5 tanda waktu ideal membeli Bitcoin menurut Arthur Hayes

Posted on

Pasarmodern.com
, JAKARTA — Tensi yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran dianggap memiliki potensi untuk memberikan keuntungan bagi Bitcoin. Pendiri bursa kripto BitMEX, Arthur Hayes, menilai bahwa situasi geopolitik ini dapat memicu perubahan kebijakan moneter yang menguntungkan aset berisiko seperti kripto. Lalu, kapan momentum terbaik untuk membeli Bitcoin?

Hayes menyatakan bahwa semakin lama pemerintahan Donald Trump terlibat dalam konflik dengan Iran, semakin besar kemungkinan Federal Reserve akan memangkas suku bunga. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi meningkatkan minat terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Hayes menekankan bahwa faktor utama bukanlah eskalasi geopolitik itu sendiri, melainkan bagaimana kebijakan moneter Amerika Serikat merespons situasi tersebut, khususnya terkait likuiditas di pasar keuangan.

Harga Bitcoin belakangan ini menunjukkan respons yang beragam terhadap ketegangan di Timur Tengah. Pada awalnya, harga sempat turun dari sekitar US$66.000 ke kisaran US$63.000 sebelum akhirnya kembali menguat dan sempat diperdagangkan di level tertinggi dalam sebulan, sekitar US$73.000.

Dalam beberapa bulan terakhir, Hayes juga berkali-kali memprediksi bahwa Federal Reserve pada akhirnya akan melonggarkan kebijakan moneter, sebuah langkah yang menurutnya dapat mendorong kenaikan harga Bitcoin.

Pada Januari, dia menyebut kemungkinan operasi militer pemerintahan Trump di Venezuela sebagai salah satu pemicu. Sementara pada bulan berikutnya, Hayes menilai krisis keuangan yang dipicu oleh perkembangan teknologi AI juga dapat menjadi faktor yang mendorong perubahan kebijakan tersebut.

Bahkan pada Desember lalu, Hayes memperkirakan harga Bitcoin bisa mencapai US$200.000. Prediksi itu didorong oleh rencana pembelian manajemen cadangan yang diumumkan oleh The Fed pada awal bulan tersebut.

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk membeli Bitcoin? Hayes menyarankan investor untuk memperhatikan sejumlah sinyal makro yang biasanya mendahului reli di pasar kripto.

Waktu yang Tepat Membeli Bitcoin Menurut Arthur Hayes

  1. Menunggu Perubahan Arah Kebijakan The Fed

    Menurut Hayes, reli besar di pasar kripto sering terjadi setelah Federal Reserve mulai memangkas suku bunga atau meningkatkan likuiditas di sistem keuangan. Dalam perspektif makroekonomi, kebijakan moneter yang lebih longgar membuat biaya uang menjadi lebih murah dan mendorong investor untuk mengambil risiko yang lebih besar, termasuk berinvestasi di aset kripto. Karena itu, fokus investor sebaiknya tertuju pada perubahan kebijakan moneter, bukan sekadar berita konflik harian. Ia juga menyarankan pendekatan “wait and see” hingga tanda-tanda perubahan kebijakan benar-benar terlihat. Dengan menunggu konfirmasi tersebut, investor dapat mengurangi risiko salah timing saat kondisi pasar masih rentan.

  2. Konflik Berpotensi Mendorong Likuiditas

    Hayes menilai konflik geopolitik dapat meningkatkan kebutuhan belanja pemerintah serta menambah tekanan fiskal. Jika tekanan tersebut memengaruhi sentimen ekonomi dan pasar, bank sentral biasanya akan mempertimbangkan kebijakan yang lebih akomodatif guna meredam dampaknya. Pada fase inilah aset berisiko, termasuk kripto, sering memperoleh dorongan dari sisi likuiditas. Dia juga mengaitkan pola ini dengan beberapa kejadian sebelumnya ketika ketidakpastian geopolitik muncul bersamaan dengan kebijakan moneter yang lebih longgar. Dalam konteks ini, penting bagi investor untuk membedakan antara peristiwa konflik dan respons kebijakan. Konflik memang dapat memicu volatilitas, tetapi reli yang lebih berkelanjutan biasanya memerlukan dukungan likuiditas dari kebijakan moneter.

  3. Perhatikan Level Harga Bitcoin

    Per Jumat (6/3/2026), harga Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$72.605 atau sekitar Rp1,22 miliar. Hayes sebelumnya menyebutkan dua kemungkinan skenario pergerakan harga, yaitu koreksi lanjutan atau pemulihan menuju rekor tertinggi sebelumnya. Oleh karena itu, level harga menjadi acuan penting bagi pelaku pasar. Area US$60.000 hingga US$63.000 dinilai sebagai zona tekanan jika sentimen pasar memburuk, sedangkan level US$126.000 dipandang sebagai target pemulihan yang memerlukan dukungan likuiditas besar. Level-level tersebut biasanya digunakan trader untuk membaca kondisi teknikal, seperti support, breakdown, atau retest. Meski begitu, Hayes menegaskan bahwa level harga bukanlah kepastian arah pasar, melainkan hanya alat untuk memetakan potensi risiko.

  4. Pisahkan Strategi Masuk dan Manajemen Risiko

    Bagi investor pemula, pendekatan yang relatif aman adalah memisahkan strategi masuk pasar dengan manajemen risiko. Strategi masuk dapat didasarkan pada sinyal makro, misalnya setelah The Fed benar-benar memangkas suku bunga. Sementara itu, manajemen risiko diperlukan agar investor tidak menempatkan seluruh dana pada satu titik harga. Langkah ini penting karena pasar kripto dikenal sangat responsif terhadap berita, tetapi juga dapat berbalik arah dengan cepat setelah euforia mereda. Hayes juga mengingatkan agar berhati-hati menggunakan leverage ketika sinyal kebijakan masih belum jelas. Beberapa investor memilih melakukan pembelian secara bertahap dibandingkan mencoba menebak satu harga terendah. Pendekatan ini lebih menekankan pengelolaan probabilitas daripada mengejar kepastian.

  5. Volatilitas Tetap Tinggi

    Meski kebijakan moneter longgar secara historis menguntungkan aset berisiko, kenaikan harga tidak selalu terjadi secara mulus. Pasar Bitcoin dan kripto tetap rentan terhadap penurunan tajam, terutama ketika likuiditas global berubah atau ketika ketegangan geopolitik memicu aksi penghindaran risiko secara tiba-tiba. Karena itu, sinyal kebijakan sebaiknya dipahami sebagai konteks pasar, bukan jaminan hasil investasi. Walaupun narasi tentang “waktu terbaik untuk membeli” sering terdengar sederhana, keputusan investasi tetap bergantung pada jangka waktu, toleransi risiko, serta kedisiplinan investor dalam menjalankan strategi. Kerangka analisis dari Hayes dapat membantu memahami dinamika likuiditas pasar, tetapi setiap investor tetap perlu menyesuaikannya dengan rencana investasi pribadi. Bagi pemula, langkah paling rasional adalah memahami berbagai skenario, menetapkan batas risiko, dan tidak bergantung pada satu prediksi saja.


Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual aset kripto. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Pasarmodern.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *