Nasib Arief Prasetyo, Orang Dekat Jokowi Pasca-Pemecatan dari Bapanas

Posted on

Pergantian Kepala Bapanas dan Perjalanan Karier Arief Prasetyo Adi

Setelah dicopot dari jabatan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi saat ini belum mendapatkan jabatan baru di pemerintahan. Rencananya, orang dekat mantan Presiden Joko Widodo ini akan ditempatkan di posisi lain di Kabinet Merah Putih.

Arief Prasetyo telah menjabat sebagai Kepala Bapanas sejak era pemerintahan Joko Widodo. Namun, baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto mencopot jabatan Arief sebagai Kepala Bapanas. Sebagai gantinya, Prabowo menunjuk Menteri Pertanian Andi Antan Sulaiman untuk merangkap jabatan sebagai Kepala Bapanas.

Bapanas merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang berfungsi untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pangan. Tugas utamanya meliputi koordinasi kebijakan, stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta memastikan ketersediaan pangan nasional.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa fungsi dari Bapanas sebelumnya ada di Kementerian Pertanian. Karena itu, jabatan tersebut diserahkan kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman. “Mas Arief akan kita tugaskan di tempat yang lain, maka kemudian fungsi itu langsung dijabat oleh Menteri Pertanian,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (12/10/2025).

Prasetyo Hadi menegaskan rangkap jabatan Andi Antan Sulaiman sebagai Mentan dan Kepala Bapasan tidak masalah karena selama ini juga menteri pertanian dengan Bapanas berjalan beriringan.

Keputusan Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Arief Prasetyo Adi dari jabatannya sebagai Kepala Bapanas ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Bapanas yang ditetapkan pada Kamis (9/10/2025). “Memutuskan, menetapkan, Keputusan Presiden tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Pangan Nasional. Kesatu: Memberhentikan dengan hormat Arief Prasetyo Adi sebagai Kepala Badan Pangan Nasional,” tulis salinan Keppres tersebut.

Kepala Negara juga mengucapkan terima kasih atas pengabdian jasa Arief selama ini. Sebagai penggantinya, Kepala Negara juga mengangkat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai Kepala Bapanas. “Mengangkat Andi Amran Sulaiman sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, dan kepada yang bersangkutan diberikan hak keuangan dan fasilitas lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi salinan tersebut.

Keputusan ini pun mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, yakni 9 Oktober 2025.

Profil Arief Prasetyo Adi

Arief Prasetyo Adi lahir di Palangkaraya Kalimantan Tenggara pada tanggal 27 November 1974. Dikutip dari laman badanpangan.go.id, Arief menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada tahun 1998. Sebelumnya, Arief menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Jakarta. Setelah meraih gelar sarjana, ia melanjutkan pendidikan magister teknik di kampus yang sama dan lulus pada tahun 2000.

Pada 20 Agustus 2024, Arief menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Kyungsung University, Busan, Korea Selatan. Karier kepemimpinannya dimulai sebagai Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya periode 29 September 2015-15 November 2020. Selanjutnya, ia menduduki posisi sebagai Direktur Utama PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI)/ Holding BUMN Pangan ID FOOD sejak 16 November 2020.

Pada tanggal 21 Februari 2022, Arief dilantik sebagai Kepala Badan Pangan Nasional oleh Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta. Kini posisinya sebagai Kepala Bapanas digantikan oleh Andi Amran Sulaiman.

Awal Karier

Sebelum masuk ke pemerintahan, Arief menghabiskan sebagian besar kariernya di dunia bisnis ritel dan manajemen korporasi. Ia pernah meniti karier di sejumlah perusahaan besar, antara lain:

  • PT Hero Supermarket Tbk, termasuk selama empat tahun di wilayah operasi Timika, Freeport Area.
  • PT Lotte Shopping Indonesia, tempat ia banyak belajar tentang manajemen rantai pasok dan efisiensi logistik.
  • Esteem Challenge Sdn. Bhd, Malaysia, memperkuat pengalaman internasionalnya di dunia bisnis.
  • Puncaknya, Arief dipercaya sebagai Deputy CEO dan COO PT Bez Retailindo, bagian dari Paramount Enterprise International, pada periode 2013–2015.

Era Ahok di DKI Jakarta

Nama Arief mulai dikenal publik saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pada 29 September 2015, Arief diangkat menjadi Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bertanggung jawab atas pengelolaan distribusi dan pasokan pangan utama ibu kota.

Ahok saat itu merombak besar-besaran jajaran direksi dan komisaris BUMD tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB). “Iya kami ganti semuanya (direksi dan komisaris),” ujar Ahok kala itu di Balai Kota Jakarta, berharap kepemimpinan baru dapat mempercepat stabilitas harga pangan dan efisiensi distribusi.

Arief menjabat di posisi itu selama lima tahun, dari 2015 hingga 2020, dan dikenal sukses memperbaiki tata kelola pangan di Jakarta, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga beras dan kebutuhan pokok.

Naik ke Level Nasional di Era Jokowi

Performa apiknya di Food Station Tjipinang Jaya membuat Arief dilirik pemerintah pusat. Pada 16 November 2020, ia diangkat menjadi Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang kemudian bertransformasi menjadi Holding BUMN Pangan ID FOOD. Dalam kapasitasnya, Arief menggagas berbagai langkah integratif antar-BUMN pangan agar tercipta efisiensi dari hulu ke hilir.

Upayanya dianggap sukses memperkuat koordinasi antar sektor logistik, produksi, dan perdagangan pangan nasional. Puncak kariernya datang pada 21 Februari 2022, ketika Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) lembaga baru yang dibentuk untuk mengoordinasikan kebijakan pangan secara menyeluruh di tingkat nasional.

Pelaksana Tugas Menteri Pertanian (Plt Mentan)

Pada tahun 2023, ketika Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terseret kasus dugaan korupsi, Presiden Jokowi menunjuk Arief sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertanian. “Penggantinya masih Plt, Plt-nya Pak Arief Prasetyo, Kepala Badan Pangan Nasional,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan, 6 Oktober 2023.

Arief memimpin Kementerian Pertanian dalam masa transisi yang penuh tekanan, terutama dalam menjaga ketersediaan pangan nasional di tengah inflasi global dan ancaman krisis pangan akibat perang Rusia-Ukraina. Meski hanya menjabat sementara, kinerja Arief mendapat apresiasi luas karena mampu mempertahankan stabilitas harga beras dan stok nasional.

Kinerja di Badan Pangan Nasional

Selama menjabat Kepala Bapanas, Arief dikenal sebagai figur teknokrat yang aktif mendorong sinergi lintas kementerian dan daerah. Beberapa langkah penting yang ia lakukan antara lain:

  • Membangun Sistem Data Pangan Nasional (Food Information System) berbasis digital.
  • Mendorong kerjasama lintas provinsi dalam distribusi beras dan komoditas pokok.
  • Memperkuat peran Bulog dan ID FOOD dalam pengendalian harga pangan.
  • Menginisiasi Gerakan Pangan Murah di lebih dari 400 kabupaten/kota.

Meski begitu, dinamika politik dan perubahan arah kebijakan pangan di pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo diduga menjadi latar belakang pergantian pucuk pimpinan Bapanas.

Penghargaan dan Prestasi Arief Prasetyo Adi

Arief Prasetyo Adi telah menerima berbagai penghargaan dan prestasi, antara lain:

  • Indonesia 10 Top SOEs Popular Leader 2024 dari The Iconomics
  • Inabuyer Kemenkop UKM Award 2024
  • The Indonesian Next Leaders dari Media Indonesia
  • Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dari Jaya Suprana atas Rekor Gerakan Pangan Murah Serentak di lokasi Kabupaten/Kota terbanyak (341 titik di 300 kabupaten/ kota)
  • Leader Inovatif Peduli Gizi 2023 dari Pergizi Pangan Indonesia, AIPGI (Prof Dr Ir Hardinsyah, MS) dan Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia/ GAPPMI (Adhi S. Lukman)
  • Tokoh Inspirasi Bangsa 2023 dari BUMN Track (PPM dan Tanri Abeng)
  • The Best CEO of The Year 2021 – Human Capital & Performance Awards – Business News Indonesia (Priyantono R. Ph.D)
  • The Best CEO BUMN Reformation 2021 – BUMN Branding dan Marketing Award – BUMN Track (Arief Yahya & DMID)
  • CEO Visioner Perusahaan BUMN terbaik 2021 – Anugerah BUMN – BUMN Track (Tanri Abeng & PPM)
  • Top Leader on CSR Award 2020 – (Mas Achmad Daniri KNKG)
  • The Best CEO 2020, The Best CEO 2019
  • The Most Commited GRC Leader 2019
  • Top Eksekutif Muslim 2019 – Managemen Koperasi
  • Jakarta Youth Award 2019, CEO BUMD 2018
  • The Best CEO BUMD 2019 dari Top Business – Indonesia Business News – Asia Business Research Center
  • Top Executive Muslim 2019 dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI)
  • The Most Committed GRC Leader 2019, Jakarta Youth Award 2019 – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemuda Jakarta
  • TOP Leader on CSR Commitment 2020
  • CMO of The Year 2020 dari MarkPlus, Inc. pada BUMD Jakarta Marketeers Award 2020 dari Hermawan Kartajaya
  • The Most Comitted GRC Leader 2019, Top GRC 2019
  • Top Eksekutif Muslim 2019 Bidang Management Korporasi, IPEMA (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia)
  • Jakarta Youth Award 2019 – 10 Pemuda Berprestasi Jakarta 2019 – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemuda Jkt
  • The Best CEO BUMD 2020, Top Business – Indonesia Business News – Asia Business Research Center
  • The Best CEO BUMD 2019, Top Business – Indonesia Business News – Asia Business Research Center
  • The Best CEO BUMD 2018, Top Business – Indonesia Business News – Asia Business Research Center.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *