Tanggapan Santai Sahara Terhadap Kritik Netizen
Sahara memberikan respons santai terkait kritik yang diterimanya dari netizen mengenai perseteruannya dengan Yai Mim, mantan dosen UIN Malang yang kini viral. Dalam sebuah live TikTok bersama rekan dekatnya, Sahara mengaku tidak masalah dikucilkan se-Indonesia.
“Kemarin nguculin Yai Mim se-RT sekarang dikucilkan se-Indonesia,” ucap rekan Sahara membacakan komentar netizen.
Dengan senyuman penuh percaya diri, Sahara menegaskan bahwa ia tidak merasa terganggu. “Enggak masalah,” kata Sahara. Ia kemudian berjalan menjauhi rekan tersebut sambil menunjukkan sikap tenang. Rekan Sahara terlihat tertawa dan berkata, “Tuhkan dia ke pancing, jangan ke pancing gue bilang.”
Permintaan Maaf dan Penjelasan Sahara
Sebelumnya, Sahara sempat dinilai berpura-pura dan memainkan peran korban. Namun, ia membantah tudingan tersebut di hadapan awak media. “Kalau menurut saya, tidak ada adegan yang saya rekayasa. Saya biasanya kemana-mana tidak pernah bawa HP, tapi semenjak saya berkasus dengan beliau, saya jadi bawa HP kemana-mana sebagai bukti karena saya tidak mau dituduh macam-macam,” ujarnya.
Ia juga menyatakan bahwa Yai Mim sering merekam tanpa izin, namun ia justru di-frame sebagai korban. “Di video itu jelas siapa yang playing victim,” imbuhnya.
Meski begitu, Sahara mengakui dua kesalahan fatal yang ia lakukan, yaitu berkata kasar kepada Yai Mim dan istrinya serta berperilaku yang menyakiti hati mereka. “Saya punya dua kesalahan yang saya anggap fatal, yang pertama saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Yai Mim dan Nyai Rosidah terhadap perkataan saya yang kasar, dan intonasi saya yang tinggi,” ujarnya.
Pengakuan tentang Dugaan Pelecehan Seksual
Sahara mengungkapkan kronologi perseteruan dengan Yai Mim. Ternyata, bukan karena polemik lahan parkir seperti yang viral di media sosial. Ia mengaku semua dipicu oleh dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Yai Mim.
“Jadi permasalahan utamanya itu sebenarnya bagi saya pribadi itu pelecehan seksual,” katanya. Menurutnya, Yai Mim menganggapnya dan teman-temannya terlalu santai dalam menyikapi guyonan-guyonan yang dilakukan.
Sahara menuturkan bahwa guyonan Yai Mim kemudian mengarah ke ranah pribadi. Ia menganggap itu sebagai bentuk pelecehan verbal. Ia mengaku telah mendapat pelecehan dari Yai Mim sebanyak empat kali.
“Sehingga dari situ mulailah beliau itu ada gurauan-gurauan yang mengarah ke ranah intim, sehingga saya merasa itu adalah pelecehan, bagi beliau bukan. Ada empat kali saya dilecehkan,” bebernya.
Peran Kuasa Hukum dan Langkah Hukum
Kuasa hukum Sahara, Zaky Chong, menjelaskan bahwa polemik lahan parkir baru mulai pasca dugaan pelecehan terjadi. Namun, fakta itu sengaja ditutupi demi melindungi harga diri Yai Mim yang dikenal luas sebagai kyai dan dosen di perguruan tinggi ternama.
“Sedari awal, Mbak Sahara datang ke kami, mengadukan persoalan itu yang berkaitan dengan pelecehan seksual itu. Yang sudah sampai empat kali, tiga kali verbal dan yang satu kali ada buktinya,” ungkap Zaky.
Namun, pihak Sahara merasa terus dipojokkan oleh Yai Mim. Sehingga dalam waktu dekat, pemilik usaha rental itu akan melaporkan kasus dugaan pelecehan tersebut ke polisi.
Penjelasan Lengkap tentang Polemik Lahan Parkir
Masih dalam kesempatan yang sama, Sahara juga buka suara dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di balik polemik lahan parkir yang selama ini digadang-gadang sebagai awal mula dari perseteruannya dengan Yai Mim.
“Logikanya begini, kalau persoalan parkir itu terjadi setelah kita bertengkar,” tandasnya. Soal mobil HiAce yang terparkir di depan rumah Yai Mim, Sahara membenarkannya. Ia pun mengungkapkan alasannya.
“Kalau untuk mobil HiAce yang panjang seusai di video, itu memang murni kesalahan dari saya sebagai penanggung jawab. Karena itu ada driver dari rental kami yang lain yang kemudian datang dari Jogja pada subuh hari. Otomatis kan beliau tidak tahu mau parkir di mana dan kembalikan ke siapa itu subuh pas azan,” urainya.
Selanjutnya, Yai Mim melalui istrinya, Rosida Vignesvari, membangunkan karyawan Sahara yang ada di garasi, namun mereka tak ada yang bangun. Sahara juga membantah dirinya memberikan akses kepada Yai Mim terkait mobil rentalnya. Ia menegaskan, tak sembarangan memberikan akses usahanya ke orang lain.
Pengakuan Yai Mim
Dosen filsafat asal Malang Imam Muslimin alias Yai Mim menanggapi pengakuan Sahara soal pelecehan. Nurul Sahara baru-baru ini muncul bersama sang suami. Dalam momen itu Sahara mengaku konflik utamanya dengan Yai Mim soal dugaan pelecehan seksual.
Bahkan diakui Sahara empat kali dilecehkan Yai Mim. Dituduh melecehkan tetangganya, Yai Mim buka suara. Pria yang dikenal sebagai kyai itu mengaku tidak pernah melihat dengan jelas sosok Sahara. Sebab dia harus menjaga pandanganya terhadap wanita lain guna menjaga hafalan Al Qurannya.
Kendati demikian, Yai Mim menyebut Sahara bukan kriteria wanita cantik baginya. “Saya itu penghafal Al Quran, harus menjaga kesucian. Walaupun saya enggak bisa melihat wajahnya Sahara, enggak kelihatan. Hanya bisa memperkirakan saja. Kira-kira modelnya alias tidak cantik, artinya bagi saya enggak masuk lah seandainya diisukan aku ini mencabuli dia,” ungkap Yai Mim.


