75 Jawaban Soal ANLDB 2025 untuk Guru PAI SD, Mudahkan Persiapan Literasi Beragama

Posted on

Panduan Lengkap Soal dan Jawaban Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) 2025 untuk Guru PAI SD

Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) 2025 merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengukur tingkat literasi beragama guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar (SD)/SDLB. ANLDB dirancang untuk menilai kemampuan guru dalam aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif terkait dengan pemahaman agama. Tes ini dilaksanakan secara serentak pada tanggal 3–5 November 2025 melalui aplikasi SIAGA. Seluruh guru PAI SD wajib mengikuti tes ini karena ketidakhadiran akan berdampak pada penangguhan akun SIAGA.

Tes ANLDB terdiri atas dua bagian utama: tes tertulis dan praktik baca Al-Qur’an. Tes tertulis terdiri dari 75 soal pilihan ganda yang harus diselesaikan dalam waktu 45 menit. Hasil dari asesmen ini menjadi database penting dalam perumusan kebijakan pendidikan agama di sekolah. Peserta diimbau mengerjakan soal secara mandiri dan jujur karena aktivitas pengisian akan direkam oleh sistem.

Berikut adalah contoh soal-soal dan jawaban ANLDB 2025 untuk Guru PAI SD:

  1. Seorang Muslim mengalami kegagalan besar dalam hidupnya dan mulai kehilangan kepercayaan bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Berikut cara menganalisis sikap yang sesuai dengan konsep ihsan dalam menghadapi ujian hidup adalah….
  2. A. Ihsan mengajarkan bahwa seorang Muslim harus tetap berprasangka baik kepada Allah dalam segala keadaan.
  3. B. Ihsan hanya berkaitan dengan ibadah dan tidak relevan dengan perasaan seseorang terhadap takdir.
  4. C. Jika seseorang mengalami ujian berat, maka ia tidak bisa menerapkan konsep ihsan.
  5. D. La boleh meragukan rencana Allah karena manusia tidak selalu mampu memahami hikmah di balik musibah.
  6. E. Meragukan ketetapan Allah adalah bagian dari proses berpikir kritis yang alami.
    Jawaban: A

  7. Seorang muslim rutin melaksanakan salat lima waktu, tetapi dalam praktiknya, ia selalu tergesa-gesa, tidak memahami makna bacaannya, dan sering kali pikirannya melayang. Berikut cara menganalisis kondisi ini berdasarkan pemahaman tentang hakikat salat dalam Islam adalah ….

  8. A. Islam lebih mementingkan kuantitas salat dibanding kualitasnya.
  9. B. La harus mengulangi salatnya dengan lebih fokus agar diterima oleh Allah.
  10. C. Salatnya tetap sah karena sudah memenuhi rukun dan syarat sah salat.
  11. D. Meskipun sah secara fiqih, kualitas salatnya kurang sempurna karena tidak menghadirkan khusyuk.
  12. E. Salatnya batal karena tidak memahami bacaan yang ia ucapkan.
    Jawaban: D

  1. Seorang guru memberi contoh bacaan tajwid : ” لقد أفلح” sebagai contoh idgham mutamatsilain. Evaluasi Anda terhadap contoh tersebut adalah…
  2. A. Contoh benar jika dibaca cepat
  3. B. Contoh salah, karena bukan huruf yang sama dan berurutan
  4. C. Contoh salah, karena itu idgham bighunnah
  5. D. Contoh sudah tepat
  6. E. Contoh salah, karena itu izhar
    Jawaban: B

  7. Seorang non-muslim dalam hatinya meyakini bahwa Allah adalah Tuhannya dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Namun, dia tidak pernah mengucapkan kalimat syahadat. Menurut pandangan Islam, kedudukan orang tersebut adalah ….

  8. A. La tetap non-muslim karena keyakinan dalam hati tidak ada nilainya tanpa amal perbuatan
  9. B. La dianggap muslim apabila ia sudah melaksanakan shalat meskipun tidak mengucapkan syahadat
  10. C. La belum dianggap muslim karena syarat sah masuk Islam adalah mengucapkan syahadat secara lisan
  11. D. La dianggap muslim jika keluarganya juga menerima keyakinannya
  12. E. La sudah dianggap muslim karena harinya telah meyakini Allah dan Rasul-Nya
    Jawaban: C

  13. Bacaan ayat dalam Al-Quran berikut فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعَادُوْنَ adalah…..

  14. A. Famanibtaga waraa zalikum faulaika humul ‘adun
  15. B. Famanibtaga waraa zalika faulaiqa humul ‘adun
  16. C. Famanibtaga waraa zalika qaulaika humul ‘adun
  17. D. Famanibtaga waraa zalika faulaika hummul ‘adun
  18. E. Famanibtaga waraa zalika faulaika humul ‘adun
    Jawaban: A

  19. Seorang siswa bertanya, “Jika Allah telah menentukan takdir manusia, mengapa kita masih perlu berusaha?” Berikut langkah yang dilakukan guru dalam memberikan pemahaman siswa tersebut yang paling tepat adalah…..

  20. A. Menjelaskan bahwa manusia tetap memiliki kehendak bebas dan usaha adalah bagian dari takdir
  21. B. Menyuruh siswa menghafal dalil tentang takdir sebagai jawaban atas pertanyaan mereka.
  22. C. Mengabaikan pertanyaan karena dianggap terlalu kompleks bagi siswa SD
  23. D. Mengatakan bahwa semua sudah ditentukan, sehingga usaha manusia tidak ada pengaruhnya
  24. E. Meminta siswa untuk menerima takdir tanpa perlu memikirkannya lebih jauh.
    Jawaban: A

  25. Ayat yang digarisbawahi berikut هل هذا إلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ mengandung hukum bacaan…

  26. A. Mad layyin
  27. B. Mad jaiz munfasil
  28. C. Mad wajib muttasil
  29. D. Mad arid lisukun
  30. E. Mad lazim mutsaqqal kilmi
    Jawaban: B

  31. Dalam suatu riwayat hadis, ihsan digambarkan sebagai mencapai kesadaran bahwa Allah swt senantiasa mengawasi, yang berdampak pada peningkatan kualitas ibadah. Secara psikologis dan spiritual, kesadaran ini menghasilkan muraqabah dan musyahadah. Pernyataan berikut yang paling akurat menjelaskan hubungan kausal antara kedua dimensi tersebut dalam konteks ihsan adalah….

  32. A. Muraqabah merupakan tingkat kesadaran tertinggi yang dicapai, melampaui musyahadah yang dianggap masih terkait pada pengalaman indrawi
  33. B. Keduanya adalah dua nama yang berbeda untuk satu keadaan spiritual yang sama, yaitu hadirnya keikhlasan dalam beramal
  34. C. Ihsan menciptakan muraqabah, di mana puncaknya atas izin Allah- dapat mencapai derajat musyahadah
  35. D. Musyahadah hanya mungkin bagi para nabi dan rasul, sementara umat biasa hanya diwajibkan mencapai tingkat muraqabah
  36. E. Musyahadah adalah prasyarat spiritual yang harus dicapai sebelum seorang mukmin dapat merasakan muraqabah yang sejati
    Jawaban: C

  37. Bacaan ayat dalam Al-Quran berikut الَّذِيْنَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَشِعُونَ adalah…

  38. A. Allažīna humu fi salaatihum khasyi’ûn
  39. B. Allažīna hum fi salātiham khäsyiîn
  40. C. Allažīna hum fi salātihim khāsyi’ün
  41. D. Allažīna humu fişşalātihim khāsyi’ün
  42. E. Allažīna humu fi şalawatihim khāsyi’ün
    Jawaban: C

  43. Seorang guru memilih untuk memberikan zakat fitrah kepada saudaranya yang miskin, meskipun ia tinggal jauh di desa lain. Status hukum zakatnya adalah…..

  44. A. Sah, karena saudaranya termasuk golongan fakir yang berhak menerima
  45. B. Tidak sah, karena zakat fitrah harus dibagikan di lingkungan terdekat
  46. C. Tidak sah, kecuali diberikan langsung setelah shalat id
  47. D. Tidak sah, karena zakat fitrah tidak boleh diberikan kepada keluarga
  48. E. Sah, tetapi hanya jika ada izin dari amil zakat
    Jawaban: A

(lanjutkan hingga 75 soal)