Agenda Menkeu Purbaya Cari Elektabilitas Jadi Capres 2029 Menurut Rocky Gerung

Posted on

Peran Menteri Keuangan dalam Dinamika Politik Nasional

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, kini menjadi sorotan publik setelah dilantik oleh Presiden Prabowo. Gaya komunikasi dan manuver politiknya menarik perhatian masyarakat, namun juga memicu berbagai spekulasi tentang ambisi politiknya di masa depan. Salah satu pengamat politik, Rocky Gerung, menyatakan bahwa nama Purbaya sedang naik daun dan mulai menunjukkan tanda-tanda persiapan menuju Pilpres 2029.

Rocky Gerung mengungkapkan bahwa gaya komunikasi Purbaya cukup memikat perhatian publik. Namun, ia juga memperingatkan bahwa popularitas tersebut bisa menurun jika tidak dijaga secara konsisten. “Di dalam teori komunikasi Pak Purbaya ini, menteri kita ini berupaya untuk langsung tiba di puncak. Tanpa aklimatisasi, begitu udah di puncak dia enggak bisa tiba di langit, dia akan turun. Jadi di dalam ilmu yang dia pelajari itu, ilmu ekonomi dasar, itu dia masuk di dalam hukum the law of diminishing return,” katanya.

Selain itu, Rocky juga menyindir gaya Purbaya yang dinilai mirip dengan film berjudul “Koboi Cengeng”. Ia menilai bahwa Purbaya tampak sok jago-jagoan padahal belum memiliki kemampuan yang cukup. “Tapi kita bisa bayangkan mungkin beliau sedang kejar-kejaran dengan 2029 supaya elektabilitasnya naik terus kan pasti orang seperti Purbaya sudah berpikir untuk menjadi calon presiden, calon wakil presiden, kan begitu ambisi yang terlihat,” tambahnya.

Langkah Inovatif dalam Keamanan Sistem Pajak

Purbaya Yudhi Sadewa juga menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Lulusan doktoral bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat ini kini fokus membenahi sistem digital perpajakan melalui peningkatan keamanan Coretax. Coretax sendiri merupakan sistem administrasi milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang mengintegrasikan seluruh layanan utama perpajakan, mulai dari pendaftaran wajib pajak, pelaporan SPT, hingga proses pembayaran, pemeriksaan, dan penagihan pajak.

Untuk mencegah risiko kebocoran data, Purbaya mengambil langkah tidak biasa, merekrut hacker. Saat ini baru satu orang yang resmi bergabung, namun ia membuka peluang untuk menambah jumlahnya di masa mendatang. “Ini baru sedikit yang datang, baru satu yang bantu. Kalau kurang akan saya datangin beberapa,” ujar Purbaya.

Pengalaman Merekrut Hacker di Masa Lalu
Langkah unik ini bukan yang pertama dilakukan Purbaya. Ia menceritakan pengalamannya ketika menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Saat itu, dirinya sempat yakin sistem keamanan LPS tak mudah ditembus. Namun keyakinan itu sirna setelah sekelompok hacker berhasil menembus sistem LPS hanya dalam waktu lima menit. Kejadian tersebut membuatnya kagum sekaligus sadar bahwa kemampuan para peretas Indonesia patut diapresiasi.

Peringatan dari Pakar Komunikasi Politik

Gaya komunikasi Purbaya yang dinilai ceplas-ceplos juga mendapat perhatian dari pakar. Guru besar komunikasi politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Karim Suryadi, menyoroti gaya kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang belakangan ini menyita perhatian publik. Ia menyoroti gaya keterbukaan dan komunikasi blak-blakan Purbaya dalam mengungkap berbagai isu fiskal ke publik.

Namun, ia juga mewanti-wanti kepada Menkeu Purbaya soal gaya komunikasinya tersebut. Menurut Karim, gaya khas Purbaya itu justru bisa berpotensi mengganggu stabilitas pasar maupun koordinasi antar pejabat. “Yang pertama, sinyal disonansi, karena keterbukaan, kejujuran, keberanian, Menteri Purbaya ini bisa saja menyentuh sisi-sisi negatif yang bisa memancing ketegangan pasar maupun ketegangan dari pejabat lain,” ujar Karim.

Keseimbangan dalam Orkestrasi Pemerintahan

Purbaya juga dinilai merupakan bagian dari orkestrasi pemerintahan Prabowo Subianto yang membutuhkan keseimbangan politik. Apabila Purbaya terlalu maju dalam membuat gebrakan dapat memberi kesan ada ketegangan di internal pemerintahan Prabowo. “Yang kedua, jangan lupa karena menteri ini bagian dari orkestrasi pemerintahan Prabowo, maka jangan sampai terlalu maju atau jangan sampai ada kesan bahwa tidak ada koordinasi sehingga menabrak satu sama lain,” lanjutnya.

Selain itu, Purbaya harus hati-hati dengan komunikasinya kepada publik. Sebab, terkadang publik tidak siap dalam memaknai apa yang disampaikan pejabat, apalagi isu fiskal. “Yang ketiga, tak kalah penting adalah, kita tahu keberanian itu sangat penting apa lagi mengungkap sesuatu yang selama ini tersembunyi. Dan kita tahu dunia fiskal ekonomi keuangan itu dunia yang dingin, kaku dan berjarak. Dengan dibuka ini, kadang-kadang publik tidak siap apalagi dalam sistem politik di Indonesia yang sangat rentan dengan isu-isu ini,” pungkasnya.