Ringkasan Berita:
- Gereja Katolik Santo (St) Yohanes Rasul Konja, Paroki St. Yosep Ayawasi resmi diberkati, pada Sabtu 27 Desember 2025.
- Perayaan Ekaristi pemberkatan dipimpin oleh Uskup Manokwari-Sorong Mgr. Hilarion Datus Lega bersama Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA.
- Mgr. Hilarion Datus Lega mengajak umat untuk mensyukuri penyertaan Tuhan yang nyata dalam perjalanan Gereja.
- Ketua Panitia Pembangunan Sergius Turot melaporkan bahwa total dana pembangunan gereja mencapai Rp6.266.903.000.
PasarModern.com, KUMURKEK – Gereja Katolik Santo (St) Yohanes Rasul Konja, Paroki St. Yosep Ayawasi resmi diberkati, pada Sabtu 27 Desember 2025.
Peristiwa iman ini berlangsung khidmat dan meriah, menjadi momen bersejarah bagi umat Katolik setempat sekaligus simbol sinergi antara Gereja, umat, dan pemerintah di Papua Barat Daya.
Perayaan Ekaristi pemberkatan dipimpin oleh Uskup Manokwari-Sorong Mgr. Hilarion Datus Lega bersama Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA serta puluhan imam konselebran dari berbagai paroki.
Ribuan umat memadati gereja dan halaman sekitarnya dengan penuh sukacita dan rasa syukur atas rampungnya pembangunan rumah doa tersebut.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir antara lain Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Bupati Maybrat Karel Murafer, Johny Kamuru, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan tokoh adat.
Kehadiran para pimpinan daerah ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap kehidupan beriman dan perkembangan Gereja Katolik di Papua Barat Daya.
Rangkaian Peresmian dan Pemberkatan
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan papan nama Gereja St. Yohanes Rasul Konja, dilanjutkan pemberkatan bagian luar gereja.
Setelah itu penandatanganan prasasti oleh Uskup Manokwari-Sorong, Gubernur Papua Barat Daya, dan Bupati Maybrat sebagai tanda resmi peresmian.
Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan kunci dan pengguntingan pita oleh Ibu Gubernur Papua Barat Daya, menandai bahwa gereja ini resmi digunakan sebagai rumah doa dan pusat kehidupan iman umat.
Pesan Gembala: Penyertaan Tuhan Membawa Sukacita
Dalam homilinya, Mgr. Hilarion Datus Lega mengajak umat untuk mensyukuri penyertaan Tuhan yang nyata dalam perjalanan Gereja.
Ia menegaskan bahwa pemberkatan gereja ini adalah buah penyelenggaraan ilahi.
“Kita bersyukur kepada Tuhan yang Maha Rahim. Peristiwa hari ini tidak mungkin terjadi tanpa campur tangan Tuhan,” katanya.
Uskup menegaskan bahwa dalam iman Kristiani, Tuhan adalah Immanuel, Allah yang menyertai umat-Nya.
Penyertaan itu, menurutnya, melahirkan sukacita sejati yang memuliakan nama Tuhan.
Apresiasi bagi Pemerintah Daerah
Uskup menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu serta Bupati Maybrat Karel Murafer atas perhatian dan dukungan nyata terhadap pembangunan sarana Gereja.
Ia juga mengapresiasi Sekda Maybrat Ferdinandus Taa atas dukungan terhadap pembangunan aula dan rumah singgah Paroki Ayata.
“Saya yakin, tanpa dukungan pemerintah daerah, pembangunan ini tidak mungkin selesai dengan cepat,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dua unit mobil untuk Paroki Ayata dan Paroki Suswa, yang disambut tepuk tangan meriah umat.
Uskup menegaskan bahwa gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan rumah Tuhan dan rumah umat yang harus dihidupi dengan iman, persaudaraan, dan pelayanan kasih.
Gubernur Papua Barat Daya: Gereja sebagai Simbol Iman dan Persatuan
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu mengajak umat untuk bersyukur atas rahmat Tuhan.
Ia menyebut kehadirannya di Konja sebagai bukti kekuatan doa umat.
“Umat di sini sederhana, tetapi doanya dahsyat. Gereja ini adalah bukti mujizat Tuhan yang lahir dari iman dan doa,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Gereja St. Yohanes Rasul Konja menjadi tempat umat menyerahkan seluruh pergumulan hidup kepada Tuhan.
Ia juga mengajak umat memperbarui hidup, hidup rukun, menjauhi kebencian, dan menjaga persatuan demi masa depan Papua Barat Daya.
Bupati Maybrat: Gereja sebagai Pusat Nilai Kasih dan Toleransi
Bupati Maybrat Karel Murafer menegaskan bahwa pemberkatan gereja ini merupakan momentum iman yang bermakna bagi umat Katolik, khususnya Stasi St. Yohanes Rasul Konja.
Menurutnya, gereja bukan hanya simbol pembangunan fisik, tetapi juga pusat pembinaan iman, nilai kasih, dan toleransi.
Ia menyoroti peran historis Gereja Katolik di wilayah Aifat, Ayamaru, dan Aitinyo (A3) dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan, yang telah melahirkan banyak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
“Gereja Katolik telah berkontribusi besar dalam membentuk manusia yang beriman, berkarakter, dan siap membangun daerah,” tegasnya.
Laporan Panitia Pembangunan
Ketua Panitia Pembangunan Sergius Turot melaporkan bahwa total dana pembangunan gereja mencapai Rp6.266.903.000.
Panitia terbentuk sejak 25 Januari 2015 dan bekerja efektif selama kurang lebih sembilan tahun tujuh bulan.
Dana tersebut berasal dari sumbangan pribadi dan keluarga, pemerintah pusat dan daerah, organisasi, kampung, marga, ASN, pemuda, serta partisipasi umat.
Dari total dana yang terkumpul, Rp5.751.000.000 telah digunakan, dengan sisa Rp515.903.000 yang direncanakan untuk pembangunan tahap lanjutan, termasuk gedung pastoral.
“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan dan partisipasinya,” ujar Sergius.
Pemberkatan Gereja St. Yohanes Rasul Konja menjadi tonggak penting perjalanan iman umat Paroki St. Yosep Ayawasi.
Peristiwa ini menandai harapan baru bagi kehidupan menggereja yang semakin dewasa, berakar dalam iman, serta memberi kontribusi nyata bagi perdamaian dan pembangunan di Tanah Papua. (PasarModern.com/taufik nuhuyanan)


