Langkah Strategis BUMI dan UNTR dalam Diversifikasi Bisnis
PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) tengah melakukan aksi diversifikasi bisnis melalui akuisisi aset tambang emas. Langkah ini dilakukan di tengah rekor harga logam mulia yang terus meningkat, yang berpotensi menjadi motor pertumbuhan baru bagi kedua perusahaan.
Akuisisi Tambang Emas Wolfram Limited oleh BUMI
Terbaru, BUMI mengumumkan pembelian saham sebesar 99,68% dari Wolfram Limited (WFL), sebuah perusahaan pertambangan emas dan tembaga di Australia. Pembayaran awal atas transaksi ini mencapai Rp696,7 miliar atau setara dengan 63,29 juta dolar Australia.
Direktur Bumi Resources RA Sri Dharmayanti menjelaskan bahwa pada 7 Oktober 2025, BUMI telah membeli 126,59 juta saham WFL. Transaksi ini merupakan tahap awal dari rencana pengakuisisan 100% saham WFL. Pembayaran tahap selanjutnya direncanakan akan dilaksanakan pada akhir Oktober 2025, dengan nilai sebesar Rp2,20 miliar atau setara dengan 200.335 dolar Australia.
Dengan transaksi tersebut, BUMI akan menjadi pemegang 100% saham di WFL. Total nilai transaksi akuisisi Wolfram oleh BUMI secara keseluruhan mencapai Rp698,98 miliar atau setara dengan 63,5 juta dolar Australia.
Pengambilalihan WFL merupakan langkah strategis yang sejalan dengan rencana transformasi perseroan dan bagian dari program diversifikasi usaha di luar sektor batu bara. Dengan adanya akuisisi ini, BUMI berharap dapat memperoleh akses terhadap potensi produksi emas dan tembaga dalam jangka pendek, yang diharapkan dapat berkontribusi positif pada profil pendapatan perusahaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Pengembangan Proyek Tambang Emas Blok Doup oleh UNTR
Sementara itu, United Tractors melalui PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (PJBB) dengan anak usaha PSAB, yakni PT J Resources Nusantara (JRN) untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Arafura Surya Alam (ASA). ASA merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) tambang emas Doup, yang terletak di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara.
Proyek ini berdiri di area seluas lebih kurang 4.000 hektar. Selain itu, anak usaha lain UNTR, PT Energia Prima Nusantara (EPN) juga meneken perjanjian dengan pemegang saham individu, yakni Jimmy Budiarto untuk membeli 0,00004% saham ASA serta 0,2% saham PT Mulia Bumi Persada (MBP).
Seluruh penandatanganan perjanjian dilakukan pada 12 September 2025, dengan nilai transaksi yang mencakup enterprise value senilai US$540 juta atau Rp8,84 triliun. Investor Relations UNTR Ari Setiawan menjelaskan bahwa saat ini proses akuisisi PT Arafura Surya Alam (ASA) berada pada tahap conditional share purchase agreement (CSPA). UNTR berharap dapat melakukan closing transaksi ini tidak lebih dari tanggal 23 atau 24 Desember 2025.
Setelah diakuisisi, rencana UNTR adalah membangun processing plant dan infrastruktur pendukungnya untuk mencapai target produksi. Diharapkan, tahun 2028 sudah dapat berproduksi dengan kapasitas produksi sekitar 3 juta ore per tahun. Dari processing plant ini, produksi emas diharapkan dapat mencapai 140.000 sampai 155.000 ons.
Dinamika Harga Emas dan Tren Pasar
Aksi akuisisi terhadap dua aset tambang emas itu terjadi di tengah memanasnya harga logam mulia hingga terus menerus mencetak rekor. Harga emas spot terpantau bertahan pada kisaran US$4.000 per troy ounce seiring dengan meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) yang mendorong investor beralih ke aset safe haven.
Berdasarkan data Reuters pada Kamis (9/10/2025), harga emas di pasar spot naik 1,7% menjadi US$4.050,24 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka AS pengiriman Desember 2025 menguat 1,7% ke level US$4.070,5.
Penguatan emas mencerminkan latar belakang makroekonomi dan geopolitik yang sangat positif bagi aset safe haven, ditambah dengan kekhawatiran terhadap aset lindung nilai tradisional lainnya. Sepanjang 2025, harga emas telah melonjak 54% setelah naik 27% pada 2024, menjadikannya salah satu aset dengan kinerja terbaik tahun ini.


