munculnya video klarifikasi dan permintaan maaf yang diunggah Resbob pun tak lantas meredakan kecaman yang tertuju padanya.
Tak cuma itu, Resbob yang sudah dilaporkan dalam kasus dugaan pidana juga jadi buruan Polisi.
Ia lantas berpindah-pindah tempat diduga untuk menyamarkan keberadaannya. Namun upaya itu tak bertahan lama.
Resbob diciduk Polisi, Senin (15/12/2025).
Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, dilansir dari Grid.id, Selasa (16/12/2025).
Hendra menjelaskan setelah Rebob berhasil ditangkap proses hukum kemudian akan ditangani oleh penyidik Polda Jabar. Adapun, pelaku akan dipindahkan ke Bandung setelah pemeriksaan awal di Jakarta selasai.
Sementara itu, sebelum ditangkap Resbob ini sempat berpindah-pindah kota untuk menghindari kejaran polisi. Dia kemudian berhasil diamankan di tempat persembunyiannya di salah satu desa di wilayah Semarang, Jawa Tengah.
“Ditangkap di desa-desa, ya enggak di rumah, bersembunyi, berupaya untuk bersembunyi,” ungkap Direktur Reserse Siber Polda Jabar Kombes Resza.
Dalam video penangkapan yang beredar, Resbob terlihat mengenakan sweater abu-abu dengan tangan diborgol. Streamer itu lalu diboyong petugas menuju kendaraan untuk dibawa ke kantor polisi.
Melansir dari Kompas.com, tak hanya menangkap Resbob, penyidik juga akan memeriksa dua orang lainnya. Mereka diduga yang membantu proses perekaman saat siaran langsung Resbob.
“Nanti kami dalami, video ini tidak dilakukan sendiri, ada dua orang yang kami dalami, kami periksa,” kata Resza.
Dalam kronologi penangkapan Resbob, dia sempat menyampaikan penyesalan atas perbuatannya itu. Mahasiswa kelahiran tahun 2000 itu mengaku menyesali ucapannya dan meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan.
“Maafin saya, saya menyesali perbuatan saya,” kata Resbob singkat saat digiring petugas dengan tangan diborgol.
Meski demikian, penanganan hukum terhadap pihak terkait tetap dilanjutkan sesuai dengan aturan yang berlaku. Atas tindakannya, Resbob dikenai Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Pasal tersebut mengatur larangan penyebaran informasi elektronik yang berisi hasutan, ajakan, atau pengaruh yang dapat memicu kebencian. Hal ini termasuk juga tindakan yang memicu permusuhan terhadap individu atau kelompok berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan.
“Ancaman hukumannya 6 tahun,” tutur Resza.
Dedi Mulyadi Minta Warga Jawa Barat Tak Terpancing
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ikut menyoroti kasus YouTuber Resbob yang menghina Viking dan suku Sunda. Dia lalu memberikan tanggapan santai dan meminta agar masyarakat tetap tenang.
“Warga Sunda sedang ramai dengan Resbob, stay calm,” ujar Dedi Mulyadi, dilansir dari TribunJabar.id, Senin (15/12/2025).
Dia lalu menegaskan bahwa kini kasus Resbob itu sudah dilaporkan ke polisi.
“Sudah dilaporkan, biarkan hukum yang menyentuh, jangan kotori mulut dan tangan kita lagi,” tegasnya.
Dedi kemudian menasihati warganya agar tetap menjaga sikap sopan santun sebagai nilai yang selama ini dikenal dimiliki suku Sunda.
“Mati karena kerinduan pada sikap sopan santun yang ditunjukan,” ungkapnya.
Selain Dedi Mulyadi, pejabat Jabar lain yang memberi tanggapan, yaitu ada Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan. Dia menganggap bahwa ucapan Resbob tak hanya bersifat personal, tetapi sudah masuk ke kategori Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).
Oleh karena itu, Erwan kemudian memberikan tindakan tegas dengan melaporkan YouTuber tersebut ke polisi. Dia juga meminta pihak kepolisian untuk bergerak cepat dalam memproses kasus itu.
“Kami meminta aparat segera menindak sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Adapun Erwan Setiawan juga mengatakan tindakan Resbob ini memiliki potensi untuk menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Dengan dibuatkan laporan, dia berharap pelaku mendapatkan efek jera dan mencegah insiden serupa terjadi kembali.
Permintaan Maaf Resbob
Setelah Dedi Mulyadi beri tanggapan terkait Resbob, YouTuber satu ini diketahui telah memberikan klarifikasinya. Pria yang bernama asli Muhammad Adimas Firdaus ini menyampaikan klarifikasinya itu melalui TikTok @resbobbb.
“Assalamu’alaikum. Yang saya hormati, saya cintai seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada, wabil khusus utama dan pertama sekali, yaitu keluarga besar, khususnya juga orang-orang Sunda di mana pun berada,” ujar Resbob dikutip Senin (15/12/2025).
“Pada kesempatan ini, saya merasa berkewajiban untuk menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terkait ucapan saya saat streaming di Surabaya sewaktu tiga hari lalu,” lanjutnya.
Di video itu, Resbob mengaku bahwa dirinya telah mendapatkan banyak teguran. Oleh karena itu, kakak dari YouTuber Bigmo ini kemudian mengaku salah dan membuat klarifikasi khususnya untuk warga Sunda.
“Saya diingatkan oleh banyak pihak, telah menyinggung suku tertentu, tepatnya suku Sunda, dengan memberikan stigma tertentu. Izinkan saya menyampaikan klarifikasi bahwa saya sungguh, dan sesungguh-sungguhnya hal itu, ucapan itu keluar dari mulut saya,” ucap Resbob.
Dalam klarifikasinya itu, Resbob mengaku tak percaya bahwa dia mengatakan hal yang buruk terkait suku Sunda. Dia bahkan menceritakan tentang dirinya yang pernah diasuh oleh seorang ibu sambung dari Tasikmalaya sehingga menurutnya, mustahil jika dia membenci suku Sunda.
“Hal itu mustahil dan tidak masuk akal bagi saya mengucapkan itu, apalagi terkait dengan suku Sunda. Ketidakpercayaan ini didasari saya memang lahir dari rahim seorang ibu suku Padang, namun saya dididik sejak kecil umur dua tahun, dibesarkan dengan ibu sambung yang seorang berdarah Sunda, tepatnya orang Tasikmalaya. Selain itu saya juga dibimbing oleh kiai dan tokoh besar Sunda orang Majalengka, yaitu Prof Asep Saifuddin Chalim,” ujar Resbob.
“Oleh karena itu saya sejak kecil hingga berumur 25 tahun saat ini belum pernah sedikit pun mempunya masalah atau perselisihan dengan orang Sunda, dan tidak ada sedikit pun kebencian terhadap seluruh orang Sunda,” paparnya.
(PasarModern.com/Grid.id)


