Warga Keluhkan Panas Surabaya Saat Daerah Lain Hujan, BMKG Beri Penjelasan

Posted on

Fenomena Suhu Tinggi di Surabaya dan Penjelasan BMKG

Beberapa wilayah di Indonesia mengalami suhu tinggi, termasuk Kota Surabaya, Jawa Timur. Belakangan ini, banyak warganet mengeluh melalui media sosial tentang kondisi udara yang terasa panas sepanjang hari, baik pagi, siang, maupun malam.

Seorang pengguna akun @sbyfess di X menyampaikan keluhan bahwa meskipun di kota lain sudah mulai turun hujan, bahkan ada yang sampai hujan es batu, Surabaya masih terasa sangat panas. Balasan dari akun @ah*hdnf menunjukkan rasa gerah yang luar biasa, hingga membuatnya harus mandi tengah malam. Akun @se*lrdt juga menyampaikan bahwa matahari di Surabaya terasa seperti 24 jam.

Selain itu, akun @za*kfmk yang sering membagikan informasi cuaca di X meminta maaf karena prediksi hujan di Surabaya pada Senin malam meleset. Ia menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan tersebut. Balasan dari akun @shjrdf menunjukkan rasa kecewa terhadap tidak adanya hujan di Surabaya. Akun @in***bdjf menambahkan bahwa Surabaya sering kali kecewa dengan ketidakhadiran hujan.

Suhu Tinggi di Bulan Oktober: Fenomena Rutin atau Tidak?

Menurut Koordinator Pusat Layanan Iklim BMKG, Dr. Supari, suhu tinggi di Pulau Jawa mencapai puncaknya pada bulan Oktober setiap tahun. Kondisi ini menjadi penyebab meningkatnya suhu udara di berbagai daerah, termasuk Surabaya. Namun, kenaikan suhu di Pulau Jawa ini normal karena sudah rutin terjadi setiap tahun.

“Jadi, ini bertepatan dengan kondisi sekarang sehingga secara iklim sebetulnya suhu tinggi di bulan Oktober itu normal,” jelas Supari dalam video yang diterima oleh media.

Ia menjelaskan bahwa Surabaya telah mencapai kenaikan suhu maksimum pada Senin (13/10/2025). Jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2024, kenaikan suhu ibukota Provinsi Jawa Timur itu mencapai 95 persen pada tahun ini. Dengan demikian, suhu tinggi itu termasuk kategori ekstrem.

Pengaruh Pergerakan Matahari terhadap Suhu Udara

Menurut Supari, pergerakan Matahari memengaruhi suhu di Indonesia. Saat ini, ketika Matahari berada tepat sejajar dengan Indonesia, suhu udara pun ikut meningkat. “Siklus suhu maksimum kapan dia puncak dalam 1 tahun itu kan mengikuti posisi Matahari ya. Ketika Matahari tepat berada di wilayah itu maka suhunya sudah mencapai maksimum,” ujar Supari.

Ia menambahkan, suhu panas akibat posisi Matahari ini akan dialami kebanyakan wilayah di Indonesia. Namun, kenaikan suhu akibat kulminasi Matahari pada masing-masing kota berbeda tergantung dengan posisinya di garis lintang Bumi.

Musim Hujan Datang Lebih Awal

Setelah Indonesia mengalami kemarau basah atau dengan curah hujan tinggi, musim hujan pun datang lebih awal. Sehingga, masyarakat mengantisipasi imbas cuaca ekstrem itu nanti ketika sudah memasuki puncak musim hujan.

“Sebenarnya kan tahun ini musim penghujan itu datang lebih awal ya. Karena kondisi curah hujan yang cenderung di atas normal maka biasanya yang periode peralihan itu sudah masuk musim hujan sehingga musim peralihannya maju,” beber Supari.

Lebih lanjut, Supari menjelaskan puncak musim hujan Jawa Timur terutama Surabaya diperkirakan terjadi pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Ia pun mengimbau masyarakat agar waspada banjir karena minimnya resapan di wilayah perkotaan.

Suhu Ekstrem sebagai Pertanda Perubahan Iklim

Naiknya suhu maksimum di beberapa wilayah Indonesia disebabkan oleh pemanasan global. Perubahan iklim ini membuat suhu rata-rata di Indonesia naik per 10 tahun.

“Dari konteks jangka panjang bahwa memang suhu maksimum atau suhu siang hari itu di sebagian besar wilayah Indonesia akan memang mengalami peningkatan seiring dengan dan nilai konsumen global kita itu meningkat di angka sekitar 0,1 sampai 0,3 derajat Celsius per 10 tahun,” terang Supari.

Kemudian, ia menegaskan bahwa naiknya suhu itu berpengaruh besar pada lingkungan. Sehingga manusia tidak bisa diam saja menghadapi cuaca ekstrem itu. “Kita tidak bisa diam saja. Kalaupun sekarang kita belum merasakan tapi kita harus menyadari bahwa iklim itu kan dirasakan oleh seluruh makhluk hidup.”

Tumbuhan yang lain itu berdampak dan itu mempengaruhi seluruh kehidupan itu adalah lingkungan yang kita perlukan gitu. Jadi kalaupun kita sendiri oke gitu, tapi kalau lingkungan menjadi tidak nyaman itu tetap akan mempengaruhi kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *